Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Tiap Wilayah


__ADS_3

Setelah mengatasi monster lautan itu, Lyan kemudian berteleportasi dan muncul pada ketinggian ratusan meter di udara. Sambil tersenyum ia menepuk pundak tubuh bayangannya yang baru saja kembali ke tempatnya.


“Kerja bagus.” Lyan memberi pujian pada tubuh bayangan terlemah itu. “Kau sudah melakukan tugasmu dengan baik.”


Tubuh bayangan itu mengangguk sambil tersenyum. Meskipun ia yang terlemah, mengatasi monster-monster itu bukanlah perkara sulit baginya karena tubuh bayangan terlemah itu berada di tingkatan Pertapa.


Setelah tubuh bayangan itu menjadi serpihan dan menghilang, Lyan menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Ia berniat menunggu kembalinya tubuh bayangan lain, namun sepertinya melakukan itu akan membuang-buang waktu. Ia juga yakin akan ada tubuh bayangan yang tidak akan kembali disebabkan akan lenyap terlebih dahulu.


“Sebaiknya aku kembali bergerak.” Lyan akhirnya memutuskan terbang menuju tempat Jenderal Besar Oliver berada. Ia mengurangi kecepatan terbangnya lagi hingga setara dengan kecepatan terbangnya saat bersama rekan-rekannya.


‘Jika aku menggunakan kecepatan maksimal ... Mungkin aku dapat menempuh perjalanan antar benua kurang dari sehari,’ batin Lyan saat menempuh perjalanan. Ia merasa senang saat mengingat seberapa cepat dirinya tadi ketika terbang dengan kekuatan penuh. ‘Tapi menggunakannya juga cukup berbahaya. Sebaiknya aku tidak melakukannya lagi dan ke depannya fokus untuk meningkatkan kekuatanku hingga menjadi seorang Xora puncak Matahari Bebas. Dengan begitu aku dapat menggunakan teleportasi instan. Itu adalah pilihan terbaik.’


Lyan menempuh perjalanan sambil menghancurkan bangkai-bangkai monster yang ia temukan. Ia merasa heran kenapa Jenderal Besar Oliver tidak langsung membunuh para monster sampai lenyap seutuhnya. Kalau begini sama saja monster itu akan kembali bangkit karena menyerap energi iblis miliknya.


Lyan tidak tahu kalau sebenarnya Jenderal Besar Oliver juga ingin sekali menghancurkan semua monster yang ditumpasnya hingga tidak tersisa sedikitpun. Hanya saja masalahnya, seberapa keras pun Jenderal Besar Oliver berusaha untuk ******* habis tubuh monster, ia tidak dapat melakukannya. Ia hanya dapat memotong-motong tubuh monster hingga ke ukuran tertentu.


*****


Setelah menempuh perjalanan selama dua hari, Carera akhirnya bertemu dengan pasukan yang bertugas mengatasi wilayah timur. Carera memperkenalkan diri dan berkata kalau dirinya diutus kaisar untuk membantu mereka.


Jenderal Tier ragu dengan perkataannya. Ia juga merasa tidak ada yang spesial dari wanita itu, kekuatannya pun terasa hanya setara dengan kebanyakan prajurit yang mengikutinya. Jenderal Tier berniat mengusirnya, namun setelah Carera menunjukkan lencana emas yang merupakan pemberian kaisar, Jenderal Tier hening sesaat.


Memiliki lencana emas itu menandakan kalau Carera benar-benar orang yang diutus kaisar untuk membantu mereka. Ia masih sedikit ragu namun Jenderal Tier tahu kaisar tidak mungkin akan mengutus sembarang orang. Ia segera meminta maaf dan mempersilahkan Carera bergabung dalam pasukan.


Setelah menempuh perjalanan lebih dari dua jam dan bertemu monster laut, barulah Jenderal Tier sadar kalau Carera tidaklah lemah, melainkan sangat kuat hingga dapat melibas para monster dengan mudah, malahan wanita itu terlihat seperti bermain-main dengan para monster.

__ADS_1


Jenderal Tier merasa tertipu dan malu karena terlambat menyadari kalau Carera diam-diam menyembunyikan kekuatannya. Sekarang ia bersama pasukannya bahkan tidak melakukan apapun selain menjadi penonton yang terkagum-kagum dengan aksi Carera.


