Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Lyan Vs Astaroth 1


__ADS_3

Yuna sebelumnya sudah memastikan terdapat banyak jiwa dari setiap Setan Darah. Dia berusaha menyerap jiwa-jiwa itu tetapi selalu gagal melakukannya.


Entah kenapa setelah melihat reaksi aneh pasukan Setan Darah, perasaannya mengatakan kali ini dia akan berhasil melakukannya.


Tanpa berpikir panjang lagi dia segera melakukan transformasi. Sayap kupu-kupu yang berada di punggungnya tampak berkepak beberapa kali sebelum ruang kosong di sekitarnya muncul rombongan kupu-kupu biru kecil yang tak terhitung jumlahnya.


Rombongan kupu-kupu itu terbang dengan cepat mengerubungi tubuh setiap Setan Darah yang masih menjerit. Yuna mengangkat tangan kanannya ke atas, rombongan kupu-kupu miliknya mulai bersinar.


“Soul Eater!”


Seruan Yuna membuat rombongan kupu-kupu secara serentak menghisap jiwa-jiwa yang terdapat dalam tubuh Setan Darah. Jeritan Setan Darah yang terdengar keras tadi perlahan mengecil. Setelah rombongan kupu-kupu menyerap habis jiwa mereka, Setan Darah yang suaranya tidak terdengar lagi dengan cepat menjadi serpihan debu.


Selesai menyerap jiwa-jiwa yang ada dalam tubuh Setan Darah, rombongan kupu-kupu bergerak menuju Yuna dan mengitarinya.


‘Aku mungkin bisa jadi seorang Xora dengan menyerap jiwa-jiwa ini.’ Yuna membatin sambil melihat kupu-kupunya, dia bisa merasakan jiwa-jiwa yang dihisap oleh rombongan kupu-kupu sangat kuat. ‘Tapi waktunya tidak tepat sekarang. Akan kulakukan setelah urusan di benua ini selesai.’


Rombongan kupu-kupu perlahan menghilang setelah Yuna kembali ke wujud normal. Wanita itu lalu melihat ke arah Lyan yang berada jauh di ujung sana.


Yuna sebenarnya ingin membantu Lyan menghadapi Astaroth, tetapi dia sadar dengan kemampuannya sekarang tidak dapat membantu, malah sebaliknya hanya akan merepotkan.


‘Lyan, aku harap kau berhasil mengatasinya.’


*****


Sementara Lyan yang telah menyadari datangnya kesempatan segera menghabisi Setan Darah dalam satu serangan.


‘Kekuatan ini … tidak salah lagi, ini pasti kekuatan Guru Light,' batin Lyan saat merasakan kekuatan besar yang terasa tidak asing di suatu tempat. Dia juga menduga yang membuat matahari dapat menyinari Benua Cahaya adalah gurunya. ‘Terima kasih, Guru, berkatmu aku dapat melewati kesulitan ini. Master Gyo dan Hex, kalian juga pasti bekerja keras.’


Awalnya Lyan sempat khawatir jika Hex dan penduduk Benua Cahaya akan bernasib sama dengan Setan Darah ketika matahari mulai menyinari benua ini. Tapi karena aura Hex masih bisa dirasakan, dia percaya kalau penduduk benua ini juga sama, tidak mengalami nasib seperti Setan Darah.


Lyan lalu mengarahkan pandangannya pada Astaroth yang sedang menatapnya di bawah.

__ADS_1


“Bisakah kita bicara sekarang?” tanya Lyan dengan dingin.


“Katakan apa yang ingin kau ucapkan.”


“Aku ingin kau melepas kutukanmu pada penduduk benua ini.”


Astaroth tertawa pelan. “Sayang sekali, aku tidak dapat mengabulkannya.”


“Kau tidak sanggup melepas kutukanmu sendiri?”


“Melepas kutukan mereka adalah hal mudah bagiku,” jawab Astaroth. “Hanya saja tanpa kutukan akan memperlambat waktu yang kuperlukan untuk menciptakan Setan Darah.”


