
‘Apa Tu-Tu-Tuan perlu bantuanku?’ Lilith terkejut pada dirinya sendiri yang bisa-bisanya mengirim telepati seperti itu. Mungkin karena kebiasaan lamanya yang selalu menawarkan bantuan ketika Lucifer sedang berada dalam kesulitan, membuat jiwa budaknya tanpa sadar menawarkan bantuan pada Lyan yang sangat dibenci olehnya.
‘Dasar bodoh! Apa yang sedang aku katakan?!’ batin Lilith yang ingin sekali menarik kembali semua kata-kata barusan.
Meskipun sebenarnya Lilith memang ada niatan untuk ikut campur melenyapkan Laxus, tetapi menurutnya akan lebih baik jika menunggu Lyan yang memohon bantuan padanya. Kalau seperti ini ia merasa seperti budak yang sedang mengkhawatirkan manusia rendahan sekarang.
‘Tidak, Lilith. Jangan pernah menunjukkan dirimu pada mereka.’
Di luar perkiraannya, Lyan malah menolak tawaran. ‘Apa manusia ini bodoh? Dia pikir dapat mengalahkan Endless?’
Meskipun masih berada dalam masa hukuman, Endless bukanlah dewa yang dapat diremehkan. Ada beberapa kemampuan Endless yang amat merepotkan sehingga meskipun tahu Lyan memiliki kemampuan menyetarakan kekuatan dengan lawan, ia merasa Lyan tetap tidak akan menang menghadapi Endless.
Melihat Lilith sampai menawarkan bantuan padanya, Lyan dapat memperkirakan Endless bukanlah lawan sembarangan. Lyan sadar dengan bantuan Lilith akan memudahkannya untuk menghadapi Endless, namun ia memiliki alasan tersendiri tidak ingin melibatkan Lilith dalam masalah ini.
Dari cara bicara Laxus barusan, Lyan memperkirakan kalau dirinya tidak menyadari keberadaan Lilith. Mungkin karena Endless masih dihukum menjadi manusia, ia juga tidak dapat mendeteksi keberadaan Lilith yang sedang bersembunyi dalam dimensi lain.
Maka dari itu Lyan memutuskan untuk tetap menyembunyikan keberadaan Lilith. Ditakutkan jika Laxus dan Endless mengetahui Lilith telah menjadi budaknya, maka empat sosok misterius yang terlibat dalam upaya membangkitkan Dewa Iblis Atem juga akan menyadarinya dan akan membahayakan Lilith.
Dalam pandangan Lyan, empat sosok yang terlihat samar-samar dalam pandangannya itu, dua di antaranya memancarkan cahaya agung yang sangat terang. Lyan memperkirakan mereka adalah Dewa Kebajikan.
Sementara dua lainnya lah yang membuat Lyan tidak ingin Lilith terlibat. Karena cahaya agung yang terpancar di sekitar tubuh mereka terdapat titik-titik hitam, sangat mirip dengan cahaya agung milik Asmodeus. Yang artinya mereka adalah Iblis Dosa.
Lyan segera menghentakkan kakinya pelan ke permukaan, membuat mereka bertiga seketika itu juga langsung berpindah ke dimensi Lotus World. Endless segera menciptakan perisai untuk melindungi Laxus agar tidak terkena gelombang energi dahsyat yang timbul saat Lyan menggunakan wujud transformasi Alpha.
__ADS_1
Meskipun Endless kekuatannya melemah karena masih dalam masa hukuman menjadi manusia, Lyan bisa merasakan dewa itu masihlah seorang Xora Matahari Emas. Ia tidak bisa meremehkannya. Pilihan yang tersisa untuknya hanya mengorbankan waktu dimensi Lotus World agar dapat mengalahkan Endless.
Berbeda dengan saat menghadapi Lilith, Lyan tidak dapat menggunakan batas waktu Lotus World sampai maksimal. Sebab prinsip kerja meminjam kekuatan dari Lotus World sejatinya hanya menyetarakan kekuatan dengan lawan. Beda kasusnya dengan Lilith yang terlalu kuat, karena tidak dapat menyetarakan dengan kekuatan Lilith, sebagai gantinya Lyan dapat memakai batas waktu maksimal agar perbedaan kekuatannya dengan Lilith tidak terlalu terpaut jauh.
Karena Endless kini seorang Xora Matahari Emas, Lyan pun mengorbankan lima jam waktu Lotus World, membuat kekuatannya meningkat drastis menjadi Xora Matahari Emas. Kekuatannya kini setara dengan Endless. Selain aura putih, aura emas juga tampak menyelimuti dirinya.
“Bagus. Kau dapat memanfaatkan dimensi Lotus World dengan baik. Aku senang karena kau menyerap pemahaman yang kutanamkan pada kristal jiwa dengan baik, Lyan.” Laxus sambil tersenyum.
