Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Lyan Vs Astaroth 2


__ADS_3

Astaroth berusaha menghancurkan jurus Lyan dengan tebasan pedangnya, namun semua tebasannya tidak sanggup menghancurkan jurus tersebut, membuat Alis Astaroth terangkat ke atas.


DUAAAR!


Ledakan besar terjadi akibat ledakan jurus tersebut. Astaroth yang mulai terlihat setelah kepulan asap menipis mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya.


“Kau….”


Belum selesai bicara Astaroth sudah melihat dua cincin muncul di sebelah kanan dan kirinya.


“HYPERNOVA BURST!”


Dari dalam dua cincin tersebut tiba-tiba menembakkan sinar hitam mengarah ke tempat Astaroth, Astaroth bisa merasakan ancaman besar dari jurus itu dan memutuskan untuk melompat ke atas menghindar sehingga serangan Lyan hanya mengenai udara hampa.


KABOOOM!


‘Manusia ini … Walaupun hanya seorang Xora puncak Bintang Hitam, serangannya tidak boleh dianggap remeh.’ Astaroth menatap Lyan dengan ekspresi dingin.


Setelah terkena satu serangan Lyan, Astaroth menyadari setiap serangan pemuda itu mengandung kekuatan dewa dan iblis yang kuat sehingga mampu melukai dirinya.


Astaroth seketika tersadar saat melihat Lyan sedang menghimpun tenaga pada kedua tinjunya yang terletak di dekat pinggang. Pemuda itu menghimpunnya cukup lama hingga api pada kedua tinjunya berkobar besar.


Merasa pemuda itu akan lebih merepotkan kali ini, Astaroth memutuskan untuk menyerang Lyan terlebih dahulu menggunakan rentetan angin dari tebasan pedangnya.


Sementara Lyan yang sudah menghimpun banyak tenaga pada kedua tinjuanya segera melepas hujan pukulan yang mengeluarkan puluhan naga api yang jauh lebih panas dari sebelumnya.


“NUCLEAR PUNCH!”


Astaroth sedikit terkejut melihat serangannya kali ini tidak dapat memotong puluhan naga api yang bergerak mendekat. Astaroth akhirnya bergerak mundur menghindari kejaran puluhan naga api sebelum tertawa lantang.


“Bagus! Kau selalu melebihi ekspetasiku.” Dari ruang kosong belakang Astaroth muncul ribuan pedang hitam yang dilapisi aura gelap mengerikan. “Tapi sayangnya itu masih belum cukup untuk mengalahkanku.”


Astaroth mengarahkan pedangnya ke depan, ribuan pedang hitam itu bergerak cepat melesat ke arah puluhan naga api.


“HUNGRY SWORD!”


KABOOOM!


KABOOOM!

__ADS_1


KABOOOM!


Benturan kedua jurus itu menciptakan ledakan maha dahsyat, membuat perisai transparan berlapis yang diciptakan Lyan saat menghadapi Setan Darah hancur berkeping-keping. Lyan sedikit terluka akibat benturan serangan dahsyat tersebut.


Setelah kepulan asap menipis Lyan tiba-tiba merasakan tekanan kuat mengerikan muncul saat Astaroth mengangkat pedangnya ke atas. Mata Lyan membesar saat mendapati tubuhnya mendadak tidak dapat digerakkan.


Aura hitam mengerikan tiba-tiba muncul disekitar pedang Astaroth, tekanan terasa semakin besar saat aura pedang tersebut menjulang tinggi sampai melubangi langit.


‘Jika serangan sedahsyat itu dilancarkan, benua ini akan lenyap dalam sekejap!’ Lyan merapatkan giginya, dengan segenap tenaga dia berusaha menggerakkan ujung jarinya untuk menciptakan perisai transparan berlapis-lapis untuk membendung serangan Astaroth agar tidak melenyapkan benua ini.


Astaroth tertawa lantang melihat perisai transparan berlapis-lapis membentangi mereka berdua. “Apa kau pikir perisai seperti ini sanggup membendung kekuatanku?”


Astaroth berseru lantang sambil mengayunkan pedangnya.


“PHANTOM SWORD!”


KABOOOM!


Serangan Astaroth mengenai Lyan dengan telak, membuat tubuhnya bersimbah darah. Serangan tersebut juga telah menghancurkan perisai transparan berlapis yang diciptakan oleh Lyan.


DUAAAR!


DUAAAR!


DUAAAR!


“Lyan!” Yuna berseru panik melihat Lyan terkena serangan sedahysat itu. Tanpa berpikir panjang dia segera melesat menuju ke tempat Lyan.


‘Jangan, Yuna!’ Lyan mengirim telepati, membuat wanita itu segera menghentikan langkahnya.


