Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Kebangkitan Lyan


__ADS_3

“Teknik Penyatuan Tubuh!”


KABOOOM!


Wujud Master Gyo yang hampir sepenuhnya menyerupai rubah mulai terlihat dari kepulan asap yang menipis. Matanya sekilas mengeluarkan cahaya biru pekat.


“Hm~ Aku baru tahu ternyata bisa menggunakan teknik seperti itu dengan manusi—”


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Master Gyo sudah muncul di hadapannya sambil mendaratkan hujan pukulan.


BOOOM!


BOOOM!


BOOOM!


Rentetan pukulan cepat itu membuat Pecahan Kemalasan terseret mundur beberapa meter meskipun sempat berusaha menahannya.


“Kau sungguh tidak sabaran.”


“Jangan banyak bicara!”


Tinju Master Gyo yang sudah menempel pada tubuh Pecahan Kemalasan tiba-tiba mengeluarkan cahaya biru. Di belakangnya muncul aura biru berbentuk rubah besar yang tampak meraung.


“Fist of Fear!”


BLAAAR!


Dari kepulan asap serangkaian benang melesat keluar secepat kilat mengincar Master Gyo. Master Gyo buru-buru bergerak mundur, tetapi benang-benang putih itu berhasil menjeratnya.


“Kgggh!”


Jeratan benang semakin kuat membuat Master Gyo merintih kesakitan. Wujudnya bahkan perlahan kembali normal.


“Kau tidak mungkin menang dariku, Pecahan Kelicikan.” Benang-benang putih melesat keluar lagi dari kepulan asap yang sudah tampak menipis, membentuk wujud kepala rubah yang seukuran dengan tubuh Master Gyo. “Kali ini aku akan menelanmu.”


*****


Sementara di ruang jiwa Rain yang selama ini terus menyalurkan energinya pada Lyan tubuhnya perlahan-lahan terkikis, sementara kristal jiwa di atas mereka mulai mengalami keretakan.

__ADS_1


Selama dalam masa menyerap kekuatan kristal jiwa, serpihan-serpihan ingatan dari dua kehidupan terus menerus mengalir dalam pikiran Lyan selama ini.


Serpihan ingatan pertama adalah milik manusia gagak. Dari ingatannya, Lyan bisa melihat awal mula kelahiran setiap suku yang diciptakan oleh Astaroth.


Sedangkan serpihan ingatan kedua merupakan milik Rain yang merupakan pecahan dari kekuatan Endless. Darinya, Lyan mendapatkan penglihatan kehidupan Endless bersama para Dewa Bijak selama jutaan tahun.


Kedua serpihan ingatan itu akhirnya berakhir mengalir dalam kepalanya. Mata Lyan perlahan terbuka. Setelah matanya yang berwarna hitam di kiri dan putih di kanan kembali normal, asap tipis tampak menyebar keluar dari tubuhnya.


“HAAAAH!”


Mata Lyan kembali berubah warna menjadi hitam dan putih. Seruannya menciptakan gelombang energi maha dahsyat menggetarkan seisi ruang jiwa. Kristal jiwa yang sudah retak tiba-tiba hancur menjadi serpihan debu, sementara tubuh Rain terkikis semakin cepat sampai tersisa bagian tubuh atasnya saja sekarang.


“Kau berhasil, Lyan.” Rain tersenyum menatap Lyan yang baru saja bangkit berdiri. Dia senang melihat pemuda itu akhirnya dapat menyerap seluruh kekuatan kristal jiwa bersama dengan kekuatannya.


Lyan menatap Rain dengan raut murung. Dia sadar tanpa bantuan Rain yang terus memberinya kekuatan tidak mungkin bagi dirinya untuk menyerap seluruh kekuatan yang terdapat pada kristal jiwa.


Lyan merasa terluka karena mengetahui fakta bahwa Berkat Dewa seperti Rain akan menghilang sepenuhnya jika tidak memiliki kekuatan tersisa pada dirinya.


“Aku tidak akan melupakanmu, Rain.”


“Aku tidak hilang, Lyan. Seluruh kekuatan serta ingatanku telah berada dalam dirimu. Aku akan selalu bersamamu.”


“Untuk ukuran pecahan iblis seperti manusia gagak sebenarnya tidak mungkin dapat berubah menjadi kristal jiwa sebesar itu. Ada seseorang yang melakukannya dan aku rasa kau sudah tahu siapa dia.”


