Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Setan Darah


__ADS_3

Selain Lyan, tidak ada seorangpun yang tidak terkejut melihat kemunculan pria tersebut. Tidak ada yang menyadari diam-diam mereka telah diintai oleh seseorang.


Hal ini membuat Yuna, Light, Youl dan Master Gyo langsung meningkatkan kewaspadaan. Mereka sadar pria itu bukanlah orang sembarangan.


Sementara Hex mendengus kesal. Ini bukan pertama kalinya Venom mendadak muncul dan membuatnya kaget. “Venom! Apa maumu sebenarnya?!”


“Lama tidak berjumpa, Hex,” kata Venom dengan ekspresi datar. Pandangannya kemudian dialihkan ke arah rekan-rekan Lyan yang tampak mewaspadai dirinya. “Jangan khawatir. Aku tidak berniat buruk.”


“Tidak mungkin! kalau benar begitu kau tidak mungkin menguping pembicaraan kami!” Master Gyo tidak percaya pada perkataan Venom. Dia yakin pria itu memiliki maksud tertentu.


Lyan mengangkat tangannya, mengisyaratkan pada Master Gyo untuk tetap tenang.


“Apa kau masih belum menemukan apa yang kau inginkan dari kami? Aku sudah memperhatikan terus mengikuti kami selama beberapa minggu terakhir.”


Selama perjalanan menuju tempat persembunyian suku purba, Lyan sudah menyadari ada seseorang yang mengikuti mereka diam-diam. Orang itu jelas bukan orang biasa karena dapat membuat Pertapa Semesta seperti Hex pun tidak dapat menyadarinya.


Lyan memutuskan untuk membiarkan orang itu untuk terus mengikutinya sambil mencari tahu apa tujuan sosok misterius itu. Selama beberapa hari dibiarkan orang itu tetap tidak melakukan apapun dan hanya mengawasi mereka, membuat Lyan semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya diinginkan oleh orang itu.


Tetap tidak menemukan jawaban apapun dan sosok itu masih tetap bersembunyi mengawasi mereka, akhirnya Lyan memutuskan untuk mengungkap keberadaan sosok itu saat sudah berkumpul dengan semua rekannya.


Perkataan Lyan kembali membuat rekan-rekannya terkejut. Terutama Light, Hex dan Master Gyo yang tidak menyadari sama sekali ada yang mengikuti mereka selama ini.


“Sudah kuduga. Kau adalah pemilik kekuatan besar itu. Kekuatan yang dapat menggemparkan satu benua. Kekuatan yang dapat menarik perhatian Tuan Astaroth sampai membuatnya menampakkan diri.”

__ADS_1


Venom tersenyum tipis. Masih teringat olehnya kekuatan besar yang berbentuk mata raksasa di langit yang amat mengerikan sampai membuatnya tertekan.


Semenjak itu Venom memutuskan untuk mencari pemilik kekuatan itu sampai pada akhirnya dia bertemu dengan Lyan. Venom bisa merasakan aura yang dimiliki pemuda itu lemah, tetapi di saat bersamaan aura itu juga terasa berbahaya. Karena penasaran kepada pemuda yang memiliki aura unik, Venom memutuskan untuk mengawasi pemuda itu karena selain penasaran, nalurinya selalu mengatakan padanya kalau pemuda itu adalah orang yang dia cari selama ini.


Lyan mengangguk pelan. Dia memahami maksud ‘kekuatan besar’ yang dibicarakan Venom.


“Kau sudah menemukan orang yang kau cari. Lalu apa yang kau inginkan sekarang?”


“Bunuh Tuan Astaroth,” jawab Venom dengan ekspresi datar. “Hanya kau yang bisa melakukannya.”


“Jangan bercanda di saat seperti ini, sialan!” Hex menganggap pria itu sedang tidak serius. Sama seperti yang lain, mereka tidak percaya orang yang selalu melayani Astaroth seperti Venom malah meminta Lyan untuk menghabisi Astaroth.


“Hex, sebagai suku purba kau cukup beruntung karena pemimpin terdahulu kalian telah melepas mantra pengikat yang ditanam Tuan Astaroth pada setiap suku. Keturunan suku purba ingatannya tidak akan pudar sedikitpun mengenai rahasia besar Tuan Astaroth. Jika tidak, kalian tidak akan terus bertahan jadi pemberontak selama ratusan tahun.”


