Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Sisi Gelap Vs Venom


__ADS_3

Sisi Gelap kembali mengkombinasikan lima Doppleganger+ dengan Jurus Dark Beam, Jurus Black Shadow kembali dia kerahkan untuk menyerang Venom.


Venom yang barusan melepas penutup mata, perlahan membuka matanya, tampak dua bola mata putihnya sekilas mengeluarkan cahaya.


Pusaran gelap tiba-tba muncul di depannya, aura hitam berbentuk kepala harimau yang melesat menyerangnya tertelan ke dalam pusaran dan kemudian pusaran itu mengecil dan menghilang.


Mata Sisi Gelap membesar, sedikit terkejut melihat jurusnya ditelan oleh pusaran tersebut.


“Menarik ….”


Sisi Gelap kemudian mengkombinasikan 10 Doppleganger+ miliknya kembali dengan Jurus Shadow Flare yang didapatkan dari Lilia. Lingkaran sihir besar muncul di atas Venom, dari dalam lingkaran sihir sekilas tampak sosok harimau sedang meraung sebelum sinar hitam melesat ke arah pria itu.


Kejadian yang sama terulang kembali, serangan Sisi Gelap lagi-lagi terhisap ke dalam pusaran yang tiba-tiba saja muncul sebelum serangannya mengenai Venom.


“Aku kagum dengan kemampuanmu yang dapat meniru jurus orang lain jika serangan mereka ditelan oleh auramu.” Venom berkata dengan ekspresi datar. “Tapi alasanku tertarik padamu adalah ….”


Sisi Gelap tiba-tiba merasa tubuhnya tidak dapat bergerak, lingkaran sihir muncul di atas serta di bawahnya. Sisi Gelap cukup terkejut.


“Kau memiliki kemampuan yang hampir sama denganku. Dua jurus lawan yang masuk ke dalam pusaranku dapat aku kombinasikan.”


Dari dua lingkaran sihir keluar sinar hitam mengerikan, menghantam tubuh Sisi Gelap, memicu ledakan pasukan Doppleganger+ miliknya sehingga ledakan yang terjadi semakin dahsyat.


BLAAAR!


Sosok Sisi Gelap masih terlihat berdiri di tengah kepulan asap yang menipis. Dia tertawa lepas dan berkata, “Kau menganalisa kemampuanku berdasarkan pertarunganku dengan wanita itu, ya? Kau tidak salah tapi tidak sepenuhnya benar.”


Sama seperti yang dirasakan Sisi Gelap sebelumnya, kali ini Venom merasa tubuhnya tidak dapat digerakkan. Lingkaran sihir juga muncul di atas dan di bawahnya. Tekanan yang dihasilkan dari dua lingkaran sihir itu bahkan jauh lebih besar dari jurus yang Venom kombinasikan barusan, membuatnya terkejut. “Jangan bilang ….”


Melihat ekspresi Venom membuat Sisi Gelap menyeringai. “Benar, tidak hanya serangan yang dilahap oleh auraku, serangan yang mengenaiku juga dapat kutiru. Oh, selain itu aku juga dapat mengkombinasikan tiga jurus sekalipun.”


DUAAAR!


Tembakan sinar dari dua arah menghantam tubuh Venom dengan telak, pria itu terluka parah dengan tubuh bersimbah darah.


Keduanya sama-sama terluka parah akibat terkena serangan jurus kombinasi satu sama lain. Venom merasa tubuhnya tidak akan bertahan lama lagi setelah terkena serangan dahsyat barusan, sementara Sisi Gelap selain terluka parah dia juga telah menghabiskan banyak kekuatan akibat mengkombinasikan tiga jurus sekaligus.


Keduanya saling bertatapan sejenak, seakan memiliki satu pikiran mereka sama-sama melesat maju menyerang satu sama lain untuk mengakhiri pertarungan.


BOOOM!

__ADS_1


BOOOM!


BOOOM!


Setelah melalui pertarungan panjang rasa lelah semakin menghantui, fokus mereka secara perlahan buyar sehingga tidak ada di antara mereka yang bisa menghindari serangan satu sama lain.


Setelah sama-sama menderita akibat pukulan satu sama lain, mereka berdua akhirnya tumbang jatuh ke bawah.


“Masih mau lanjut?" tanya Sisi Gelap yang sudah telentang di tanah.


“Aku sudah hampir tidak dapat menggerakkan tubuhku,” jawab Venom yang ada di sampingnya.


“Kalau begitu kita tentukan pemenangnya dengan melihat siapa di antara kita yang masih sanggup berdiri.” Sisi Gelap berusaha bangkit berdiri dengan susah payah.


Venom tertawa mendengarnya. “Kau curang sekali.”


Meskipun sudah kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya, Venom tidak mau kalah dan berusaha sekeras mungkin untuk bangkit berdiri.


