Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Mengatasi Adola


__ADS_3

Beberapa saat setelah kepompong itu terbentuk di tiap wilayah, tekanan yang dikeluarkan semakin kuat. Dampaknya, para prajurit yang berada dalam raidus belasan meter dari kepompong itu meledak menjadi gumpalan darah.


Carera tahu jika kepompong itu menetas, akan ada sesuatu yang mengerikan keluar dari sana. Ancaman yang mereka hadapi akan semakin besar. Ia pun menyadarkan semua orang yang masih bergetar ketakutan. “Jangan diam saja, serang!”


Snow dan White yang ada di wilayah barat, serta Yuna dan Jenderal Felline yang ada di wilayah selatan juga bertindak demikian. Namun, semua serangan mereka tidak dapat menghancurkan kepompong tersebut, sementara dipihak mereka semakin banyak prajurit yang tewas menjadi gumpalan darah.


Korban semakin bertambah, semangat tempur para prajurit menciut melihat rekan-rekan mereka tewas satu persatu secara mengerikan. Ketakutan mulai menghantui mereka.


Di tengah keputusasaan, tiba-tiba saja terpancar aura besar yang hangat. Aura itu berasal dari rekan-rekan Lyan.


“Jangan cemas, kami akan mengatasinya.”


Dengan tatapan tenang, Yuna, White, Snow, Carera serempak berkata demikian seakan hati mereka terhubung meskipun berada di tempat yang berbeda.


*****


Lyan seketika tersadar, ia tidak bisa membiarkan pertarungan berlanjut di sini. Sebab, pertarungan Xora level atas seperti mereka akan menghancurkan Benua Terang dengan mudah.


‘Lilith! Pindahkan Adola ke tempat yang lebih tinggi!’ Lyan mengirim telepati pada Lilith.


‘Baik, Tu-Tuan!’


Lilith pun muncul di depan Adola dan menyentuhnya, seketika mereka berteleportasi jauh di atas daratan.


Adola mengangkat tangannya yang terkepal, menghantamnya ke arah Lilith, Lilith bereaksi cepat menahan serangan itu. Ia pun memberi serangan balasan dengan tapaknya, membuat Adola terhempas puluhan meter.


Saat ini Lilith memang masih lebih kuat dari Adola, tetapi ia tidak berani meremehkannya sebab sadar hanya tinggal menunggu waktu saja untuk Adola melampaui kekuatannya.


“Apa tidak ada cara lain untuk mengalahkan makhluk ini, Lilith?” tanya Lyan yang baru tiba di samping Lilith.


“Masih ada satu cara tersisa, Tu-Tuan,” jawab Lilith yang kembali memukul Adola yang mendekat, membuat makhluk itu terhempas puluhan metwr di udara. “Kita harus memindahkan Adola dari planet ini.”


Jika orang lain yang mendengarnya, maka mereka akan menganggap ucapan Lilith hanyalah omong kosong. Namun berbeda dengan Lyan yang tahu jika para iblis adalah makhluk yang bukan berasal dari bumi.


‘Lilith menggunakan kata ‘kita’ yang artinya ia tidak dapat memindahkan Adola dengan kekuatan teleportasinya. Kalau begitu …’


“Baiklah, mari kita lakukan.”


Secara bersamaan Lyan dan Lilith mulai mengeluarkan aura yang berkobar besar. Lalu mereka terbang dengan kecepatan tinggi, mendorong Adola ke atas.

__ADS_1


Awalnya Adola terdorong dengan cepat, namun seiring semakin lama dorongan mereka melambat. Adola menyeringai, matanya tiba-tiba memancarkan cahaya putih. Ia lalu mengayunkan kedua sikunya yang terangkat.


“ADOLAAA!”


BOOOM!


Lyan dan Lilith berhasil menghindari serangan tersebut dengan bergerak mundur. Serangan mengerikan yang bahkan dapat membuat ledakan besar pada ruang hampa.


“Aku tahu kekuatan makhluk ini akan terus meningkat seiring berjalannya waktu, tapi kekuatan yang terus meningkat secara signifikan hanya dalam hitungan detik … ini benar-benar tidak masuk akal.”


“Itu karena ada beberapa Adola lain yang terlahi... Tidak, saat ini mereka masih dalam bentuk kepompong dan tersebar di tiap wilayah tempat dimana rekan-rekan Tu-Tuan berada. Jika mereka berhasil menghancurkan kepompong sebelum makhluk itu lahir, Adola akan melemah sesaat, tetapi jika yang terjadi sebaliknya, Adola yang terlahir akan segera menyatu dan bencana akan terjadi.”


“Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu mari kita berusaha sekali lagi mengeluarkannya dari bumi sebelum Adola lain terlahir.”


Lyan dan Lilith kembali melepas aura namun jauh lebih besar dari sebelumnya. Mereka melesat dengan kecepatan ekstrim dan kembali mendorong Adola ke atas.


‘Tinggal sedikit lagi.’ Secara serempak Lyan dan Lilith membatin sambil merapatkan gigi mereka.


Namun tiba-tiba saja dorongan mereka kembali melambat. Sekujur tubuh Adola mulai mengeluarkan urat-urat mengerikan, bahkan tubuhnya pun sedikit membesar.


“ADOLAAA!”


‘Sial, kekuatannya lagi-lagi meningkat secara signifikan. Jangan bilang kalau Yuna dan lainnya gagal menghancurkan kepompong itu….’ Lyan membatin sambil merapatkan giginya.


BOOOM!


BOOOM!


Di saat Lyan hampir merasa putus asa, muncul letupan ledakan di sekitar sayap Adola, makhluk itu menjerit kesakitan.


Dorongan mereka yang sempat terhenti kini melaju kembali. Lyan tersenyum sumringah. Sebab ia tahu ini semua dapat terjadi karena rekan-rekannya berhasil menghancurkan kepompong.


‘Kerja bagus!’ Lyan memuji rekan-rekannya dalam hati. Itu adalah Yuna yang telah berhasil menghancurkan kepompong wilayah selatan.


Namun itu masih belum cukup. Adola memang melemah tetapi itu hanya sesaat dan dorongan mereka melambat kembali.


BOOOM!


BOOOM!

__ADS_1


“KHAAAGH!”


Jeritan Adola kembali terdengar. Kali ini tidak hanya sekujur tubuhnya saja yang meledak, otot-otot Adola yang membesar sebelumnya sekarang mulai mengecil. Kali ini kepompong di wilayah timur berhasil dimusnahkan oleh Carera.


Lyan dan Lilith berhasil mendorong Adola kembali. Di belakang Adola sudah terlihat angkasa gelap. Hanya tersisa sedikit lagi mereka akan berhasil menjauhkan makhluk itu dari bumi.


Sayangnya lagi-lagi langkah mereka terhenti. Adola tampak berusaha keras menahan agar dirinya tidak terdorong lebih jauh. Ia pun hendak melancarkan serangan mematikan.


KABOOOM!


Kali ini Lyan dan Lilith tidak menghindar sehingga pukulan Adola berhasil mengenai mereka. Darah tampak mengalir di sudut bibir mereka.


‘Sial, tingal sedikit lagi! Ayolah!’ Lyan merapatkan giginya. Dengan sekuat tenaga ia mendorong Adola namun itu tidak bekerja.


“ADOLAAA!”


Kedua tangan Adola yang terangkat ke atas mulai terkepal. Mengeluarkan cahaya menyilaukan di setiap sela-selanya. Makhluk itu hendak menghantam Lyan dan Lilith lagi dengan pukulan yang lebih mematikan dari sebelumnya.


Tetapi sebelum itu terjadi, pergerakan Adola mendadak terhenti. Matanya tiba-tiba mengeluarkan darah. Tidak lama setelah itu ledakan demi ledakan mulai menghujani tubuhnya.


“ADOLAAA!”


Penyebab itu terjadi tidak lain karena White dan Snow yang ada di wilayah barat telah berhasil menghancurkan kepompong terakhir. Melihat pemandangan itu membuat Lyan tersenyum lebar.


‘Semuanya, terima kasih. Kali ini biar aku dan Lilith yang urus sisanya.’


“GRAAARGH!” Lyan berteriak lantang. Dengan sekuat tenaga ia kembali mendorong Adola.


Dan akhirnya mereka berhasil mengeluarkan Adola dari bumi. Adola langsung terhempas jauh.


Apa yang terjadi? Lyan tidak mengerti mengapa Adola langsung terhempas jauh dengan sangat cepat setelah keluar dari bumi.


Bahkan itu tidak berhenti meskipun telah menabrak serta dan menghancurkan beberapa planet.


Lyan memperhatikan kedua telapak tangannya. Entah kenapa ia merasa kekuatannya mendadak meningkat sampai di level yang berada di luar nalar.


Hatinya berdebar.


Ia bahkan merasa dirinya yang sekarang dapat dengan mudah menghancurkan planet-planet yang berada di angkasa.

__ADS_1


__ADS_2