Lyan mengepal keras tangannya. “Jadi, kau masih berniat menciptakan makhluk itu?”


“Aku harus melakukannya. Aku harus menciptakan Setan Darah baru untuk menghancurkan para iblis. Aku sedikit menyayangkan telah kehilangan maha karyaku, tetapi setelah dipikir kembali aku sudah dapat mengikhlaskannya karena…,” Astaroth menyeringai, “Dengan menggunakan tubuhmu yang merupakan seorang Xora, aku akan melahirkan Setan Darah yang jauh lebih hebat dari yang pernah kuciptakan. Mungkin kurang dari seratus tahun, aku sudah dapat menghancurkan para iblis.”


Astaroth mengarahkan pedangnya pada Lyan. “Jadi, untuk mendapatkan tubuhmu, aku terpaksa harus melanggar sumpahku pada Lucifer untuk tidak menyerang manusia.”


“Kalau begitu aku akan memaksamu untuk melepas kutukannya sendiri.”


BLAAAR!


Astaroth tersenyum lebar setelah merasakan kekuatan Lyan meningkat secara signifikan.


Selesai melakukan transformasi, Lyan perlahan membuka kedua matanya, lalu tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi bayang-bayang.


“DEADLY STRIKE!”


BOOOM!


Serangan yang mengandalkan kecepatan tinggi itu berhasil mengenai Astaroth dengan telak sehingga menciptakan ledakan dahsyat, tetapi setelah kepulan asap menipis Astaroth terlihat masih berdiri sambil tertawa pelan.

__ADS_1


“Kau membuatku cukup terkejut. Aku kira kau itu hanya seorang Xora Bulan Merah, tetapi ternyata kau adalah seorang Xora Bintang Hitam…" Astaroth kagum dengan peningkatan kekuatan Lyan setelah bertransformasi. Membuatnya semakin ingin menjadikan Lyan sebagai Setan Darah.


Tanpa menghiraukan perkataan Astaroth, Lyan kembali melakukan transformasi. Cahaya emas keluar dari tubuhnya, menjulang sampai ke ujung langit.


“Transformasi Stage Satu, Yesterday!”


BLAAAR!


Alis Astaroth terangkat ketika merasakan kekuatan Lyan kembali meningkat setelah melakukan transformasi kedua. Peningkatan kekuatan Lyan kali ini bahkan jauh lebih besar dari sebelumnya, Astaroth bisa memperkirakan kekuatan Lyan sekarang meningkat pesat hingga mencapai puncak Bintang Hitam.


“Aku semakin tidak sabar ingin menjadikanmu sebagai maha karya terbaikku.” Astaroth menyeringai.


Mendengar perkataan itu membuat Lyan menatap Astaroth dengan dingin. Lyan kemudian menghimpun tenaga pada kedua tinjunya yang terletak didekat pinggang. Setelah kedua tinju itu mengeluarkan api yang sangat panas, Lyan segera melepas pukulan beruntun ke ruang hampa, mengeluarkan puluhan naga api mengerikan yang melesat ke tempat Astaroth.


“NUCLEAR PUNCH!”


“Serangan seperti ini sedikit berbahaya.” Astaroth mengangkat pedangnya, menyadari jurus Lyan kali ini tidak boleh diremehkan, Astaroth segera mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang tidak dapat diikuti oleh mata.


SLAAASH!


SLAAASH!


SLAAASH!


Tebasan pedang Astaroth membuat semua naga api Lyan terbelah beberapa bagian, mengakibatkan jurus itu gagal dikerahkan dan lenyap secara perlahan.


“Aku belum selesai.”


Area pertarungan mendadak berubah menjadi gelap saat Lyan mengarahkan tangannya ke arah Astaroth.


Tiba-tiba sebuah bola hitam muncul menutupi Astaroth. Bola hitam tersebut perlahan semakin membesar.

__ADS_1



“CATASTROPHE!”


__ADS_2