Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Kekuatan Level Xora


__ADS_3

Melihat ekspresi Lyan, Lilith tahu apa yang ada dibenak pemuda itu. Ia pun memberi penjelasan.


“Tidak perlu bingung, Tu-Tuan. Kekuatan yang anda rasakan sekarang adalah kekuatan anda yang sesungguhnya. Karena berada di luar bumi, kita telah terbebas dari Hukum Gaia dan dapat menggunakan Kekuatan sejati seorang Xora.”


Sejak semula makhluk yang berada ditingkatan Xora seperti dewa dan iblis adalah makhluk yang luar biasa kuat. Saking kuatnya, mereka dapat menghancurkan planet atau benda luar angkasa lainnya dengan mudah.


Namun ada satu pengecualian. Itu adalah Planet Jiwa atau disebut juga dengan planet yang memiliki kesadarannya. Contohnya adalah bumi.


Pada saat Gaia, bumi itu sendiri, mengambil rupa dari makhluk hidup yang tinggal di dalam dirinya, ia sadar mereka adalah makhluk yang rapuh. Jika ada makhluk asing seperti dewa atau iblis memijakkan kaki ke bumi, hanya satu serangan remeh dari dewa atau iblis, manusia dan makhluk hidup bumi lainnya akan langsung punah pada saat itu juga.


Tidak ingin hal itu terjadi, Gaia lalu menciptakan Hukum Gaia. Dimana ketika makhluk asing yang berada di tingkat xora muncul di bumi, maka kekuatan mereka akan melemah secara signifikan.


“Jadi begitu.” Lyan tersenyum tipis lalu ia mengalihkan pandangannya ke depan. “Baiklah, kurasa aku tidak boleh terlalu terbawa suasana karena masih ada yang harus kita urus sekarang.”


Lilith mengangguk pelan.

__ADS_1


Lyan melesat kencang ke depan menuju ke arah Adola. Dalam hitungan detik pemuda itu berhasil menempuh jarak hingga jutaan kilometer. Sungguh kecepatan yang berada di luar akal sehat.


‘Luar biasa....’ Lyan membatin karena terpukau akan kecepatannya sendiri.


“Lilith, apa kali ini kita akan dapat mengalahkannya?” Lyan bertanya pada Lilith yang telah menyusul kecepatannya. Wanita itu terbang di sampingnya sekarang.


“Kita dapat mengatasinya selama dia belum beradaptasi dengan alam semesta ini, Tu-Tuan.”


“Benar-benar makhluk yang merepotkan. Tapi itu lebih baik daripada mengatasinya di bumi. Aku bisa lebih tenang karena tidak ada yang perlu aku khawatirkan.”


Lyan dan Lilith terus twrbang dengan kecepatan ekstrim, Adola telah terlihat di hadapan mereka.


“A-Apa yang kau katakan, Tu-Tuan?! Bukankah anda sudah melihat sendiri seberapa mengerikannya makhluk itu saat ada di bumi? Kita berdua bahkan tidak dapat mengatasinya. Dan dia juga berada di level Xora seperti kita. Kekuatannya sekara—”


Ucapan Lilith terhenti saat ia menyaksikan sendiri Adola yang melesat ke arah mwreka dengan ganas terhenti di udara saat Lyan mengarahkan tapaknya ke depan. Padahal saat di bumi, Adola sudah berada di level yang sedikit lebih tinggi dari Lyan. Menghentikan pergerakan Adola semudah itu membuat Lilith terkejut.

__ADS_1


“Aku tahu, Lilith,” jawab Lyan. “Sebenarnya aku juga sependapat denganmu, tetapi ‘dia’ terus menerus memaksaku untuk menghadapi Adola tanpa meminta bantuanmu. ‘Dia’ bilang, aku dapat mengatasinya.”


“Di-Dia?”


“Ya, dia adalah salah satu sosok yang paling berjasa dalam membantuku menyerap Kristal Jiwa.” Lyan mengarahkan pandangannya pada Lilith sambil tersenyum tipis. “Dia baru saja bangkit setelah kita keluar dari bumi.”


“Siapa yang anda maksud, Tu-Tuan?” tanya Lilith penasaran karena dia tidak merasakan keberadaan siapa pun di sekitarnya selain Lyan dan Adola.


Lyan melepas aura putihnya. Itu berkobar sangat besar, dua kali dari tubuhnya sendiri. “Dia adalah...,”


Lyan menghilang dan muncul di hadapan Adola sambil melayangkan tinjunya yang dilapisi aura putih yang berkobar. “... Kesadaran Keduaku.”


BLAAAR!


“KHGAARGH!”

__ADS_1


Tidak hanya tubuh Adola yang berlubang setelah terkena pukulan dahsyat itu, energi pukulannya bahkan membuat beberapa planet yang terletak jauh di belakang Adola ikut berlubang.


Imbas dari pukulan itu bahkan membuat alam semesta bergetar sesaat.


__ADS_2