
Setelah berpisah lebih dari setengah tahun dan melalui banyak rintangan, akhirnya mereka semua bertemu kembali. Dari pihak Lyan maupun Yuna ingin sekali berbagi kisah petualangan yang telah mereka lalui selama berpisah.
Sementara pemimpin suku papu merasa tidak asing dengan ciri-ciri seseorang yang bersembunyi di belakang Light. Dia terbang menghampiri. Ekspresinya terkejut menyadari orang itu adalah Hex. Dengan wajah kesal dia memukul pria itu dengan tongkatnya.
“Dasar orang tak bertanggung jawab! Gara-gara kau, aku harus mengurus mereka semua sendirian, Papu!” Pemimpin suku terus memukul meskipun pria yang tampak berusaha melindungi bagian kepalanya agar tidak terpukul.
Pasukan suku purba tidak kalah terkejut melihat pemimpin mereka terdahulu muncul kembali setelah sekian lama menghilang tanpa kabar.
Lyan bersama rekan-rekannya hanya terbengong menyaksikan kejadian itu. Mereka sepertinya harus menunda untuk saling berbagi cerita.
“Aku kan sudah izin berpamitan dengan kalian.”
“Izin apanya, Papu?! Kau hanya meninggalkan secarik kertas dengan tulisan cacing! Tidak ada seorang pun di antara kami yang memahami apa yang kau tulis. Kami bahkan tidak akan menyadari itu adalah surat darimu jika tidak ada gambar wajahmu di sudut kertas!”
“Jangan pukuli aku lagi. Aku minta maaf!”
Hex kembali melanjutkan perkataannya, “Dan, kenapa kau bilang yang mengurus semua suku sekarang adalah dirimu sendiri? Dimana pemimpin suku lain?”
Hex baru sadar tidak terdapat pemimpin suku lain di antara pasukan selain pria gemuk yang terus memukulnya ini.
Pemimpin suku papu menyudahi pukulannya.
“Ini semua karenamu, Papu! Setelah kau meninggalkan secarik kertas tulisan cacing dan kau tidak pernah kelihatan lagi selama beberapa bulan, kami mulai mengira-ngira apa yang tertulis dalam isi surat itu. Kami beranggapan pesan yang ingin kau sampaikan pada kami adalah kau akan berkelana lebih lama dari biasanya. Kami akhirnya memutuskan untuk menunggumu. Satu tahun, lima tahun, sepuluh tahun, bahkan puluhan tahun terlewati dan kau tak kunjung kembali. Satu persatu dari kami akhirnya menyadari isi suratmu sebenarnya adalah kau ingin meninggalkan kami.”
Bibir pemimpin suku bergetar, hatinya terasa sakit ketika mengingat serangkaian peristiwa buruk yang terjadi setelah peninggalan Hex.
“Setelah kepergianmu yang merupakan kekuatan terbesar kami, jumlah anggota suku yang tewas terbunuh karena markas diketahui semakin banyak dan membuat kami frustasi. Semakin hari rasa frustasi kami semakin besar dan mulai lelah untuk berjuang menghadapi Astaroth. Pemimpin suku lain akhirnya saling menyalahkan satu salah sama lain dan saling membunuh, Papu!”
Alis Hex terangkat ke atas.
“Kau … jangan bilang ….”
“Tentu saja aku juga terpaksa harus membunuh mereka! Aku tidak boleh mati dan harus terus hidup! Aku memang sama frustasinya dengan mereka, tetapi aku tidak akan membiarkan anggota suku punah, Papu!”
__ADS_1
Hex menundukkan kepalanya. Dia tidak menyangka selama ini suku purba terus menunggu dirinya. Sementara dia sendiri masa bodoh dan lebih mementingkan kebahagiaannya.
Yang membuatnya terpukul adalah suku purba semakin berantakan dan hancur karena dirinya.
“Maafkan aku.” Hex tidak bisa mengatakan apapun selain permintaan maaf. Dia tidak begitu berharap akan dimaafkan karena menyadari kekacauan ini disebabkan oleh dirinya.
“Jika hanya dengan kata maaf bisa menyelesaikan masalah, maka aku akan menemui Astaroth dan melakukannya sekarang, Papu.”
Pemimpin suku papu mengatur napasnya untuk menenangkan diri.
“Sudahlah. Semua sudah berlalu dan terjadi. Aku sudah berusaha melupakannya, Papu," ucapnya sambil menutup mata.
“Lalu apa alasanmu kembali sekarang, Papu? Bagaimana kau bisa bersama rekan Tuan Harimau dan Yuna?”
