
Kedua serangan yang bertabrakan itu membuat Lilia termundur beberapa meter di udara, sementara Hex harus terpental jauh hingga puluhan meter sambil memuntahkan darah dari mulutnya.
Light yang belum lama tiba segera menahan tubuh Hex agar tidak terpental semakin jauh.
“Gu-Guru Ketiga ….”
“Dia bukan lawan yang mudah, kita harus melawannya dengan menggunakan seluruh kemampuan.”
Hex mengangguk pelan sebelum kristal merah muncul menyelimuti seluruh tubuhnya. Sementara Light melakukan transformasi menjadi Iblis Matahari.
“Hati-hati, Guru Ketiga, dia belum menggunakan Doppleganger-nya sama sekali saat melawanku.” Hex memperingatkan Light untuk waspada pada salah satu kemampuan mengerikan yang dimiliki wanita itu.
Light melirik pria itu sebelum pandangannya dialihkan pada Lilia. “Aku bisa jaga diri.”
Sementara Lilia tertawa pelan lalu menciptakan perisai transparan yang besar menutupi mereka.
“Kalian ingin mengeroyokku? Tidak masalah, aku akan melayani kalian.”
Lilia melepas aura ungu pekat yang besar sebelum dari atas kepala hingga ujung kakinya berubah warna menjadi ungu.
Hex segera lompat ke atas lalu mengangkat tangannya tinggi, sebuah pusaran merah raksasa tiba-tiba muncul di belakangnya. Hujan sinar yang tak terhitung jumlahnya muncul dari pusaran saat tangannya mengarah pada Lilia.
“Meteor Soul!”
Sementara Light mengangkat satu jarinya yang mengeluarkan bola hitam panas yang terus membesar lalu melemparkannya ke arah Lilia.
“Sun Flare!”
Lilia menyeringai, dia lalu membelah dirinya menjadi dua. “Doppleganger!”
Doppleganger Lilia yang memiliki tubuh berwarna ungu itu bergerak ke depan dan menahan semua serangan yang datang dengan tubuhnya sebelum terjadi ledakan dahsyat yang membuat perisai transparan retak. Akibatnya ledakan maha dahsyat itu, Light dan Hex terpental sampai menabrak perisai transparan sebelum jatuh ke bawah.
__ADS_1
‘Si-sial … ledakan Doppleganger ini lebih mengerikan daripada yang biasa.’ Hex yang tubuh kristalnya mengalami keretakan besar membatin. Dibandingkan dengan Doppleganger Lilia yang pernah dihadapi sebelumnya, Doppleganger dengan tubuh berwarna ungu ini memiliki daya ledak yang jauh lebih mematikan.
Ledakan dahsyat itu bahkan membuat Light terluka parah, tubuhnya yang kembali ke wujud normal itu tampak bersimbah darah. Hex yang melihatnya mulai khawatir. “Gu-Guru ketiga … ”
“Sungguh menyedihkan. Hanya karena satu Doppleganger saja kalian sudah seperti ini.” Lilia menghela napas. “Apa aku harus mengakhir kalian sekarang?”
Pada saat Lilia selesai bicara, Light dan Hex tiba-tiba menghilang dari perisai transparan, membuat alis Lilia terangkat ke atas. ‘Apa?!’
Tidak lama kemudian Lilia merasakan aura mengerikan muncul secara tiba-tiba, dia menemukan pancaran aura itu berasal dari Master Gyo yang telah menggunakan wujud Rubah Iblis di luar perisai transparan.
“Sial! Siapalagi kau?!” seru Lilia yang tidak mengenal Master Gyo yang telah menggunakan wujud Rubah Iblis.
Lilia terkejut ketika melihat benang-benang pada tubuh Master Gyo berpencar ke segala arah dan dengan cepat bersatu kembali membentuk monster rubah setinggi lima meter yang memegang palu. Gelombang energi yang terpancar dari tubuh Master Gyo membuat Lilia tidak dapat bergerak. ‘Sial! Apalagi sekarang?!’
Mata Master Gyo mulai mengeluarkan cahaya hitam sesaat sebelum menyerang Lilia yang berada dalam perisai transparan dengan palunya yang mengeluarkan aura gelap pekat.
“HELL JUDGEMENT!”
KABOOOM!
Sementara pertarungan antara Sisi Gelap dan Venom berlangsung dengan sengit. Mereka terus bertukar serangan cepat sampai pada akhirnya tinju mereka yang saling beradu membuat keduanya sama-sama terseret mundur di udara.
Lingkaran sihir hitam tiba-tiba muncul di depan Sisi Gelap, lingkaran sihir itu mulai mengeluarkan cahaya lalu sinar hitam keluar dari dalamnya.
“Dark Beam!”
Namun tembakan sinar hitam itu menghilang sebelum mengenai Venom.
“Sudah kuduga, kau memiliki kemampuan menetralisir jurus.”
Venom menanggapi Sisi Gelap dengan ekspresi datar. “Saat aku perhatikan pertarunganmu menghadapi Lilia, kupikir kemampuanmu adalah meniru jurus lawan, sekarang aku sadar kemampuanmu tidak hanya meniru tetapi juga mengubah jurus itu menjadi milikmu sendiri.”
__ADS_1
“Benar, karena aku lebih kuat dari wanita itu, jurus barusan juga lebih kuat daripada miliknya, tapi itu tetap tidak berguna di hadapan kemampuanmu.” Sisi Gelap menyeringai. “Aku penasaran apa kemampuanmu dapat mengatasi ini atau tidak.”
“Doppleganger+!”
Sisi Gelap membelah dirinya menjadi enam.
“Sesuai perkataanmu, Doppleganger yang kau miliki bahkan lebih kuat daripada milik Lilia.” Venom bisa merasakan tekanan mengerikan dari setiap Doppleganger+ Sisi Gelap.
“Tapi bukan ini yang akan kutunjukkan padamu. Melihat kau yang tetap tenang, aku yakin pasukan Doppleganger+ milikku juga akan dinetralisir oleh kemampuanmu.”
“Maka dari itu, aku harus menciptakan jurus yang lebih kuat hingga tidak dapat ditangani oleh kemampuanmu.”
Lingkaran sihir hitam tiba-tiba muncul di depan Sisi Gelap. Lima Doppleganger+ miliknya mendadak berubah menjadi gumpalan sebelum menghilang bersamaan dengan lingkaran sihir yang mulai mengeluarkan cahaya.
Venom bisa merasakan tekanan mengerikan dari lingkaran sihir itu, dia mulai merasa waspada.
Sisi Gelap menyeringai. Dari dalam lingkaran sihir muncul aura hitam berbentuk kepala harimau besar yang melesat dengan cepat ke arah Venom.
“Black Shadow!”
Aura hitam berbentuk kepala harimau itu melesat sangat cepat sehingga Venom hanya bisa menyilangkan kedua tangan untuk bertahan karena terlambat menghindar.
KABOOOM!
Ledakan dahsyat terjadi ketika aura berbentuk kepala harimau itu menghantam Venom dengan telak. Dari kepulan asap sosok Venom masih tampak berdiri dengan darah mengalir deras dari sudut bibirnya.
“Sesuai dugaan, kau tidak mengecewakan.” Venom mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya.
“Bagus, aku senang kau dapat bertahan setelah terkena serangan barusan.” Sisi Gelap menciptakan 45 Doppleganger+. “Bertahanlah sampai aku menggunakan semuanya.”
“Aku tidak akan lengah seperti barusan.” Venom tersenyum sambil melepas penutup matanya. “Akan kutunjukkan kekuatanku yang sebenarnya.”
__ADS_1