Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Lyan Vs Adola


__ADS_3

“NUCLEAR…”


Naga api tampak berputar mengelilingi pergelangan tangan Lyan, kadar panas pada kepalan tinjunya meningkat.


“PUNCH!”


BLAAAR!


Terkena hantaman keras itu, membuat Adola seketika menjadi gumpalan cairan yang terbakar. Lyan tidak membiarkan makhluk itu beregenerasi, ia menggunakan jurus lainnya yang mampu melenyapkan makhluk-makhluk yang memiliki kemampuan regenerasi ekstrim.


Kegelapan mengisi Lotus World, Adola yang kepalanya baru pulih menjerit akibat rasa panas yang menggerogoti dirinya.


“DOOMSDAY!”


DUAAAR!


Serangan itu berhasil membuat Adola meledak hingga menjadi serpihan kecil yang berhamburan di udara, tetapi pada saat bersamaan udara tiba-tiba menjadi berat, serpihan tubuh Adola mulai berkilau dan menyebarkan cahaya yang menyilaukan, menelan kegelapan yang mendominasi sebelumnya.


Lyan berkeringat dingin merasakan waktu dalam Lotus World kini bahkan berkurang dua kali lebih cepat dari sebelumnya, hingga waktu yang dapat ia gunakan untuk mempertahankan dimensi ini hanya tersisa kurang dari empat jam.


‘Sial, kalau terus begini waktu Dimensi Lotus World akan terserap habis olehnya. Aku harus secepat mungkin menemukan kelemahannya.’


FLAAASH!


Belum sempat Lyan bertindak, cahaya yang hampir redup barusan tiba-tiba bertambah silau, memenuhi seluruh area. Lyan yang baru berkedip sebentar dikejutkan oleh serangan kilat Adola.


BLAAAR!


Lyan terseret belasan meter di udara. Saat pandangannya terarah ke depan, ia bisa melihat sosok Adola kini berubah persis seperti transformasi Astaroth. Yang membedakan hanyalah Adola berwarna putih.


“ADOLA!”


Mata Adola memancarkan cahaya, seruannya membuat medan gravitasi jadi berat. Lyan mematung dengan ekspresi terkejut. Tidak hanya waktu dimensinya tiba-tiba hiang sebanyak tiga jam, namun Adola yang barusan telah setara Xora Bulan Putih, kekuatannya melonjak pesat hingga setara puncak Xora Bintang Hitam.


Dua tanduk kecil Adola bergetar hebat sesaat sebelum bertambah besar. Seruan Adola terdengar semakin keras, otot-ototnya tampak membesar dan dipenuhi urat-urat mengerikan.


Saat itu kekuatan Adola kembali meningkat hingga setara Xora Bintang Tunggal, Lyan tentunya terkejut sebab tiba-tiba saja waktu dalam dimensinya berkurang sebanyak dua jam. Tetapi disaat bersamaan ia juga melihat ekspresi Adola tampak kebingungan.

__ADS_1


Lyan tersenyum karena menyadari waktu dalam Dimensi Lotus World kini telah berkurang dengan kecepatan normal. Ia menyimpulkan meskipun Adola memiliki kemampuan menyerap apapun untuk dijadikan sebagai sumber energinya, makhluk itu tidak sanggup menghadapi hukum dimensi ini. Hukum yang membuat lawan yang kekuatan murninya lebih lemah dari Lyan tidak akan dapat meningkat melebihi kekuatan Lyan, sehingga Adola tidak dapat menyerap waktu dalam dimensi ini lagi.


Lyan menatap Adola dengan tenang, berusaha untuk tidak panik meskipun waktu dalam Dimensi Lotus World miliknya hanya tersisa kurang dari dua jam. Ia percaya masih ada cara baginya untuk mengalahkan Adola.


“Sayang sekali, andai saja kau berhasil menyerap habis waktu dalam dimensi ini, peluangku untuk mengalahkanmu akan semakin menipis.”


Adola mengarahkan pandangannya pada Lyan, ia menyeringai mendengar perkataan Lyan barusan.


“Jangan terlalu percaya diri, Adola.” Sekujur tubuh Lyan mulai mengeluarkan aura putih keemasan. “Meskipun sepanjang pertarungan aku tidak dapat melenyapkanmu sepenuhnya karena kemampuan regenerasi ekstrimmu, bagiku kau tidak jauh berbeda dengan lawan-lawan yang telah kuhadapi selama ini. Dari mereka aku belajar tidak ada makhluk abadi di dunia ini, aku hanya perlu menemukan cara untuk menghancurkanmu hingga tidak dapat beregenerasi kembali.”


Lyan melesat cepat sambil melepaskan satu pukulan keras.


DUAAAR!


