Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Keterpurukan


__ADS_3

Ledakan terjadi ketika Yuna berhasil menyerap roh raja suku roo, Sisi Gelap dan lainnya bisa melihat tubuh Yuna mengeluarkan cahaya dari kepulan asap.


Ketika kepulan asap menipis dan cahaya pada tubuh Yuna meredup, semua orang menebar senyum sumringah melihat tubuh Yuna yang semula hampir hancur sekarang telah kembali seperti semula.


Yuna perlahan membuka matanya sebelum memperhatikan telapak tangannya, dia bisa merasakan kekuatan luar biasa mengalir dalam dirinya. ‘Bagus, aku berhasil!’


Dalam kepalanya kembali terbesit ingatan memori kehidupan raja suku roo. Yuna mulai mengerti kenapa roh itu terus memintanya balas dendam ketika bertemu dengan Joe.


‘Marc, kau tidak perlu khawatir, kau sudah menjadi bagian diriku sekarang, aku pasti akan membunuh orang itu untukmu,’ batin Yuna sambil mengepal keras tangannya.


Disaat Yuna bangkit berdiri, Sisi Gelap dan lainnya mendekat.


“Kau berhasil, Yuna. Sekarang kau adalah seorang pertapa.” Sisi Gelap tersenyum puas.


“Terima kasih, Youl, ini semua berkatmu.” Yuna membalas senyuman.


“Kau hebat, papu. Aku tidak menyangka kau bisa melewatinya tanpa membuka sendi alam.” Pemimpin suku yang tidak tahu sebenarnya Yuna diam-diam membuka empat sendi alam menggunakan roh, merasa takjub.


‘Siapa dia?’ Dahi Yuna berkerut, dia tidak tahu siapa orang yang berbicara dengannya. Bahkan ada banyak pria telanjang dada di sekelilingnya sekarang.


“Ah, kau pasti bingung karena tiba-tiba ada banyak orang yang tidak kau kenal, papu. Kami adalah ….”


Pemimpin suku yang menyadari situasi mulai menjelaskan semuanya pada Yuna.


***


Setelah berhasil melarikan diri dari Zemus, Master Gyo dan Light beristirahat disebuah bukit yang terletak tidak jauh dari mereka. Master Gyo lalu mengembalikan tubuh muridnya dan menceritakan apa saja yang terjadi selama Lyan tidak sadarkan diri.

__ADS_1


“Apa? Yuna dan Youl sudah menjadi pertapa?” Lyan tidak dapat menahan keterkejutannya. Bagaimana mungkin mereka berdua sanggup melampaui dirinya terlebih dahulu secara mereka bahkan belum membuka sendi alam?


“Aku juga tidak tahu bagaimana mereka dapat melakukannya.” Master Gyo tidak bisa menjelaskan apa-apa mengenai masalah itu, dia sendiri bingung bagaimana hal seperti itu dapat terjadi. “Yang jelas kau jangan patah semangat hanya karena ini.”


“Tidak, Master, aku malah bersyukur karena sekarang tidak perlu khawatir lagi sesuatu yang buruk akan terjadi pada mereka.” Lyan tertawa pelan sebelum kembali melanjutkan perkataannya, “Aku rasa yang diucapkan Youl benar, kita sebaiknya fokus mencari kepingan jiwamu sebelum masa hidupmu habis, Master.”


“Ya, kau benar, tapi itu tidak mudah karena Pecahan Kemalasan dibantu oleh seseorang. Berhubung tempatnya cukup jauh dari sini, kita akan menempuh perjalanan sekarang. Selama peristirahatan aku akan membantumu untuk membuka sendi alam keempat.”


“Baik, Master.”


Setelah Master Gyo kembali ke dalam ruang jiwa, Lyan dan Light kemudian melanjutkan perjalanan, mereka terbang dengan kecepatan tinggi.


Beberapa jam kemudian mereka menemukan sebuah hutan dan beristirahat di sana


“Apa yang sedang kau pikirkan?” Light yang baru saja pulang berburu menemukan muridnya sedang termenung menatap api unggun.


Light menjatuhkan rusa hasil buruannya dan duduk di samping pemuda itu.


‘Kau tidak perlu merasa bersalah.’


Lyan menoleh ke arah Light yang tiba-tiba berbicara dalam kepalanya. ‘Gu-guru.’


