
Satu tangan lagi kembali melambai keluar dari atas kepompong yang berlubang. Satu sosok yang memiliki warna kulit putih susu tampak merangkak keluar, tingginya kira-kira setengah dari tinggi Jenderal Besar Oliver.
“Adola!” Sosok bernama Adola itu memandang Jenderal Besar Oliver sambil memiringkan kepalanya.
Jenderal Besar Oliver bisa merasakan kekuatan Adola hanya berada di tingkat Energi Langit tahap menengah, tetapi entah kenapa aura yang dipancarkan sosok itu memberi firasat buruk. Perasaannya mengatakan kalau ia harus segera melenyapkan makhluk itu.
Sebelum Jenderal Besar Oliver bertindak, Adola menyeringai dan tiba-tiba saja muncul di hadapannya. Jenderal Besar Oliver terkejut bukan main, Adola bergerak terlalu cepat hingga dia tidak sempat bereaksi. Pukulan Adola pun bersarang telak mengenai dagunya.
PLAAASH!
Jenderal Besar Oliver terpental sampai keluar dari dalam laut. Belum sempat mengambil napas, Adola kembali muncul di hadapannya.
DUAAAR!
Jenderal Besar Oliver terseret belasan meter di udara, bahkan ia lagi-lagi diserang secara bertubi-tubi dari segala arah. Jenderal Besar Oliver hanya bisa bertahan sambil menyilangkan tangan di depan, sebab ia tidak dapat melihat sosok yang terus menyerangnya itu karena terlalu cepat.
Melihat peristiwa itu membuat Veve dan para pasukan yang tengah beristirahat langsung bangkit berdiri dengan ekspresi terkejut. Sebab baru kali ini ada sosok yang dapat menandingi kemampuan Jenderal Besar Oliver.
Veve merasa tidak tenang dan ingin membantu. Saat ia baru bergerak beberapa langkah, Jenderal Besar Oliver yang menyadari segera mengirimkan telepati padanya.
‘Jangan, Veve! Dia berbahaya! Tetap di sana!’
Serangan Adola memang cepat serta tidak dapat diikuti oleh mata, tetapi setiap serangannya hanya terasa seperti dilempar dengan batu kecil. Jenderal Besar Oliver mengarahkan tangan kanannya ke tempat Veve dan para pasukan, menciptakan pelindung transparan untuk melindungi mereka.
Setelah itu ia memutuskan membiarkan serangan Adola terus menghujaninya sambil mengepal keras kedua tangannya. Tidak lama berselang gelombang energi dahsyat terpancar darinya, berhasil membuat Adola terpental hingga belasan meter di udara.
Sekujur tubuh Jenderal Besar Oliver mulai memercikkan listrik, matanya berubah menjadi biru penuh yang memercikkan listrik. Tidak lama kemudian tubuhmya berubah menjadi aliran listrik yang melesat cepat ke arah Adola.
“Tahap Nirwana ….”
Aliran listrik itu melesat melewati Adola, kepala Adola tiba-tiba terlempar ke atas.
“Hukum Petir!”
__ADS_1
BZZZT!
BZZZT!
BZZZT!
Tubuh Adola tersengat listrik bertegangan tinggi, dalam sekejap tubuh sosok itu menjadi hitam legam lalu terbakar menjadi serpihan. Bersamaan itu Jenderal Besar Oliver yang semula berubah menjadi aliran listrik kembali kewujudnya.
Mata Jenderal Besar Oliver membesar saat ia berbalik dan menemukan serpihan Adola yang melayang di udara itu dengan cepat bersatu kembali lalu wujudnya kembali seperti semula tanpa terlihat adanya cacat sedikitpun. Kemudian kepalanya yang melambung tinggi sebelumnya tertarik ke bawah hingga tersambung kembali dengan tubuhnya.
Kepala Adola berputar ke belakang, seringai terlihat dari wajahnya. “Adola!”
*****
Beberapa saat sebelum kemunculan Adola.
Lyan yang masih menempuh perjalanan tiba-tiba saja merasakan firasat buruk.
Sedangkan Lilith yang mengikutinya dari dimensi lain berkeringat dingin. ‘Energi Adola mulai terasa, menandakan sebentar lagi dia akan segera terlahir.’
Lilith merasa dilema. Sepintas ia teringat kembali akan tujuan utama Lucifer menciptakan Adola.
‘Tidak! Ini tidak adil untuknya. Tanpa petunjuk, ia tidak akan memiliki kesempatan untuk mengalahkan Adola.’