“Karena kau berhasil menyerap seluruh kekuatan kristal jiwa, ini menjadi berkah bagi kita. Namun, andai saja saat itu aku tidak menyadari tentang kristal jiwa ini maka segalanya akan menjadi buruk. Berhati-hatilah. Kita tidak tahu apa tujuan orang itu.”


“Semoga kau selalu diberkati, Lyan.” Rain tersenyum sebelum dirinya menghilang sepenuhnya.


Lyan mengepal keras tangannya.


Dia lalu melihat ke depan dan menemukan Master Gyo yang sedang mengambil alih tubuhnya berada dalam bahaya.


*****


‘Beristirahatlah, Master. Aku akan mengurusnya untukmu.’


Perasaan terkejut dan senang bercampur aduk dalam diri Master Gyo ketika mendengar suara Lyan.


Akhirnya muridnya yang sudah enam bulan lebih berada di ruang jiwa bangkit yang menandakan kristal jiwa di dalam sana sudah berhasil diserap. Master Gyo tidak bisa membayangkan seberapa kuat muridnya itu sekarang.

__ADS_1


‘Aku serahkan padamu, Lyan.’


Master Gyo segera mengembalikan tubuh itu kepada pemilik aslinya.


BLAAAAR!


Pecahan Kemalasan yang berniat menelan Master Gyo tiba-tiba terhempas sampai menabrak ujung perisai transparan ciptaannya sendiri.


‘Apa?! Apa yang terjadi?!’


Pecahan Kemalasan tidak dapat menahan keterkejutannya melihat dirinya tiba-tiba terhempas tanpa menyadari apapun.


Pecahan Kemalasan menelan ludahnya ketika tatapan matanya bertemu dengan Lyan. Ada sesuatu yang terasa aneh serta sulit untuk dijelaskan oleh dirinya sendiri. Kekuatan pemuda dihadapannya terasa semakin mengecil dan melemah bahkan hingga sampai pada tahap tidak dapat dirasakan lagi, tetapi Pecahan Kemalasan bisa merasakan bahaya besar seperti kematian jika dirinya berani mendekat sedikit saja.


Menilai dari situasi itu membuat Pecahan Kemalasan yakin pemuda yang dia hadapi sekarang bukanlah Master Gyo, melainkan sang pemilik tubuh asli.


‘Sial, jika dia sekuat ini seharusnya dia muncul sejak awal agar Hex tidak membiarkannya masuk ke sini.’ Pecahan Kemalasan membatin dengan raut kesal. Keringat dingin tampak jatuh dari pelipisnya. ‘Aku tidak dapat menemukan celah sama sekali untuk menyerang dirinya. Ini berbahaya, aku setidaknya harus menggunakan masa hidup 1.000 tahun untuk mengalahkan orang ini.’


Pecahan Kemalasan terbang ke atas sebelum seluruh benang pada tubuhnya berpencar ke segala arah. Tidak lama kemudian benang-benang itu berputar membentuk sebuah lingkaran yang jauh lebih besar daripada lingkaran yang pernah dibentuk Master Gyo saat menggunakan wujud Rubah iblis.


Di tengah-tengah lingkaran itu tiba-tiba muncul sekumpulan cahaya berbentuk bola putih yang memenuhi lingkaran itu. Kemudian semua bola putih itu mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan.


“Heavenly Strike!”


KABOOOM!


KABOOOM!


KABOOOM!


Serangan sinar yang tak terhitung jumlahnya terus menghantam Lyan secara beruntun. Setelah serangan sinar itu berhenti, alangkah terkejutnya Pecahan Kemalasan melihat pemuda itu masih berdiri kokoh di tengah kepulan asap.


‘Tidak mungkin! Bagaimana bisa dia bertahan setelah terkena seranganku yang mengggunakan masa hidup sebesar 1.000 tahun?!’


Lyan yang berada di tengah kepulan asap yang menipis mulai membuka matanya perlahan. Seketika itu juga area tempat pertarungan mereka tiba-tiba berubah menjadi gelap.


Di saat Lyan mempertajam tatapannya, puluhan mata mengerikan berukuran besar tiba-tiba muncul di belakangnya. Pecahan Kemalasan sampai menahan napasnya. Tubuhnya mengalami getaran hebat ketika bertatapan dengan mata itu.


__ADS_1


__ADS_2