Lyan menghilang dan muncul di hadapan Laxus sambil mendaratkan satu pukulan keras. Pukulan itu tidak cukup kuat untuk menghancurkan perisai yang melindungi Laxus. “Ya, aku sudah katakan sebelumnya kalau aku berterima kasih sebesar-besarnya padamu telah memberikan kekuatan ini padaku. Tapi … kenapa kau memberikan kutukan Malapetaka padaku?!”
Laxus menyeringai. “Karena itu menyenangkan.”
Mendengarnya seketika membuat emosi Lyan meluap. Setelah menggertak giginya geram, Lyan tidak mau melanjutkan pembicaraan dan langsung bergerak terbang jauh ke belakang. Hujan pukulan yang dilepas kali ini menciptakan puluhan naga api yang bergerak cepat ke arah Laxus.
“Nuclear Punch!”
Sebelum serangan Lyan mengenai Laxus, Endless yang melindungi tubuhnya dengan pelindung segera muncul di hadapan Laxus, menerima semua serangan tersebut.
“Serangan yang cukup kuat. Jika aku tidak melindungi diriku, aku sudah pasti terluka akibat serangan itu.” Endless tersenyum ramah. Pelindungnya tampak retak setelah terkena jurus Lyan.
Tanpa mempedulikan omong kosong Endless, Lyan segera mengerahkan Jurus Catastrophe, membuat Laxus dan Endless seketika ditutupi oleh bola hitam yang cukup besar.
“Great Blessing, Rejuvenate!”
__ADS_1
Setelah seruan Endless berlalu, tiba-tiba saja ledakan dari Jurus Catastrophe milik Lyan terjeda. Malah bola hitam itu menyusut dengan cepat hingga hanya menutupi kaki kiri Endless, bunyi ledakan bola itu bahkan hampir tidak terdengar. Alis Lyan sedikit terangkat. Ia bisa melihat seluruh tubuh Endless kini memancarkan cahaya hijau.
“Aku sarankan kau jaga jarak sekitar dua puluh meter dari Endless sekarang, Lyan.” Laxus yang telah menyusut sampai sejajar dengan tinggi kaki Endless terbang menjauh. Besar tubuhnya kembali normal setelah itu. “Karena Great Blessing milik Endless memiliki kemampuan untuk menyusutkan apapun yang memasuki jarak jangkauannya.”
Lyan bisa menilai Laxus tidak sedang berbohong sebab Jurus Catastrophe bahkan Laxus sendiri sempat mengecil barusan saat berada di dekat Endless.
Saat Lyan baru saja meningkatkan kewaspadaannya, Endless tiba-tiba muncul di depannya, membuat tubuh Lyan seketika itu juga menyusut dengan cepat. Lyan merasa bahaya karena saat menyusut ia merasa dirinya melemah secara drastis. Ia pun segera bergerak menjauh, namun serangan tapak Endless terlebih dahulu mengenainya sebelum berhasil keluar dari jangkauan.
BLAAAAR!
Serangan tapak Endless membuat Lyan langsung terhempas ke bawah hingga menciptakan lubang besar pada permukaan. Lyan muntah darah. Akibat tubuhnya yang menyusut serta melemah, serangan Endless barusan terasa sangat dahsyat dan mengerikan. Dengan tubuh bersimbah darah Lyan bangkit perlahan sambil mengusap darah yang menetes dari sudut bibirnya.
“Bagaimana, Lyan? Apa itu terasa menyakitkan?” Endless tersenyum ramah.
Lyan segera melesat ke arah Endless, sebelum mencapai jarak jangkauan Great Blessing Endless, Lyan tiba-tiba berseru lantang.
“Great Blessing, Mirror!”
‘Great Blessing?!’ Laxus dan Endless terkejut secara serempak. Tidak ada satu pun di antara mereka yang mengira Lyan dapat menggunakan Great Blessing sebab itu adalah kemampuan yang hanya dapat digunakan dewa tertinggi seperti mereka.
Pada saat itu juga cahaya abu-abu mulai bersinar di sekujur tubuh Lyan. Saat tubuh Lyan mengecil karena memasuki jarak jangkauan Great Blessing Endless, tubuh Endless juga secara mengejutkan ikut berubah kecil.
Endless terkejut sekali lagi sebab tidak menyangka kemampuan Great Blessing Lyan dapat membuatnya terkena kemampuannya sendiri. Saat Endless melepas pukulan, Lyan juga melakukan gerakan sama sehingga Endless yakin kemampuan Lyan berhubungan dengan meniru. Tetapi saat kedua pukulan mereka saling bertemu, hanya Endless sendiri yang terlempar jauh sampai menghantam permukaan tanah.
__ADS_1
“Bagaimana, Endless? Apa itu terasa menyakitkan?”