
“Bicara sekali lagi maka aku yang akan membunuhmu, Zemus.”
Zemus terdiam. Walaupun Venom mengatakannya dengan ekspresi datar, pria tua yang masih berbentuk gumpalan tua itu mengenalnya cukup baik. Dia tahu ancaman Venom tidaklah main-main.
“Ketahuilah aku tidak bermaksud meremehkanmu. Jujur. Di benua ini tidak ada makhluk yang sekuat dirimu selain Tuan Astaroth. Aku menghormati yang kuat dan jika ingin melakukan pertarungan, aku hanya ingin menghadapimu dalam kondisi prima.”
Sisi Gelap tidak merasakan kebohongan dari perkataan Venom. Jika ingin menyerang maka pria itu sudah melakukannya sejak menyelinap masuk ke perisai transparan tanpa sepengetahuannya barusan.
Disamping itu meskipun dirinya masih dapat bertarung, Sisi Gelap telah mengerahkan kekuatan penuh saat menghadapi Lilia. Menggunakan kekuatan penuh pada saat Youl belum menjadi pertapa membuat tubuh yang dia kendalikan sekarang mengalami kelelahan sehingga inderanya tumpul tidak menyadari kehadiran Venom.
Sisi Gelap berusaha menyembunyikan kelemahannya, namun dia tidak menyangka pria yang mengenakan penutup mata yang baru dia temui itu dapat menyadarinya. Pria itu jelas tidak akan mudah dihadapi dalam kondisi sekarang.
“Baiklah, tetapi dengan satu syarat.”
“Katakan padaku.”
Mata Sisi Gelap melirik ke arah daratan, matanya bergerak seperti sedang mencari seseorang diantara pasukan di daratan yang telah berhenti bertarung.
“Orang itu tidak akan kulepaskan.”
Sisi Gelap menyeringai ketika pandangannya tertuju pada Joe. Pria itu tiba-tiba merasa tercekik dan terangkat ke atas. Raut wajah pasukan lawan memucat melihat peristiwa itu.
Zemus tidak setuju karena Joe merupakan tangan kanannya. “Ka—”
Namun ucapannya tertahan karena Venom memberikan tekanan besar padanya.
“Bagaimana? Apa kau setuju?”
Joe yang sedang meronta-ronta dengan wajah yang tampak pucat sudah berada di hadapan harimau itu.
Venom tidak mengerti mengapa Sisi Gelap tertarik dengan Joe. Tapi dia tidak peduli. Tidak ada alasan baginya untuk menolak daripada harus kehilangan Lilia dan Zemus yang lebih berharga.
Venom mengangguk setuju.
__ADS_1
“Kita akan bertemu lagi.” Venom berteleportasi ke tempat Lilia dan segera mengangkat tubuh wanita itu. “Aku harap kau menjaga kondisimu sebelum saat itu tiba karena aku akan mengerahkan semua kemampuanku.”
Venom meminta Zemus untuk menarik mundur pasukan lalu menghilang dari sana. Zemus yang sudah kembali berubah menjadi manusia hanya bisa menatap kesal Sisi Gelap yang telah menawan Joe sebelum memerintahkan seluruh pasukan untuk mundur.
“Hidup Tuan Harimau!”
“Hidup Tuan Harimau!”
Pemimpin suku bersama seluruh pasukannya bersorak memeriahkan kemenangan mereka. Meskipun ribuan anggota mereka gugur, suku purba memberi perlawanan dan berhasil membunuh 3x lebih banyak dari jumlah anggota mereka yang gugur. Semua tidak terlepas dari bantuan Sisi Gelap yang beberapa bulan lalu memberi mereka pencerahan sehingga kekuatan mereka meningkat drastis. Berkat harimau itu juga lawan terpaksa mundur karena pemimpin mereka telah dikalahkan.
Namun Sisi Gelap yang masih berada di udara tampak tidak peduli. Entah kenapa pria bernama Venom itu mengganggu pikirannya.
‘Sisi Terang, kita akan bertemu dengan pria itu lagi setelah Tuan kembali. Sebelum saat itu tiba aku harap kau sudah menjadi seorang pertapa.’
*****
Tiga minggu kemudian.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa minggu, Lyan bersama rekan-rekannya belakangan ini selalu bertemu dengan lawan yang datang secara berkelompok. Meskipun kalah jumlah, Lyan bersama lainnya dapat mengatasi mereka semua dengan mudah, laju mereka bahkan tak tertahan sedikitpun ketika menghadapi lawan-lawan yang terus datang untuk mengantar nyawa.
