Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Menghadapi Adola


__ADS_3

Perkataan Lilith membuat Lyan terkejut. Mengingat kekuatannya sendiri saat ini masih berada di bawah Lilith, membiarkan Adola berkembang mencapai wujud sempurna tentu akan membuatnya berada dalam masalah besar. Ia tidak ingin hal semacam itu terjadi.


“Berapa lama waktu yang Adola butuhkan untuk mencapai wujud sempurnanya, Lilith?!”


“Setelah beradaptasi dengan planet ini, Adola akan memiliki kemampuan untuk menyerap apapun dan menjadikannya sebagai sumber energi, Tu-Tuan,” jawab Lilith. “Semakin besar energi yang ia dapatkan, maka pertumbuhannya akan semakin cepat.”


“Kalau begitu kita harus menghentikannya secepat mungkin. Apa kemampuan teleportasimu dapat mengantarku langsung ke tempat Adola berada?”


“Untuk melakukannya, aku harus menemukan keberadaan Adola menggunakan inderaku terlebih dahulu, Tu-Tuan.“


Lilith biasanya hanya berteleportasi ke tempat yang pernah ia kunjungi. Jika tempat yang dituju lebih spesifik dan tak pernah ia datangi, maka ia harus memanfaatkan aura di sekitar lokasi tujuannya.


“Maka lakukanlah sekarang,” ucap Lyan.


Lilith segera memejamkan kedua matanya, berusaha merasakan keberadaan Adola. Tidak membutuhkan waktu yang lama ia telah menemukan aura Adola dan satu aura lain bersamanya.


“Tu-Tuan, sepertinya saat ini Adola sedang bertarung dengan seseorang. Aku tidak dapat berteleportasi ke sana jika objek yang dituju selalu bergerak.”


“Itu pasti Jenderal Besar Oliver,” ucap Lyan. “Jika kita dapat berteleportasi di tempat objek yang tidak bergerak, cobalah kau lebih meningkatkan inderamu. Aku yakin para pasukannya tidak berada jauh darinya.”


Lilith yang semula hanya fokus merasakan keberadaan Adola kini meningkatkan kepekaan inderanya. Ia pun bisa merasakan sekiranya ada puluhan ribu aura kecil tidak jauh dari Adola.


“Kau benar, Tu-Tuan. Kita dapat berteleportasi sekarang.” Lilith membuka kedua matanya lalu. “Aku akan segera mengantarmu ke sana.”


Lilith menggenggam tangan Lyan, mereka berdua pun langsung berpindah ke lokasi Adola berada, tepatnya di samping Veve. Veve Bersama para pasukan serentak terkejut dengan kehadiran mereka.


“Apa kabar, Veve?” Lyan tersenyum tipis sebelum mengalihkan pandangan ke arah Adola dan Jenderal Besar Oliver yang tampak bertarung dengan sengit. “Sepertinya kita tidak dapat berbicang sekarang. Aku harus membantu Jenderal Besar Oliver. Da Lilith, tolong kau lindungi mereka.”


Selesai berbicara Lyan segera melesat keluar dari pelindung, ia muncul tepat di belakang Jenderal Besar Oliver yang terpental akibat pukulan Adola.


“Kau…” Jenderal Besar Oliver menoleh kea rah Lyan yang sedang menahan tubuhnya daari belakang.


“Kau sudah berjuang dengan baik, Jenderal Besar Oliver,” ucap Lyan. “Selanjutnya serahkan padaku.”


“Hati-hati, kau tidak boleh meremehkan makhluk itu. Dia memiliki kemampuan regenerasi yang mengerikan.” Jenderal Besar Oliver memberi peringatan.


Lyan mengganguk pelan sambil menahan pukulan Adola yang hampir mengenai wajah Jenderal Besar Oliver. Ia kemudian mementalkan Adola menggunakan gelombang energi yang keluar dari tubuhnya.

__ADS_1


“Baik, Jenderal, aku akan berhati-hati.”


Lyan menghilang dan seketika itu juga muncul di hadapan Adola.


BLAAAR!


Lyan melepas satu pukulan kuat yang langsung membuat Adola menjadi gumpalan cairan.


Melihat itu membuat semua orang terkejut bukan main, terutama Jenderal Besar Oliver.


‘Aku bahkan harus mengerahkan seluruh kekuatanku untuk membuat makhluk itu hancur seperti itu. Tetapi Lyan … Aku yakin barusan dia hanya melepas pukulan biasa.’ Jenderal Besar Oliver menelan ludahnya. ‘Aku tidak tahu seberapa kuat dirinya sekarang….’


Meskipun berhasil menghancurkan Adola dalam satu serangan, Lyan masih ingat perkataan Lilith mengenai kemampuan Adola sehingga ia tidak berani meremehkannya. Ia pun mengarahkan tangannya ke depan, menciptakan bola transparan untuk mengurung Adola yang tubuhnya hampir pulih.