Yuna menggigit bibirnya ketika menemukan Lyan masih berdiri dalam kepulan asap menipis dengan tubuh bersimbah darah. ‘Ta… Tapi ….’


‘Aku baik-baik saja. Percayakan semuanya padaku.’


Yuna tidak tahu harus berkata apa setelah mendengar perkataan Lyan yang terdengar dalam kepalanya. Dia hanya bisa menundukkan kepala sambil mengepal keras tangannya.


Sementara Astaroth terdiam membisu saat melihat Lyan masih sanggup berdiri setelah terkena serangan barusan, wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut. ‘Aku tahu dia adalah manusia spesial yang memiliki kekuatan dewa dan iblis, tapi bagaimana mungkin dia tetap dapat bertahan setelah terkena serangan barusan ….’


Astaroth tidak dapat menahan keterkejutannya karena Lyan yang jelas lebih lemah darinya itu tidak langsung tewas setelah terkena Phantom Sword yang merupakan salah satu jurus terkuatnya.

__ADS_1


“Terlalu cepat untuk terkejut.” Lyan menyadari alasan Astaroth mematung dengan ekspresi terkejut disebabkan dirinya masih dapat bertahan oleh serangan dahsyat barusan.


Astaroth seketika tersadar. “Apa maksudmu.…”


Lyan mengangkat tangan kanannya ke atas. “Karena pertarungan selanjutnya akan menyebabkan kerusakan yang lebih besar, kita akan lanjutkan di tempat lain.”


“LOTUS WORLD!”


Seketika area pertarungan mereka berubah menjadi medan yang daratannya dipenuhi oleh kelopak bunga putih yang menggunung. Dari langit bisa terlihat kelopak bunga putih terus berguguran jatuh melewati mereka berdua.


“Membawaku ke dalam dunia dimensimu?” Astaroth tertawa pelan. “Bagus. Tandanya kau akan kembali menunjukkan sesuatu yang menarik. Meskipun aku sadar kau akan mendapat keuntungan dari dunia dimensimu, aku tetap tidak akan kalah darimu.” Astaroth menancapkan pedangnya ke tanah. Meskipun sebelumnya sempat terkejut Lyan masih dapat bertahan terhadap serangan mematikannya, dia masih percaya diri dapat mengatasi Lyan di dalam Lotus World.


Lyan tersenyum tipis. “Kau akan menyesali ucapanmu.”


Tiba-tiba disekujur tubuh Lyan mengeluarkan aura putih pekat yang berkobar besar. Aura putih itu terus membesar hingga akhirnya menjulang sampai ke ujung langit sebelum menghasilkan ledakan dahsyat.


“TRANSFORMASI KHUSUS, ALPHA!”


KABOOOM!


Sosok Lyan yang sedang menutup mata sambil meletakkan tangan dipunggungnya mulai terlihat setelah kepulan asap menipis. Rambut Lyan berubah menjadi panjang serta berwarna putih, di atas kepalanya terdapat dua telinga rubah. Beberapa bunga lotus putih juga terlihat melayang di sekitarnya.


Ketika Lyan membuka matanya gelombang energi maha dahsyat seketika keluar dari tubuhnya, membuat Astaroth cukup terkejut karena gelombang energi yang membuat rambutnya sedikit beterbangan itu memberikan tekanan yang luar biasa.


Astaroth yang sempat mematung sesaat tiba-tiba menyeringai lalu tertawa seperti orang gila.


“Ini jadi masuk akal. Seorang Xora Bintang Tunggal tentu tidak akan terbunuh dengan jurus Phantom Sword.” Astaroth kembali tertawa. “Aku tidak menyangka kau terus menyimpan kekuatan meskipun sedang menghadapi iblis level tinggi sepertiku.”


Astaroth mengarahkan pedangnya ke arah Lyan. “Aku harap ini adalah kemampuanmu yang sebenarnya karena aku tidak akan bermain-main lagi. Aku semakin ingin mendapatkan jasadmu secepatnya!”


Astaroth mengangkat pedangnya ke atas lalu langit seketika membentuk pusaran besar. Tidak lama berselang sinar hitam tiba-tiba keluar dari pusaran dan jatuh menghantam tubuh Astaroth.


“TRANSFORMASI!”


KABOOOM!


Dari kepulan asap yang menipis sosok Astaroth yang berubah menjadi wujud iblis mulai terlihat. Gelombang energi yang keluar dari tubuhnya menciptakan tekanan maha dahysat, membuat Lotus World mengalami getaran hebat. Aura gelap yang menyelimuti tubuh Astaroth bahkan mengakibatkan kelopak bunga putih yang berguguran disekitarnya tercemar dan berubah warna menjadi hitam.


__ADS_1


__ADS_2