Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Cara Terakhir


__ADS_3

Tidak menemukan jawaban yang diinginkan dari Azrec tidak membuat Lyan menyerah, dia percaya masih ada cara untuk menyelamatkan penduduk Benua Cahaya.


Lyan menatap langit malam. Sejenak terkenang olehnya akan perjalanannya bersama Hex selama dua bulan ini. Meskipun hanya sebentar, tidak dapat Lyan pungkiri jika pria itu sudah menjadi salah satu orang yang penting dalam hidupnya.


Hal ini membuat pemuda itu tidak ingin melihat lagi kematian orang yang berarti dalam hidupnya. Dia juga tidak ingin hal itu terjadi pada suku purba yang telah merawat Yuna dan Youl dengan baik selama ini.


Lyan mengatur napas sesaat lalu menutup matanya, dia berusaha menemukan cara untuk melepas kutukan Astaroth dengan mengingat kenangan Endless yang dulu sempat mengalir dalam kepalanya ketika mendapat kekuatan Rain.


Lyan merapatkan giginya. Dia merasa kepalanya pusing ketika berusaha mengingat kenangan dewa dalam kepalanya. Mustahil bagi Lyan untuk bisa mengingat semua kenangan dewa yang hidup selama milyaran tahun. Yang terekam dalam otak Lyan hanyalah kenangan-kenangan yang menurutnya penting.


Dua puluh menit telah berlalu. Lyan masih belum menemukan satu pun kenangan dewa yang mengarahkannya untuk melepas kutukan Astaroth.


Tidak terasa waktu sudah bergulir selama satu jam dan Lyan masih tidak bergerak dari tempat. Meskipun belum menemukan cara melepas kutukan Astaroth, Lyan masih belum ingin menyerah karena mencari informasi dari kenangan dewa adalah cara terakhir yang bisa dia lakukan.


Tidak lama kemudian, Lyan tiba-tiba merasa tubuhnya menjadi ringan dan nyaman.


Lyan segera membuka mata, terlihat olehnya ada ratusan bola hitam kecil yang keluar dari tubuhnya sebelum musnah menjadi debu.


“Ini …” Lyan ingat pernah melihat ratusan bola kecil seperti ini dulu. “Bukankah ini Malapateka?”


Malapetaka adalah kutukan yang didapatkan dirinya setelah para pertapa seperti Master Gyo dan Laxus mengambil alih tubuhnya. Seingat Lyan ratusan bola kecil itu merupakan bentuk dari kutukan tersebut. Asmodeuslah yang memberitahunya serta membantunya melenyapkan kutukan ini.


Karena Master Gyo sempat mengambil alih tubuhnya lagi, Malapetaka kembali muncul. Tapi kutukan itu sekarang tiba-tiba saja lenyap tanpa sebab yang jelas. Lyan segera bangkit berdiri dan memeriksa sekitarnya.


“Malapetaka hanya bisa dilenyapkan oleh Iblis Dosa dan Dewa Bijak. Kalau salah satu dari mereka ada di sini, aku harus segera menemukannya.”

__ADS_1


*****


Satu jam sebelumnya setelah Lyan keluar dari tenda, tidak lama kemudian Yuna juga keluar dari sana.


Wanita itu berhenti melangkah dan menatap langit malam dengan perasaan kacau. Perasaannya masih terasa tidak nyaman setelah mendengar berita buruk dari Venom.


Segelintir kenangan yang dilalui bersama suku purba masih berbekas dalam ingatannya. Membuat Yuna semakin gelisah dan tidak tenang.


“Tidak, aku tidak boleh terus begini.”


Yuna sadar hanya dengan merenungkannya tidak akan membawa perubahan. Tidak ada gunanya hanya terus memikirkan tanpa melakukan apapun. Yuna menghirup napas dalam dan menghembuskannya perlahan. Setelah merasa tenang dia kembali menatap ke arah langit.


“Tidak hanya aku dan Youl, Master Gyo juga terlihat sangat terpukul.” Masih berbekas dalam ingatan Yuna saat Master Gyo terlihat marah pada Hex ketika mendengar berita buruk itu.


“Lyan juga sama. Saat ini dia mungkin sedang mencari tempat yang sepi untuk menenangkan diri.”


“Aku tidak ingin hal buruk itu terjadi. Aku juga tidak bisa membiarkan perasaan rekan-rekanku hancur karena ini. Maka dari itu, aku harus melakukan sesuatu.”


Yuna berjalan melalui tenda-tenda sekitarnya dan bertukar sapa ketika bertemu dengan anggota suku yang dia temui sepanjang jalan.


Tidak lama kemudian langkah Yuna terhenti pada sebuah tenda kecil, dia masuk ke dalam, terlihat seorang pria sedang menggeliat dengan kaki dan tangan terikat.


Pria itu adalah Joe yang ditangkap oleh Sisi Gelap beberepa bulan lalu. Semenjak tertangkap Sisi Gelap melakukan sesuatu padanya sehingga kekuatannya tidak bisa digunakan. Hal itu membuatnya seperti orang lemah yang tidak berdaya sekarang.


“Apa yang kau inginkan dariku sebenarnya …,” suara Joe terdengar lemah.

__ADS_1


Yuna mendekat lalu berhenti di depannya.


“Alasanku meminta Sisi Gelap menangkapmu karena ini merupakan permintaan raja suku roo. Aku yakin kau mengenalnya.”


Alis Joe terangkat ke atas. “Di-dia ada di sini?!"


Yuna menganggukkan kepalanya. Joe menghela napas panjang sebelum bibirnya melengkung membentuk senyuman. Teringat olehnya segelintir kenangan yang pernah dilalui dengan raja suku roo.


“Setelah apa yang kulakukan padanya, dia pasti masih sangat membenciku. Aku juga orang yang telah membuatnya meninggalkan benua ini.”


Joe masih merindukan hubungan persahabatan yang pernah terjalin di antara mereka dulu. Yang harus hancur setelah dia menjadi tangan kanan Zemus.


“Jika dia ingin membalas dendamnya padaku, setidaknya mintalah dia melakukannya sendiri. Alu pantas menerimanya setelah semua yang kuperbuat padanya.”


“Sebenarnya sudah lama aku ingin mempertemukan kalian. Tapi setelah aku mengalami kebangkitan, aku berubah pikiran dan menunggu waktu yang tepat.”


Yuna meletakkan telapak tangannya di atas kepala pria itu.


“Dan saat yang kutunggu telah tiba. Sesuai keinginanmu, aku akan mempertemukan kalian kembali.”


Tubuh Joe bergetar sesaat setelah rohnya perlahan terhisap ke dalam telapak tangan Yuna. Ketika rohnya telah meninggalkan tubuh dan terhisap sepenuhnya oleh Yuna, Joe akhirnya menghembuskan napas terakhir.


Yuna segera duduk bersila dan menutup matanya setelah berhasil menelan roh pria itu.


‘Setelah berhasil menyerap semua roh pemimpin suku, aku mendapatkan pencerahan dan akhirnya mengetahui tentang sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang tidak hanya dimiliki manusia tetapi juga dewa, iblis maupun Gaia. Sesuatu yang harus dimiliki oleh semua makhluk hidup alam semesta agar dapat menatap hari esok dan bertahan hidup. Dengan memenuhi janji roh aku memiliki kesempatan untuk memanggilnya. Aku harus berhasil demi menyelamatkan penduduk benua ini.’

__ADS_1


__ADS_2