Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Kristal Jiwa


__ADS_3

“Tapi bagaimana—”


DUAAAR!


Lyan terseret jauh sebelum menyelesaikan ucapannya. Ikan itu semakin ganas dan terus menyerang tanpa memberi jeda. Kekuatan serta kecepatannya terus meningkat, Lyan semakin kesulitan untuk menahan tiap serangan yang datang.


‘Aku harus secepatnya menemukan inti jiwa manusia gagak.’


Lyan terbang menjauhi ikan tersebut. Monster itu mengejar dari belakang.


“Master, bisa kau jelaskan padaku lebih spesifik mengenai keberadaan inti jiwa manusia gagak?” tanya Lyan pada Master Gyo.


“Kau bisa menemukannya di ruang jiwamu.”


Ruang jiwa adalah tempat yang luas dan tidak memiliki ujung. Mencari inti manusia gagak di ruang jiwa tidak jauh berbeda seperti mencari sebuah jarum dalam gurun pasir yang luas.


“Bagaimana mungkin aku bisa—”


“Apa kau pikir benar-benar akan mencarinya dengan menelusuri seluruh tempat di ruang jiwa?” Master Gyo menghela napas.


“Lalu?”


“Ruang jiwa ini adalah milikmu. Kau bisa menemukan inti jiwa manusia gagak dengan meningkatkan seluruh inderamu untuk merasakannya.”


Master Gyo menghilang dan muncul tepat di belakang Lyan. Dia segera menepis bola air yang di tembakkan ikan yang hampir mengenai Lyan.


“Cepat temukan sekarang! Karena masa hidupku hanya tersisa beberapa bulan, aku tidak bisa menggunakan terlalu banyak kekuatan.”


Memanfaatkan waktu yang diberikan Master Gyo, Lyan mencari tempat aman dan segera menutup matanya. Dia meningkatkan seluruh panca inderanya.


Sudah beberapa menit berlalu namun Lyan masih belum dapat menemukan letak keberadaan inti jiwa manusia gagak.

__ADS_1


Sementara Master Gyo mulai kewalahan menghadapi lawannya.


‘Cepatlah, Lyan…’ batin Master Gyo.


Ketika seluruh panca indera Lyan meningkat sampai batas dimana dirinya mulai merasakan ketenangan yang luar biasa, dia menjadi sangat sensitif. Telinganya bisa mendengar suara sekecil apapun dalam jangkauan yang luas. Seakan menyatu dengan ruang jiwanya, dia bisa melihat seluruh medan ruang jiwa dalam jangkauan luas meskipun matanya tertutup.


Lyan mulai menarik napasnya dalam. Menghembuskannya perlahan-lahan.


Saat itu juga Master Gyo tidak mampu menahan serangan lagi. Dia terpental dan ikan tersebut mulai melesat ke arah Lyan.


Mata ikan itu mengeluarkan sinar hitam. Giginya yang tajam mulai mendekati pundak Lyan.


“Aku berhasil menemukannya, Master.”


Lyan tiba-tiba menghilang dan terlihat jauh di atas ikan tersebut sebelum gigi-gigi tajam monster itu mengenainya.


Ikan itu melesat ke atas mengejar, Lyan sempat menoleh ke bawah sebentar sebelum terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke atas.


“NUCLEAR PUNCH!”


DUAAAR!


Dia terlihat seperti memukul udara, namun secara tidak terduga area yang menjadi sasaran pukulannya mulai mengalami keretakan, menjalar luas ke segala penjuru hingga akhirnya hancur bagaikan kaca yang pecah.


Master Gyo tampak terkejut melihat sebuah kristal hitam raksasa yang diselimuti aura gelap mengambang di udara setelah dinding tak terlihat dihancurkan oleh Lyan.


“Tidak mungkin… inti jiwanya sudah sebesar itu?!”


Lyan segera menjulurkan telapak tangannya ke atas. Aura hitam yang mengelilingi kristal tiba-tiba melesat masuk ke dalam telapak tangannya dengan cepat.


“GRAAAAGH!”

__ADS_1


Seruan Lyan menciptakan gelombang energi yang dahsyat. Ikan yang memburunya sejak tadi tiba-tiba terhenti di udara. Aura gelap yang mengelilinginya mulai terseret naik dan masuk ke dalam telapak tangan Lyan yang terangkat.


Ikan itu tampak bergetar sebelum tubuhnya secara misterius mengering. Setelah seluruh auranya terserap habis, ikan itu jatuh dengan hanya menyisakan tulang yang mengeluarkan asap.


“GRAAARGH!”


Sekali lagi Lyan berseru dan suaranya kali ini terdengar jauh lebih keras. Mata pemuda itu mengeluarkan sinar hitam. Tubuhmya tiba-tiba mengeluarkan aura gelap yang mengerikan.


“Ini buruk. Lyan tidak mungkin dapat menyerap habis inti jiwa sebesar itu. Aku harus segera menghentikannya.”


Sebelum Master Gyo bertindak, Rain tiba-tiba muncul dan mendaratkan kedua telapaknya ke punggung Lyan. Dia menyalurkan sejumlah energi ke dalam tubuh pemuda itu.


“Kerja bagus, Pertapa. Akanku urus sisanya.”


Sesaat setelah Rain menyalurkan energinya ke dalam tubuh Lyan, warna mata pemuda itu terlihat terus mengalami perubahan. Dari hitam penuh ke putih penuh, dari putih penuh kembali menjadi hitam penuh. Pergantian warna matanya terus terjadi.


Tidak lama kemudian, Lyan merapatkan giginya. Mulutnya terlihat mulai mengeluarkan asap tipis.


Tiba-tiba saja Lyan kembali berseru lantang. Gelombang energi yang jauh lebih besar dari sebelumnya tercipta, membuat Rain yang menyalurkan energi terkejut dan terseret mundur beberapa langkah.


‘Luar biasa. Hanya dengan menyerap sebagian kecil kekuatan dari kristal jiwa, kemampuannya meningkat sebesar ini.’


Setelah seruannya berakhir, Lyan segera duduk bersila di udara sambil memejamkan mata. Sekujur tubuh pemuda itu mulai mengeluarkan asap tipis.


Rain duduk bersila di belakangnya dan kembali menyalurkan energi.


Master Gyo tersenyum lebar, dia bisa melihat di luar sana tubuh fisik Lyan mulai mengalami keretakan yang menandakan pemuda itu telah berhasil memasuki fase rekonstruksi tubuh.


‘Aku tidak menyangka hanya dengan sedikit menyerap inti jiwa manusia gagak dapat membuatnya memasuki fase rekonstruksi tubuh,’ batin Master Gyo sambil menatap kristal jiwa raksasa yang mengambang di udara.


‘Jika dia berhasil menyerap sepenuhnya, akan seberapa kuat Lyan? Pertapa bumi? Tidak, dengan ukuran kristal jiwa sebesar itu, aku tidak dapat membayangkannya.’

__ADS_1


__ADS_2