Dari kepulan asap yang menipis tampak Adola masih berdiri kokoh sambil mencengkeram kepalan tinju Lyan. Sebuah bola putih muncul dari mulutnya yang terbuka lebar, ia tembakkan ke arah Lyan yang masih berada di hadapannya.


BLAAAR!


Serangan itu hanya mengenai udara hampa, Lyan yang berteleportasi jauh di atas Adola segera membenturkan kedua tinjunya. Api berkobar besar disekitar lengannya.


“NUCLEAR…”


“PUNCH!”


Lalu, Lyan mengayunkan kedua tinjunya yang telah terhimpun kekuatan penuh secara serempak, bersamaan itu semua naga api melesat dengan kecepatan ekstrim ke tempat Adola berada.


KABOOOM!


KABOOOM!


KABOOOM!


Setiap hantaman naga api berhasil membuat sebagian besar tubuh Adola hancur. Hantaman demi hantaman naga api yang terus berlanjut tanpa jeda itu bahkan mengalahkan kecepatan dirinya beregenerasi. Suara jeritan Adola yang telah menjadi serpihan kecil terdengar ketika naga api terakhir menabrak dirinya.


KABOOM!


Lyan segera meningkatkan indera penglihatannya, ia bisa melihat masih ada sedikit serpihan Adola yang masih tersisa.

__ADS_1


Tanpa berpikir lagi ia langsung bergerak menuju ke tempat serpihan Adola berada, tetapi serpihan Adola itu secara mengejutkan terus bertambah dengan cepat sebelum Lyan mencapainya. Semua serpihan itu lalu berkumpul dan menyatu membentuk tornado besar, membuat Langkah Lyan terhenti.


Wujud Adola yang Kembali utuh mulai terlihat saat tornado itu menghilang, seringai dari wajahnya berubah saat melihat kelopak bunga putih yang berada di permukaan tanah tiba-tiba terangkat ke atas dan berkumpul membentuk kubus raksasa yang mengurung dirinya.


“LOTUS…”


Kubus raksasa yang mengurung Adola Kembali berubah bentuk, menjadi enam bunga lotus besar yang letaknya berada di depan, belakang, kiri, kanan, atas dan bawah Adola. Setiap bunga lotus itu mulai mengeluarkan cahaya yang menyilaukan dari tengahnya. Lalu secara bersamaans setiap bunga lotus menembakkan sinar putih berkekuatan dahsyat.


“CANON!”


KABOOOM!


Dimensi Lotus World mengalami getaran hebat beberapa saat setelah ledakan besar terjadi. Lyan sudah memastikan dengan indera penglihatannya yang telah dipertajam hingga kebatas maksimal kalau serangannya kali ini berhasil membumihanguskan Adola hingga tidak menyisakan serpihan sama sekali.


‘Sudah kuduga tidak ada yang abadi di dunia ini.’


Baru saja menghela napas lega, Lyan dikejutkan oleh kemunculan aura mengerikan yang mengisi Dimensi Lotus World. Semua kelopak bunga yang berada di permukaan tiba-tiba bergerak ke atas, membentuk wajah raksasa yang menyeringai. “ADOLA!”


Dimensi Lotus World tiba-tiba mengalami getaran dahsyat, dan setiap detiknya, waktu dalam dimensi ini berkurang sebanyak lima belas menit hingga membuat Lyan cukup panik.


‘Tidak mungkin! Bagaimana dia bisa menghancurkan hukum dalam dimensi ini?!’


Lyan menyadari tidak ada waktu baginya untuk berpikir sebab kurang dari sepuluh detik saja waktu dalam dimensinya akan segera terserap habis oleh Adola. Ia pun segera merentangkan kedua tangannya, berniat mengerahkan jurus pamungkas.


Seluruh tubuhnya lalu terkelupas menjadi kelopak putih dan memancarakn cahaya emas yang menyilaukan.


“EVERLASTING MERCY!”


KABOOOM!


Jurus pamungkas Lyan berhasil menghancurkan wajah raksasa Adola, namun masih tersisa satu kelopak putih yang melayang di atas sana. Suara terkekeh Adola yang menggema tiba-tiba terdengar dari kelopak bunga yang mulai memancarkan cahaya itu. Seketika Dimensi Lotus World kembali mengalami getaran hebat, permukaan tanah menjadi retak bersama dengan setiap ruang hampa dimensi tersebut.


“ADOLA!”


PRAAANG!


Lyan hanya bisa mematung melihat Dimensi Lotus World miliknya hancur di depan matanya sendiri. Napasnya tertahan saat merasakan Adola yang kembali berubah wujud itu memancarkan kekuatan yang luar biasa. Kegelapan mulai menyelimuti Benua Terang. Semua monster yang masih hidup di setiap wilayah tiba-tiba menjerit seperti kesurupan sebelum semuanya tertarik ke atas, menyatu membentuk kepompong besar.

__ADS_1


__ADS_2