Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Usaha Light


__ADS_3

Angin dingin berhembus sedikit kencang malam itu, menerpa tubuh kekar pria yang sedang bersandar di pohon. Pria itu, Light, tampak menatap ke tempat matahari hitam terletak.


“Matahari hitam adalah sumber energi benua ini.” Pria itu bergumam pelan.


“Tanpa matahari kekuatanku terbatas. Sumber energi dari semua senjataku juga telah terpakai habis.”


Pria itu memejamkan kedua matanya. “Kalau begitu ….”


Perlahan dia kembali membuka matanya dan berjalan perlahan ke depan.


Ketika dia berhenti melangkah, dia mengangkat tangan kanannya ke atas. Empat senjata miliknya tiba-tiba muncul dari belakang.


“Aku harus membuat pertaruhan.”


Ketika dia menunjuk matahari hitam, keempat senjata itu secara tiba-tiba melesat ke langit dengan kecepatan ekstrim, menuju ke tempat dimana matahari hitam berada.


‘???!’


Alis Light terangkat ketika melihat keempat senjatanya terhenti di udara.


Dia meningkatkan kekuatannya tetapi keempat senjata itu hanya menunjukkan getaran.


Light menghela napas.


‘Benar kata pertapa rubah. Aku tidak ada apa-apanya di benua ini. Untuk mengerahkan senjataku agar mencapai tujuannya, aku sepertinya harus menggunakan seluruh kekuatanku.’


Urat-urat otot pria kekar itu tampak menonjol keluar, dia merapatkan giginya berusaha membuat senjatanya yang masih bergetar di udara agar tergerak.


Meskipun cuaca cukup dingin, namun sekujur tubuh pria itu mengeluarkan keringat.


“HARGH!”


Setelah melalui perjuangan keras, akhirnya Light berhasil membuat keempat senjatanya kembali melesat menuju matahari hitam.


“Ini cukup memalukan.” Light mengusap keringat di dahinya. Untuk pertama kalinya dia mengalami kelelahan seperti ini hanya karena ingin menerbangkan senjata.


Tidak lama kemudian dia dikejutkan oleh luapan kekuatan besar yang muncul.


Setelah ditelusuri, itu berasal dari Lyan.


“Apa yang terjadi sekarang?”

__ADS_1


Setelah pancaran kekuatan besar misterius keluar dari pemuda itu, berikutnya gelombang energi dahsyat terpancar dari tubuhnya. Membuat permukaan tanah retak dan pohon-pohon bertumbangan.


Light bahkan harus terseret mundur akibat gelombang energi dahsyat itu.


Setelah amukan gelombang energi mereda. Light bisa melihat sekujur tubuh Lyan mengalami keretakan.


‘Rekonstruksi tubuh?!’


Light cukup terkejut karena Lyan berhasil memasuki fase rekonstruksi tubuh kurang dari satu hari. Dia sudah mendengar rincian mengenai rekonstruksi tubuh dari Master Gyo, dengan segera dia menciptakan pelindung agar muridnya terlindung dari gangguan.


Dia kemudian berdiri di hadapan Lyan, memperhatikan proses rekonstruksi tubuh yang menurutnya cukup unik karena setelah melewati proses ini muridnya akan segera menjadi pertapa dan terhindar dari penuaan.


“Aku semakin sulit menyusul ketertinggalan dari muridku sendiri.” Light menggeleng-geleng kepalanya.


Raut wajah Light yang semula tampak senang seketika berubah.


“Sepuluh, dua puluh, tidak, ada lebih dari lima puluh orang. Apa gelombang energi yang Lyan lepas sebelumnya yang telah memancing mereka? Atau ini kesalahanku karena mengerahkan seluruh kekuatan sehingga mereka mengetahui keberadaan kami?”


Light segera berbalik, dari kejauhan dia bisa melihat puluhan orang terbang mendekat.


“Hahaha! Ternyata benar dugaanku. Ada manusia benua lain menyelinap masuk ke sini.” Seseorang di antara mereka yang baru saja mendarat di depan Light berkata demikian.


“Kau cukup lancang sebagai seorang penyusup. Manusia benua lain yang memijakkan kakinya ke sini akan segera kami hakimi. Ini adalah hari pemakamanmu.”


Setelah pria itu selesai berkata, tiga orang di belakangnya melesat maju menyerang Light secara bersamaan.


BAAAM! BAAAM! BAAAM!