Hex tersentak mendengar perkataan Venom. “Tu-tunggu! Kau mengetahui masalah ini? Jangan bilang kau tidak terikat dengan mantra pengikat?”


Venom menggeleng kepalanya. “Aku tetap terikat, Hex. Tapi karena aku memiliki kemampuan untuk menyimpan memori ingatan, aku bisa memeriksa kembali serangkaian peristiwa yang terpantul dalam cermin ingatan. Berkat itu aku berhasil mempertahankan ingatanku.”


Venom mengangkat tangannya, sebuah cermin tiba-tiba muncul di atasnya.


Cermin itu mulai mengeluarkan cahaya sebelum memperlihatkan Venom sedang bertarung melawan ratusan makhluk berwana merah darah.


“Ini adalah salah satu ingatanku yang tersimpan dalam cermin. Tuan Astaroth memanfaatkanku untuk memperkuat mereka.”

__ADS_1


“I-i-itu ....” Youl merasa tidak asing dengan ratusan makhluk merah darah yang terlihat di dalam cermin. Mereka terlihat sangat ganas dan terus menyerang Venom meskipun tubuh mereka telah hancur.


“Mereka adalah Setan Darah. Makhluk yang diciptakan Astaroth dengan mengorbankan jutaan kehidupan di benua ini.” Hex mengepal keras tangannya.


“Ju-jutaan kehidupan?!” Alis Master Gyo terangkat.


Hex mengangguk.


“Ini sudah terjadi selama ratusan tahun. Setiap tahun setidaknya ada lebih dari sepuluh suku yang dikorbankan untuk makhluk ini. Dengan mantra pengikat yang ditanam Astaroth, ingatan mengenai suku yang lenyap akan terhapus dalam memori penduduk benua ini.”


Hex kembali melanjutkan pembicaraannya. “Suku purba seperti kami beruntung karena pendahulu kami dapat melepas mantra pengikat. Namun kami juga menyadari dalam seratus tahun ke depan setelah semua suku ditumbalkan, kami yang akan jadi berikutnya. Maka dari itu kami terus melakukan pemberontakan.”


“Meskipun dikatakan pemberontakan, sebenarnya itu cuma omong kosong. Jujur saja. Tidak ada satupun makhluk hidup benua ini yang dapat mengalahkannya. Jika Astaroth mau, dia bahkan bisa menemukan tempat persembunyian kami dengan mudah. Selama ratusan tahun ini kami cuma beruntung dapat bertahan hidup karena benua ini masih terdapat banyak suku yang dapat ditumbalkan.”


Mendengar cerita panjang Hex membuat mereka semua merasa marah.


Lyan mengatur napasnya untuk meredam amarahnya. Dia kembali memperhatikan cermin dan melihat Venom telah membunuh sebagian dari Setan Darah, namun makhluk itu hidup kembali dan berubah semakin ganas sehingga membuat Venom semakin kesulitan.


“Tadi kau bilang Astaroth memanfaatkanmu untuk memperkuat makhluk ini. Apa mereka akan semakin kuat jika terbunuh?” Sama seperti Youl, Lyan juga merasa tidak asing dengan makhluk seperti Setan Darah.


Venom mengangguk pelan. “Benar. Dari semua informasi yang kutemukan dari ingatanku yang tersimpan dalam cermin, awalnya mereka hanya berada di tingkat Energi Langit tahap awal. Tetapi setelah aku membunuh mereka terus menerus, kekuatan mereka meningkat secara drastis. Yang kuperlihatkan dicermin adalah saat terakhir kali aku bertarung dengan mereka, kekuatan mereka saat itu sudah setara puncak Pertapa Semesta.”


Lyan melihat ke arah Master Gyo, Youl dan Yuna. Mereka berempat memiliki pemikiran yang sama dan yakin kalau makhluk itu sama seperti Setan Napsu yang pernah mereka hadapi dulu ketika berada di gerbang luar Kerajaan Asmodeus.

__ADS_1


Hanya saja yang membedakan adalah batas maksimal kekuatan yang bisa dicapai Setan Napsu adalah Energi Langit tahap 8. Sementara Setan Darah yang terlihat dalam cermin sudah setara puncak Pertapa Semesta. Yang artinya Setan Darah jauh lebih berbahaya dan tidak menutup kemungkinan kekuatan Setan Darah dapat meningkat lagi sampai menembus ranah yang melebihi tingkatan pertapa.


__ADS_2