Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Kekuatan Baru


__ADS_3

‘Ke-kekuatan macam apa ini ….’ Pecahan Kemalasan tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Pemuda itu memiliki kekuatan di luar imajinasinya sampai wujud Rubah Iblis sekalipun tidak mampu memberikan lecet pada tubuhnya.


‘Sudah kuduga. Lyan telah mencapai ranah yang lebih tinggi setelah menyerap kekuatan kristal jiwa.’ Master Gyo yang menyaksikan dalam ruang jiwa tidak bisa menghentikan kekagumannya. ‘Tapi ada yang berbeda. Selain kekuatan iblis, aku jiga bisa merasakan kekuatan dewa darinya. Jangan bilang Rain telah ….’


FLAAASH!


Pecahan Kemalasan menelan ludahnya ketika Lyan yang tiba-tiba saja sudah ada di belakangnya bergumam pelan.


“Kita tidak perlu bertarung dan bisa bicara baik-baik. Bersatulah dengan Master Gyo.”


Pecahan Kemalasan yang sebelumnya tegang menghela napas lega.


“Ya, aku menyerah,” ucapnya sambil mengangkat kedua tangannya, dia tidak berniat melanjutkan pertarungan yang mustahil untuk dimenangkan. “Berusaha sekeras apapun menghadapimu, hasilnya akan sama.”


Master Gyo keluar dari ruang jiwa.


“Aku memilih orang yang tepat, bukan?”


“Hm~ Aku belum bisa menilainya karena pemuda yang kau pilih ini belum bertarung dengan Hex. Apa aku boleh ajukan persyaratan untuk—”


“Ah, bukan persyaratan, tapi permohonan.” Pecahan Kemalasan dengan cepat memperbaiki ucapannya saat melihat tatapan mata Lyan membesar.


“Kau ingin muridku bertarung dengan orang yang kau pilih? Baiklah kalau begitu… karena sebelumnya kau berniat menelanku, kali ini giliran aku yang melakukannya.”


“Tidak, tunggu sebentar!” Pecahan Kemalasan segera bersujud. “Sebelum membuatku bersatu denganmu, aku memiliki permintaan terakhir.”


“Katakan itu.”


“Apapun yang terjadi, jangan membunuh Hex. Dia bukan orang yang buruk.”


Master Gyo bisa memahami hubungan yang terjalin antara Pecahan Kemalasan dengan Hex tidak jauh berbeda dengan hubungannya dengan Lyan. Master Gyo masih bisa merasakan kekuatan Light di luar sana yang menandakan orang itu tidak buruk. Jika dia serius, Light tidak akan dapat bertahan cukup lama menghadapinya yang merupakan seorang Pertapa Semesta.


Namun, Master Gyo menyerahkan semuanya pada Lyan.


“Bagaimana menurutmu, Lyan?”


“Semua tergantung dengan kondisi guru.”


“Hm… Baiklah, jika Light masih baik-baik saja, kami tidak akan membunuhnya.”


Master Gyo segera menyerap Pecahan Kemalasan dan tubuhmya mulai mengeluarkan cahaya. Setelah cahaya meredup sosok pria berambut putih mulai terlihat.



“Ah… Sudah lama sekali aku tidak menggunakan wujud manusiaku yang kudapatkan setelah menjadi pertapa.”

__ADS_1


Lyan tersenyum melihat Master Gyo terlihat sangat bahagia setelah berhasil menyatukan seluruh kepingan jiwa.


“Selamat, Master. Tapi aku harus minta maaf karena tidak bisa merayakannya. Guru Light memerlukan bantuan kita sekarang.”


“Kau benar, Lyan. Mari kita ke sana.”


*****


BAAAM!


BAAAM!


BAAAM!


Pertarungan antara Light melawan Hex masih berlanjut dengan sengit. Setelah bertukar beberapa serangan keduanya sama-sama termundur beberapa langkah.


“Luar biasa. Aku tidak menyangka kau memiliki kekuatan sebesar itu.” Hex memberi pujian sambil tertawa.


Light tidak membalas perkataan karena menyadari Hex tidak pernah serius sama sekali saat menghadapinya. Meskipun telah mendapatkan kemampuan baru dari matahari hitam, tingkat kekuatannya sekarang masih jauh dari Pertapa Semesta. Alasannya dapat bertahan sejauh ini dalam pertarungan dikarenakan Hex menyetarakan tingkat kekuatan dengan dirinya.


Disamping itu kobaran api hitam pada tubuhnya semakin mengecil, menandakan kekuatan matahari hitam dalam dirinya akan segera lenyap.


HAAAH!


BAAAM!