“ADOLA!” Adola yang telah pulih segera membenturkan dirinya ke segala arah, ia berniat menghancurkan bola transparan yang mengurung dirinya.


KRAAAK!


Lyan bisa meihat bola transparan miliknya mulai mengalami keretakan, membuatnya segera memperkuat bola transparan itu.


KRAAAK!


KRAAAK!


KRAAAK!


‘Tidak mungkin … Aku yakin kekuatannya saat ini hanya berada di tingkat Energi Langit. Bagaimana mungkin dia bisa memberikan kerusakan sebesar itu…’


PRAAANG!


Lyan Kembali terkejut saat melihat bola transparan ciptaannya berhasil dihancurkan Adola.


Tidak hanya Lyan, Lilith bahkan sama terkejutnya karena tidak seharusnya Adola yang masih lemah sekarang dapat menghancurkan bola transparan yang diciptakan oleh seorang Xora.


‘Tuan Lucifer … Kau bilang padaku kalau Adola hanya dapat dihentikan dengan cara mengurungnya, tetapi pada kenyataannya itu tidak berguna bahkan untuk Adola yang masih lemah.’ Lilith berkeringat dingin. ‘Apa maksudmu dengan semua ini, Tuan? Apa kau memang sengaja membohongiku seperti ini?’


Lilith menggeleng pelan. ‘Tidak, Tuan Lucifer tidak mungkin berbohong padauk. Sebaiknya aku coba sendiri.’

__ADS_1


Lilith mengarahkan tangannya ke arah Adola, menyegel makhluk itu ke dalam bola hitam transparan, tulisan asing tampak melayang mengelilingi bola tersebut.


Dengan tingkat kekuatannya, Lilth percaya diri kalau Adola tidak mungkin dapat menghancurkan bola hitam transparannya sekeras apapun ia berusaha memberontak dari dalam.


Namun, di luar ekspetasinya, Adola tidak memberontak sama sekali. Ia malahan tampak menyeringai.


“ADOLA!”


Adola mengangkat kedua tangannya ke atas, seketika bola yang mengurungnya terserap ke dalam tubuhnya. Pada saat itu juga tinggi Adola bertambah, dari punggungnya keluar dua sayap putih kecil.


‘Ti-Tidak mungkin….’ Lilith tidak dapat menahan keterkejutannya. Ia tidak menyangka bahkan segel yang dia ciptakan itu sanggup diserap oleh Adola dengan mudah.


Lyan menoleh ke arah Lilith dengan geram. Ia merasa telah ditipu dan karena Tindakan Lilith barusan kekuatan Adola langsung melompat hingga setara Pertapa Alam


Tekanan yang dilepas Adola membuat Jenderal Besar Oliver muntah darah. Lyan segera berteleportasi ke tempatnya dan membawanya ke dalam pelindung yang barusan telah diperkuat Lilith agar semua pasukan tidak tertekan oleh kekuatan Adola.


Veve bersama semua pasukan segera mendekati Jenderal Besar Oliver dengan raut panik.


“Lilith, sudah kukatakan jangan pernah berbohong padaku.” Lyan menatap Lilith tajam.


“A-Aku tidak berbohong padamu, Tu-Tuan. Aku bersumpah! Percayalah padaku!”


Lyan menatap Lilith dalam-dalam, melihat sumpah darah tidak bekerja menandakan iblis itu memang tidak sedang berbohong padanya. “Jaga mereka untukku. Aku akan coba mencari cara untuk–“


Belum selesai Lyan bicara, Adola telah berada di depan pelindung sambil menempelkan kedua tangannya pada pelindung tersebut. “ADOLA!”


Napas Lyan tertahan melihat pelindung itu mulai terserap ke dalam tubuh Adola. “Segera bawa mereka semua menjauh dari tempat ini, Lilith!”


Selesai memberi perintah, Lyan segera membawa Adola berpindah ke dalam Lotus World Bersama dirinya.


Adola memang tidak berhasil menyerap habis pelindung, tetapi sayap yang berada dipunggungnya sedikit membesar, menandakan kekuatannya kini meningkat hingga setara puncak Pertapa Alam.


Menyadari Adola tidak mungkin dapat dikalahkan dengan cara biasa. Lyan merasa harus serius menghadapinya kali ini. Ia pun segera bertransformasi ke wujud Alpha.


Saat perubahan transformasi selesai, Lyan melihat Adola mengangkat kedua tangannya ke atas. “ADOLA!”


Pada saat itu juga Lyan langsung melesat ke arah Adola dengan raut panik. Sebab ia merasakan waktu dalam Lotus World berkurang dengan sangat cepat.

__ADS_1


__ADS_2