‘Sepertinya aku harus jadikan dia sebagai istri ketujuhku,’ batin Jenderal Tier dengan wajah memerah.


Pada saat White dan Snow bertemu pasukan wilayah barat, mereka melihat Jenderal Ners bersama pada pasukan tengah berjuang menghadapi gempuran monster laut. White yang sedang berada di atas kepala Snow yang telah berubah wujud menjadi naga putih yang besar, segera lompat terjun ke bawah. Bersamaan itu ia berubah ke wujud normalnya yang seukuran dengan manusia.


Tubuh white berubah transparan sebelum menghilang dari pandangan, tidak lama setelah itu tampak serangkaian cakar muncul di sekitar monster-monster laut.


“Cakar Rembulan!”


CRAAASH!


CRAAASH!


CRAAASH!


Dari atas mereka tiba-tiba terasa ada tekanan yang amat mengerikan, Jenderal Ners bersama pasukannya segera mengalihkan pandangan ke atas dan menemukan seekor naga putih sedang melayang di sana sambil mengepak sayapnya beberapa kali. Melihat api putih di sekitar mulut naga itu, Jenderal Ners merasakan bahaya dan segera meminta semua pasukan menjauh dari sana.


WOOOSH!


Snow menyemburkan api putih yang sangat panas. Alhasil monster laut yang tersisa langsung terpanggang menjadi daging bakar.


‘Siapa mereka?!’ Jenderal Ners merasa waspada dengan kemunculan dua makhluk yang bahkan lebih mengerikan dari monster lautan. Melihat White dan Snow mendekat, para pasukan semakin ketakutan sementara Jenderal Ners berniat mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghadapi mereka.


Namun saat melihat Snow berubah wujud seukuran manusia, ia segera mengurungkan niatnya. Sebab wujud itu terasa tidak asing dan ia ingat pernah bertemu dengan Snow. “Kau … Bukankah kau rekan Lyan?”

__ADS_1


Snow tersenyum. “Lama tidak berjumpa, Jenderal. Kami ke sini diutus untuk membantu kalian.”


Sambil berbincang sejenak, Snow lalu memperkenalkan White pada Jenderal Ners. Meskipun tidak tahu bagaimana Snow yang dulu tidak lebih kuat darinya sekarang berkembang dengan pesat hingga melampaui dirinya, Jenderal Ners tidak mau terlalu memikirkannya. Yang terpenting baginya sekarang, kehadiran Snow dan White akan sangat membantu mereka untuk membersihkan semua monster laut wilayah ini. Ia pun segera mempersilahkan Snow dan White bergabung dalam pasukan dengan senang hati.


Sementara Yuna dan Jenderal Felline yang sudah bergabung dengan pasukan wilayah selatan ….


DUAAAR!


DUAAAR!


DUAAAR!


Komandan Tesla dan para pasukan hanya melongo melihat Yuna dan Jenderal Felline terus berlomba membunuh monster.


“Kalau hanya segitu, sih, anak kecil juga bisa,” ucap Jenderal Felline setelah melihat Yuna membunuh sekitar belas monster. Ia pun segera bergerak dan menghabisi lebih banyak monster.


Yuna merapatkan giginya. Ia segera meningkatkan kekuatan hingga setara dengan Jenderal Felline. “Kalau hanya segitu, sih, kakek-kakek yang tidak bisa bela diri pun juga bisa!”


Tidak ingin kalah, Yuna menghabisi monster dua kali lipat lebih banyak dari Jenderal Felline.


“Kalau hanya segitu, sih, ...."


“Kalau hanya segitu, sih, ....”


Mereka berdua terus berlomba membantai monster hingga tanpa mereka sadari monster di daerah itu telah habis dilumat oleh mereka.

__ADS_1


Sedangkan Lyan masih terlihat terbang di langit wilayah utara. Ini sudah memasuki hari kelima ia menempuh perjalanan, tetapi ia masih belum berhasil menemukan pasukan Jenderal Besar Oliver. Entah kenapa wajahnya terlihat tampak tidak tenang, kecepatan terbangnya pun seiring waktu semakin ia tingkatkan. ‘Perasaan apa ini….’


Sementara Lilith yang mengikutinya dari dimensi lain, tampak berkeringat dingin.


__ADS_2