DUAAAR!


BAAAM!


“Sepertinya sudah berakhir.”


Hex bisa melihat api hitam yang sebelumnya berkobar pada tubuh Light telah padam. Kekuatan pria itu juga turun drastis bersamaan padamnya api hitam tersebut.


“Terima kasih atas hiburannya. Aku akan memberikan apresiasi atas kerja kerasmu yang telah menghibu—”


Mata Hex tiba-tiba membesar ketika menyadari aura Pecahan Kemalasan tidak dapat dirasakan lagi.


“Tidak, tidak mungkin!”


Ketika dia berbalik memandang ke arah goa, dia menemukan dua sosok keluar dari sana.


“Kalian … Jangan bilang Pecahan Kemalasan telah ….”


“Dia telah menyatu dengan—”

__ADS_1


Ucapan Master Gyo terhenti ketika tinju yang dialiri kekuatan dahsyat mengarah ke wajahnya. Namun pukulan Hex terhenti ditahan oleh Lyan tepat saat hampir mengenai wajah Master Gyo.


“Mundur, Master, dia tidak dapat diajak bicara saat ini.” Lyan memberi peringatan.


Master Gyo mengangguk sebelum hilang dan muncul di samping Light.


“Aku ucapkan selamat karena berhasil menyatu dengan semua kepingan jiwamu.” Light yang tampak kelelahan setelah menggunakan begitu banyak energi matahari hitam memberikan ucapan selamat atas keberhasilan Master Gyo. Selain berubah ke wujud manusia, Light bisa merasakan Master Gyo sekarang telah menjadi Pertapa Langit.


“Ini berkat Lyan. Dia berhasil bangkit di saat yang tepat.”


“Orang itu kuat. Sejak tadi dia hanya bermain-main denganku tanpa mengeluarkan kekuatan penuh. Apa kau yakin Lyan dapat mengalahkannya?”


Light menyadari Lyan bertambah kuat setelah berhasil menyerap kristal jiwa, tetapi lawan yang dihadapi kali ini adalah seorang Pertapa Semesta yang sedang marah dan mungkin akan menggunakan kekuatan penuh.


Master Gyo tersenyum.


“Tenang saja. Meskipun pria itu seorang Pertapa Semesta, aku yakin Lyan tidak akan kalah sekarang.”


Sementara Hex yang pukulannya dihentikan Lyan melepas gelombang energi dahsyat sambil berkata, “Ini salahku karena membiarkan kalian masuk. Aku akan membuat kalian membayar perbuatan kalian padanya.”


Mata Hex berubah warna menjadi merah darah diikuti urat-urat menonjol keluar sekitar wajah. Aura merah pekat mulai muncul di sekujur tubuhnya, Lyan bisa merasakan kekuatan pria itu meningkat secara signifikan.


“HAAAAH!”


DUAAAAR!


Seruan keras Hex menciptakan gelombang energi yang jauh lebih dahsyat, bahkan saking kuatnya membuat perisai transparan ciptaan Hex hancur berkeping-keping. Goa beserta daratan pulau di depan pria itu lenyap menjadi lautan.


Dari dalam kepulan asap tampak sosok Lyan berdiri di atas laut dengan tangan yang masih mencengkeram kepalan tangan Hex.


‘Siapa orang ini? Dia jelas bukan orang yang kutemui sebelumnya.’


Hex sangat ingat pemuda itu sebelumnya bahkan kesulitan menahan angin yang keluar dari sentilannya. Bagaimana mungkin secara tiba-tiba pemuda itu sekarang bisa menahan pukulan serta gelombang energi hasil dari peningkatan kekuatannya?


Hex menggertak giginya. Kalau tahu pemuda itu sekuat ini jelas dia tidak akan membiarkannya bertemu dengan Pecahan Kemalasan. Dia semakin marah pada dirinya yang meremehkan pemuda itu yang mengakibatkan rekannya diserap oleh Master Gyo.


“GRAAAGH!”


Dengan emosi yang meluap-luap Hex melepas pukulan keras dengan tangannya yang bebas.


DUAAAR!


Pukulan maha dahsyat itu bahkan sampai membuat air lautan bergetar dan menjulang tinggi puluhan meter ke atas. Angin pukulannya bahkan membuat Light dan Master Gyo yang menyaksikan dari jauh terseret mundur.


Namun setelah air lautan terhempas ke bawah, sosok Lyan masih terlihat berdiri kokoh tanpa bergeser sedikitpun dari tempatnya. Dia bahkan berhasil menahan pukulan maha dahsyat itu dengan tangan satunya secara sempurna.

__ADS_1


__ADS_2