Pertarungan tak terhindarkan pun terjadi. Meskipun sebelumnya Light telah kehabisan tenaga, lawannya kali ini berada di level sedikit di bawahnya, membuat pertarungan mereka berjalan cukup sengit. Pada akhirnya Light berhasil menjatuhkan lawan-lawannya.


“Tidak buruk.”


Kali ini belasan orang maju secara bersamaan. Light mulai kesulitan menghadapi serangan yang datang dari berbagai arah.


Pria yang memimpin rombongan itu tertawa puas melihat pasukannya mendominasi jalannya pertarungan. Namun perlahan rasa curiga menyelimuti dirinya ketika melihat Light bersikeras melawan meskipun pertarungan sudah tidak menguntungkannya, pria kekar itu bahkan terlihat tidak berniat mundur dalam pertarungan.


‘Ada yang tidak beres. Dalam situasi normal orang akan melarikan diri tetapi pria ini bahkan tidak bergeser satu inchi pun dari tempatnya.’


Mata pria pemimpin rombongan membesar ketika menyadari terdapat seorang pemuda di belakang Light. Raut wajah pria itu berubah menyadari sekujur tubuh pemuda itu mengalami keretakan.


“Semuanya serang pemuda itu! Jangan biarkan dia berhasil melewati proses rekonstruksi tubuhnya!”

__ADS_1


‘Apa?! Rekonstruksi tubuh?!’ Semua pengikutnya tampak membatin serempak. Raut mereka memperlihatkan keterkejutan besar sebelum bergerak cepat menuju ke arah Lyan.


“Jangan pikir aku akan membiarkan kalian!” Light berseru lantang, gelombang energi besar yang keluar dari tubuhnya berhasil mendorong sebagian besar yang terbang mendekat. Namun terdapat beberapa oranf yang lolos dan melewati dirinya dengan cepat.


Light berusaha mengejar namun mereka telah berhasil menghancurkan pelindung Lyan.


“Mati!”


Di saat semua serangan tertuju padanya, pada saat itu Lyan membuka kedua matanya dengan cepat. Mata kirinya tampak berwarna hitam penuh sementara mata kanannya berwarna putih penuh.


DEG! DEG!


Jantung semua penyerang berdegup cukup kencang ketika melihat mata pemuda itu. Mereka merasakan tekanan yang cukup dahsyat, serangan mereka semua terhenti sebelum berhasil mengenai pemuda itu.


“Sial!” Pemimpin rombongan merasa buruk. Dia segera melesat maju tetapi sebelum berhasil mencapai Lyan, satu demi satu cahaya keluar dari setiap retakan tubuh pemuda itu. Seluruh tempat mendadak berubah silau.


“Menghindar!”


DUAAAR!


Beberapa orang yang terlambat mengikuti arahan pemimpin mereka tewas dalam sekejap terkena ledakan misterius yang tercipta setelah cahaya silau menyeruak menyinari tempat tersebut.


Ketika cahaya meredup, semuanya tampak bergetar melihat siluet pemuda itu mulai tampak dari dalam kepulan asap.


‘Sial, sudah terlambat. Kami tidak mungkin menang menghadapi pertapa. Sebaiknya aku laporkan ini pada tiga suku besar.’ Pemimpin itu tampak berkeringat dingin sebelum memberi perintah.


“Semuanya mundur!”


Alis pemimpin itu terangkat melihat tidak ada seorangpun diantara pasukannya bergerak dari tempat.


‘Jangan bilang ….’


Wajah pemimpin itu memucat menyadari alasan pasukannya tidak bergerak bukan hanya karena ketakutan, namun tubuh mereka juga mendadak tidak dapat digerakkan. Termasuk dirinya.


Lyan membuka matanya perlahan, matanya yang setengah hitam dan putih sebelumnya tampak telah kembali normal. Light yang terdiam menyaksikan peristiwa tersebut bisa merasakan tingkat kekuatan Lyan sekarang sangat jauh berada di atasnya.


Lyan menatap gurunya yang tampak tidak berhenti memperhatikannya dengan tatapan takjub.


“Mari kita lanjutkan perjalanan.” Pemuda itu menghentakkan kakinya ke tanah, menciptakan gelombang energi yang dahsyat.


Pemimpin pasukan misterius itu bisa melihat semua pasukannya tiba-tiba meledak sebelum dirinya berubah menjadi gumpalan darah.

__ADS_1


__ADS_2