Untungnya Hex memberi penjelasan mengenai beberapa suku yang tak takut mati sehingga rasa penasaran Master Gyo terobati dengan cepat.
“Apa kau pernah bertemu dengan tiga pemimpin suku terkuat?” Light tiba-tiba bertanya pada Hex, memecah suasana yang sempat hening.
Hex mengangguk. “Aku juga pernah bertarung dengan dua di antara mereka. Yang pertama bernama Zemus. Dia adalah pria tua yang telah menjadi Pertapa Langit.”
“Pria tua? Apa dia memakai tongkat?” tanya Master Gyo yang mengingat Zemus.
Hex mengangguk pelan. “Kau pernah bertemu dengannya?”
“Saat di Area Iblis Pohon, kami sempat bertarung dengannya. Dia merepotkan tapi cukup bodoh karena mudah dibohongi. Pria tua itu pasti menaruh dendam padaku karena sempat menipunya agar dapat melarikan diri.” Master Gyo tertawa pelan.
“Dia sebenarnya tidak jauh berbeda denganmu. Ketika menyadari aku lebih kuat darinya, dia memohon ampun agar dibiarkan hidup.” Hex tertawa lepas.
__ADS_1
Master Gyo tidak senang mendengarnya. “Jelas berbeda, tahu! Meskipun tujuannya sama-sama melarikan diri, memohon pengampunan dari lawan adalah hal terhina yang tidak akan pernah kulakukan!”
“Ah, baiklah, aku percaya padamu.” Hex kembali tertawa, membuat Master Gyo kesal karena merasa seperti diejek.
Lyan hanya menyimak di depan sambil tersenyum tipis.
“Lalu yang selanjutnya? Apa lebih kuat dari pria tua bernama Zemus?” Light kembali bertanya. Dia tampak serius ingin mengetahui mengenai kekuatan tiga pemimpin suku terkuat.
“Hm, yang satunya lagi adalah seorang wanita bernama Lilia. Dia jelas lebih kuat dari Zemus karena dia adalah seorang Pertapa Semesta. Aku sempat bertarung beberapa kali dengannya dan pertarungan kami tidak pernah tuntas sehingga pemenangnya tidak dapat ditentukan.”
“Maksudnya?” tanya Master Gyo.
“Dia memiliki kemampuan yang bernama Doppleganger. Bersentuhan sedikit saja dengan Doppleganger-nya akan menciptakan ledakan mematikan."
“Dan seingatku saat bertarung dengannya Lilia pernah mengatakan dalam seminggu dia dapat menggunakan 50 Doppleganger. Karena kemampuan itu merepotkan dan membuat otot-ototku sakit saat terkena ledakannya, aku memutuskan untuk meninggalkan pertarungan.” Hex menghela napas panjang.
“Bilang saja kau kabur, Sialan. Ternyata kau tidak jauh berbeda dengan Zemus.” Master Gyo tertawa lepas.
“Enak saja! Aku tidak sehina dirinya yang memohon ampun pada lawan!” Hex tidak terima disamakan dengan Zemus. “Aku juga tidak kabur. Hanya saja meninggalkan pertarungan karena terkena ledakan Doppleganger itu amat menyebalkan.”
“Ah, baiklah, aku percaya padamu.” Master Gyo terkekeh, membuat Hex merasa kesal.
“Lalu mengenai pemimpin suku yang tidak pernah kau hadapi, apa kau mengetahui tentang dirinya?” Light kembali bertanya.
“Hm, dia seorang pria bernama Venom. Dibandingkan Zemus dan Lilia, aku paling sering bertemu dengannya.”
Hex menggaruk kepalanya dengan keras. Wajahnya tampak kesal.
“Dia adalah orang yang paling menyebalkan! Selalu muncul secara tiba-tiba dan mengagetkanku disaat aku sedang melakukan sesuatu.”
“Kalian sering bertemu tetapi tidak pernah bertarung? Bukankah kalian musuh?” tanya Master Gyo penasaran.
Hex kembali menggaruk kepalanya.
__ADS_1
“Bagaimana mengatakannya, ya? Aku juga tidak mengerti dirinya. Yang jelas di antara semua pemimpin suku terkuat, dia adalah yang paling berbahaya.”