“Tu-Tuan ….”
“Ada apa, Lilith?”
Melihat kegelisahan dari raut wajah Lyan, Lilith menyadari kalau pemuda itu telah merasakan energi Adola. Ia pun segera keluar dari dimensinya.
“Maaf tidak memberitahumu lebih awal, Tu-Tuan. Sebenarnya sebelum datang menemuimu, aku telah ditugaskan oleh Tuan Lucifer untuk membangkitkan Adola.”
Lyan berhenti di udara, Lilith melakukan hal serupa. “Jangan bilang kalau perasaan buruk yang sedang kurasakan sekarang ini adalah.…”
__ADS_1
“Maaf, Tu-Tuan.”
Lyan menatap Lilith tajam. “Katakan padaku apa itu Adola.”
“Kalau begitu, Tu-Tuan harus mendengar penjelasanku sampai selesai. Aku akan menceritakannya dari awal.”
Secara singkat, Lilith menjelaskan kalau Adola adalah makhluk yang sudah lama ingin diciptakan oleh Lucifer. Syarat penciptaannya membutuhkan sejumlah besar energi planet yang hampir padam dan jiwa-jiwa iblis kuat.
Setelah mengumpulkan energi dari setiap planet yang hampir padam selama milyaran tahun dan memiliki ribuan jiwa iblis kuno dari kerajaannya sendiri, Lucifer baru menyadari kalau ia masih kekurangan sesuatu untuk menciptakan Adola. Itu adalah partikel dewa.
“Mendapatkan partikel dewa sangat sulit. Tuan Lucifer awalnya berencana membunuh dewa untuk mendapatkannya. Tapi semua itu berubah sejak dia melihat Tu-Tuan bertarung menghadapi Astaroth. Saat itu … Tu-Tuan mengeluarkan sedikit partikel dewa. Itu hanya sedikit, tetapi ketika partikel itu menempel pada tubuh Astaroth, seakan berkembang biak, partikel itu terus bertambah dan memenuhi tubuh Astaro—”
“Jadi karena itu kalian mengambil Astaroth dariku agar dapat menciptakan makhluk itu?!” seru Lyan dengan ekspresi kesal setelah tahu alasan Lucifer meminta Astaroth yang ingin ia bunuh ternyata untuk memanfaatkan partikel dewa yang berasal dari dirinya. “Katakan padaku sekarang apa tujuan Lucifer sebenarnya!”
Lilith menelan ludahnya.
“Sebenarnya tujuan Tuan Lucifer adalah.…”
Lyan dan Lilith tiba-tiba tersentak secara bersamaan, mereka bisa merasakan energi Adola membesar.
“Tu-Tuan! Adola telah lahir! Kau harus menghentikannya sekarang!”
Lyan segera terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke sumber energi Adola berasal. Lilith mengikuti dari samping.
“Aku akan membiarkanmu kali ini, Lilith. Setelah aku memusnahkan makhluk itu, kau harus menjelaskan tujuan Lucifer padaku.”
“Tu-Tuan, masalahnya … Adola yang telah lahir tidak akan dapat di bunuh sama sekali.”
Alis Lyan terangkat. “Apa maksudmu?”
“Sebenarnya, saat Adola masih berada dalam kepompong ... Itu adalah masa-masa Adola beradaptasi dengan planet ini. Ketika proses adaptasi selesai, ia akan terlahir sebagai makhluk abadi selama planet yang dia tempati masih ada. Untuk menghancurkan bumi, Tu-Tuan sendiri tahu itu mustahil dilakukan, karena sejauh ini masih belum ada makhluk di alam semesta kita yang dapat menandingi Gaia.”
“Meskipun aku memiliki kekuatan untuk menandingi Gaia, apa kau pikir aku akan mengancurkan bumi?” ucap Lyan dengan wajah kesal. “Jangan bercanda denganku, Lilith! Tidak mungkin makhluk bernama Adola itu tidak dapat dikalahkan dengan cara lain!”
__ADS_1
“Untuk membunuhnya benar-benar tidak bisa, Tu-Tuan,” kata Lilith. “Yang bisa Tu-Tuan lakukan sekarang hanyalah mengurungnya dan kesempatan itu hanya dapat dilakukan ketika ia baru lahir dan masih lemah seperti sekarang. Jika tidak, ia akan terus bertumbuh. Ketika Adola mencapai pertumbuhan sempurna ... ia akan menjadi makhluk yang sulit ditandingi oleh siapapun, termasuk diriku, Tu-Tuan.”