‘Tidak perlu disembunyikan, aku tahu kau mengkhawatirkan sisa masa hidup Pertapa Rubah. Jika kau ingin mengatakan sesuatu katakan sekarang, kau bisa mencurahkan semuanya padaku tanpa diketahui olehnya.’


Lyan kembali memandang api unggun, mencurahkan isi hatinya. ‘Sebelum datang ke benua ini, sebenarnya aku cukup percaya diri dapat membantu Master menemukan kepingan jiwanya. Tapi nyatanya aku tidak dapat berbuat apa-apa. Andai aku lebih kuat ….’


‘Tidak ada yang salah dengan kepercayaan dirimu. Mengingat kau pernah mengalahkan jenderal-jenderal Benua Gelap yang sebenarnya berasal dari benua ini, tidak heran kau menjadikan mereka sebagai tolak ukurnya. Andai aku jadi dirimu, aku juga akan memperkirakan kekuatan lawan kita tidak jauh berbeda dengan mereka.’ Light tidak memandang kepercayaan diri muridnya itu sebagai sebuah kesalahan karena sebelumnya mereka belum mengetahui tingkat kekuatan musuh di Benua Cahaya.

__ADS_1


‘Tapi, Guru, kenyataannya ….’ Raut Lyan memburuk ketika mengingat dirinya dikalahkan dengan mudah oleh bawahan Zemus.


Light mengenal Lyan sebagai orang yang pantang menyerah ketika menghadapi musuh-musuh kuat. Sesulit apapun masalah yang dihadapi, pemuda itu akan terus berjuang meskipun berhadapan dengan lawan yang lebih kuat darinya.


Tapi kali ini musuh tidak bisa dibandingkan dengan semua lawan yang pernah dihadapi. Mereka terlalu kuat hingga Lyan tidak dapat berbuat banyak dan dikalahkan dengan mudah oleh para bawahan Zemus. Light bisa memahami muridnya sekarang mendapat pukulan besar akan kekalahan itu.


‘Apa kau tahu? Saat pertama kali bertemu denganmu, aku selalu merasa kau memiliki keistimewaan.’


Lyan mengangkat kepalanya, memandang sang guru yang tersenyum padanya.


‘Saat itu, aku percaya kelak kau akan mempunyai kekuatan yang setara denganku. Tapi setelah mengangkatmu sebagai murid, kau selalu menunjukkan hal yang mengagumkan. Kau terus berkembang dan berkembang, tanpa kusadari kau bahkan telah melampaui diriku.’


Light memandang ke arah langit, dia mengenang kembali masa-masa petualangannya bersama Lyan. Tidak lama kemudian dia menghela napas.


‘Setelah bersamamu cukup lama, aku baru menyadari apa yang dapat membuatmu berkembang secepat itu. Keinginan kuat untuk terus melampaui batasan diri dan harapan yang tidak pernah pupus ketika mengalami kesulitan, dua hal itu adalah keistimewaan dirimu yang tidak aku miliki.’


‘Guru ….’


‘Aku sebenarnya bukan orang yang menyukai hal konyol seperti itu. Tapi melihat apa yang kau tunjukkan selama ini, perlahan aku menyadari ada bagian dari diriku yang berubah.’ Light kemudian bangkit berdiri sambil menatap muridnya dengan lembut. ‘Kau adalah orang yang mengajarkanku mengenai arti dari tidak menyerah meskipun menghadapi situasi yang rumit. Rasanya memalukan melihatmu sekarang menunjukkan hal yang berlawanan padaku.’


Light mengulurkan tangannya pada Lyan yang masih terduduk, Lyan bangkit berdiri dengan menerima uluran tangan itu sambil tersenyum.


‘Terima kasih, Guru, aku merasa lebih baik sekarang.’


‘Bagus, memang seperti inilah seharusnya dirimu.’


Lyan mengangguk kepala, pandangannya yang semula tenang mendadak berubah serius. ‘Karena masa hidup Master Gyo hanya tersisa tujuh bulan, aku tidak boleh membuang waktu merenungkan hal yang telah berlalu. Aku tidak bisa mengabaikan orang yang berada di belakang Pecahan Kemalasan, dia pasti bukanlah orang yang mudah dihadapi dan mungkin jauh lebih kuat dari lawan sebelumnya. Karena itu, sebelum bertemu dengan mereka, aku harus menjadi pertapa. Tidak, pertapa saja tidak cukup. Aku harus menguasai wujud Alpha sepenuhnya.’

__ADS_1


__ADS_2