Hex menjelaskan secara singkat pertemuan mereka dan mengapa dirinya bisa ikut berakhir di sini. Pemimpin suku yang masih menaruh rasa benci pada pria itu kembali memukulnya setelah selesai mendengarkan.
Setelah memperlihatkan peristiwa tadi, pemimpin suku cepat-cepat meminta maaf pada rekan-rekan Yuna dan Youl. Dia kemudian menuntun mereka ke sebuah tenda besar untuk beristirahat karena mereka pasti lelah setelah melakukan perjalanan panjang.
Setelah sampai di tenda tersebut, pemimpin suku izin pamit pada mereka dan sesaat sempat menatap Hex dengan kesal sebelum meninggalkan tenda.
“Oh, dan siapa orang ini?” Dia baru sadar akan keberadaan pria rambut putih. Sebelumnya perhatiannya hanya tertuju pada kemarahan pemimpin suku pada Hex.
Master Gyo menghela napas panjang.
“Pria tampan yang lebih tampan dari Laxus ini adalah aku, Yuna.”
Yuna dan Youl saling berpandangan. Pandangannya kemudian mengarah pada Light yang berekspresi datar, lalu ke arah Hex yang sedang mengupil, lalu terakhir ke arah Lyan yang tertawa pelan melihatnya.
“Kau … Master Gyo?” Yuna menunjuk pria itu.
“Iya, tampan, bukan?” Master Gyo terkekeh.
“Ma-Ma-Mastah.” Youl terbatuk pelan. “Ma-maksudku, Master. Apa hewan bu-buas iblis setelah menjadi pe-pertapa akan memiliki tubuh ma-manusia?” Youl tampak penasaran.
__ADS_1
Master Gyo mengangguk.
“Apa kau menginginkannya juga?”
Youl mengangguk cepat. “I-iya, Master.”
“Setelah kau menjadi pertapa, aku akan mengajarimu cara mendapatkan tubuh manusia.”
Perkataan Master Gyo membuat Youl merasa senang. “Te-te-tet-terima kasih, Master!”
Dia mulai mengkhayal akan seberapa tampan dirinya ketika mendapat tubuh manusia.
Mereka kemudian berbagi pengalaman yang mereka lalui selama berpisah. Semua dimulai dari Master Gyo yang bercerita dari awal mencari kepingan jiwa hingga bertemu dengan Hex. Selesai itu giliran Yuna yang bercerita panjang lebar mengenai kebangkitannya menjadi pertapa dan Youl yang memiliki kekuatan tersembunyi.
Yuna sedikit merasa bersalah karena tidak sepenuhnya yang diceritakannya benar. Dia sebenarnya mengetahui keberadaan Sisi Gelap yang ada dalam diri Youl, tetapi harimau itu jauh-jauh hari telah meminta untuk merahasiakan ini.
Youl sendiri sebenarnya tidak ingin menutupi sesuatu dari rekan-rekannya terutama pada Lyan yang merupakan tuannya. Hanya saja ini adalah permintaan dari Sisi Gelap sendiri untuk tidak menceritakan tentang dirinya.
“Jadi maksudmu Youl memiliki kemampuan rahasia yang membuatnya menjadi setara pertapa?” Light sedikit terganggu dengan cerita Yuna. “Tapi saat dia mengirim telepati, aku merasa itu tidak seperti dirinya.”
“Ma-ma-ma-masalah itu ….” Youl terbata-bata. Untungnya dia adalah seekor harimau gagap, jadinya tidak ada yang akan mengira kalau saat ini sebenarnya dia cukup gugup hingga kesulitan berkata-kata.
Lyan yang hanya mendengarkan daritadi berjalan mendekati Youl lalu mengusap kepalanya.
“Tidak apa-apa, Youl. Tidak perlu kau ceritakan jika kau tidak menginginkannya.” Karena sudah lama mengenal Youl, Lyan bisa merasakan kalau saat ini harimau itu sedang gugup.
Youl menatap Lyan dengan perasaan bersalah. “Ma-maaf, Tuan.”
Lyan mengangguk sambil tersenyum.
“Kau sudah mendengar semuanya, sebaiknya kau menunjukkan diri sekarang.”
Semua orang terkejut mendengar perkataan Lyan. Mereka segera memperhatikan sekitar mencari keberadaan yang dimaksud Lyan. Mereka tahu pemuda itu tidak mungkin berbicara asal-asalan.
__ADS_1
“Bisa menyadari keberadaanku yang tidak dapat dideteksi oleh siapapun selama ini.” Venom tiba-tiba muncul di sudut kiri tenda sambil bersandar. “Kau bukan orang biasa.”