Pada akhirnya tidak ada di antara mereka yang berhasil bangkit berdiri. Seberapa banyak kali pun mereka mencoba, tubuh mereka sudah tidak kuat untuk bertahan sehingga selalu tumbang ke tanah.


*****


KABOOOM!


Tubuh raksasa Master Gyo kembali mengecil setelah mengerahkan jurus pamungkasnya untuk menyerang Lilia. Setelah memastikan Lilia lenyap tanpa menyisakan tersisa meninggalkan jasad serta tidak dapat merasakan aura wanita itu lagi, Master Gyo mengarahkan pandangannya pada Light dan Hex yang terletak belasan meter di samping kirinya.


Master Gyo menghela napas, untuk menarik rekan-rekannya keluar dari perisai transparan seorang Pertapa Semesta seperti Lilia tidaklah mudah, dia harus mengorbankan seribu tahun masa hidupnya agar dapat menyelamatkan mereka.


“Wanita yang mengerikan. Jika aku tidak langsung menggunakan jurus pamungkasku saat dia lengah, aku tidak yakin dapat membunuhnya seperti sekarang.”


Selesai bergumam Master Gyo segera mendekati Light dan Hex untuk memeriksa kondisi mereka. Namun Hex tiba-tiba saja berseru memberi peringatan.


“Gu-Guru Kedua! Awas!”


BOOOM!


Master Gyo terpental jauh oleh serangan dadakan yang tidak dia sadari.


“KHGGGH!” Master Gyo memuntahkan darah segar.

__ADS_1


“Dasar sialan, berani-beraninya kau menyerang di saat aku sedang lengah.”


Master Gyo tidak dapat menahan keterkejutannya saat Lilia yang dia pikir telah mati, berdiri di hadapannya.


“Ba-bagaimana mungkin ….” Master Gyo yakin jurus pamungkasnya barusan telah berhasil membuat Lilia menjadi debu. Dia percaya tidak mungkin salah karena setelah terkena serangannya aura wanita itu pun lenyap begitu saja.


Lilia tertawa pelan lalu memijak tubuh Master Gyo.


“Yang kau bunuh hanya Doppleganger-ku, bodoh! Karena kau menyerangku tiba-tiba, aku jadi berinisiatif membuatmu yakin aku telah mati dengan menghilangkan aura keberadaanku. Bagaimana rasanya setelah tertipu dan diserang saat kau lengah?” Lilia mengeraskan pijakannya, membuat Master Gyo kesakitan dan kembali muntah darah. Tubuhnya bahkan kembali menjadi manusia.


“Hentikan, sialan!” Hex yang bangkit dengan susah payah mulai menyerang Lilia. Dia tidak rela melihat Master Gyo diperlakukan seperti itu.


Lilia tertawa pelan sambil menciptakan satu Doppleganger untuk menahan serangan Hex.


KABOOOM!


Ledakan dahsyat Doppleganger membuat tubuh Kristal Hex hancur berkeping-keping, dia bahkan terpental cukup jauh sambil memuntahkan darah.


“Si-sial ….” Hex berusaha bangkit kembali namun kali ini dia gagal karena luka yang diterima semakin parah akibat terkena ledakan Doppleganger barusan. Dia tumbang kembali setelah berusaha keras mencoba bangkit berdiri.


Sementara Master Gyo kesadarannya hampir hilang karena Lilia semakin mengeraskan pijakan ke tubuhnya.


‘Sial, menyedihkan sekali.’ Sekilas terbesit dalam pikiran Master Gyo untuk memecah kembali kepingan jiwanya agar dapat selamat dari Lilia, tapi karena teringat akan jasa serta pengorbanan Lyan dan rekan-rekannya yang selama ini telah berusaha mati-matian membantunya mengumpulkan kepingan jiwa, membuatnya tidak ingin melakukannya.


Pada akhirnya Master Gyo mengurungkan niatnya untuk memecah dirinya kembali, dia percaya masih ada cara untuk bertahan hidup tanpa harus melakukan itu. Sambil merapatkan giginya, Master Gyo mencengkeram kaki Lilia dengan dua tangannya, berusaha keras agar dapat melepaskan diri.


“Hahaha! Apa ini bentuk usaha terakhirmu untuk bertahan hidup?”


“Tidak! Aku tidak akan mati, sialan!”


”Kalau begitu mari kita lihat seberapa lama kau dapat bertahan. Aku akan menyiksamu pelan-pelan.”


Lilia menyeringai lalu menendang Master Gyo hingga terlempar cukup jauh. Dia lalu berjalan mendekati Master Gyo yang merintih kesakitan sambil berusaha bangkit berdiri dengan susah payah.


WOOOSH!


Tiba-tiba saja Lilia merasakan aura besar muncul di dekatnya, membuat langkahnya terhenti.


“Hahaha! Apa ini?” Lilia tidak dapat menahan tawanya saat mengetahui aura itu ternyata berasal dari Light, orang paling lemah di antara tiga lawannya.

__ADS_1


__ADS_2