Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Meninggalkan Benua Cahaya


__ADS_3

Setelah berhasil mengalahkan Astaroth dan melepas kutukan Penduduk Benua Cahaya, Lyan dan rekan-rekannya berkumpul kembali di bukit. Suku purba menyambut mereka dengan meriah. Mereka juga mengadakan pesta besar untuk merayakan kemenangan ini.


Karena telah berhasil menyatukan kembali semua kepingan jiwa Master Gyo yang merupakan tujuan utama mereka datang ke benua ini, Lyan hendak mengajak rekan-rekannya untuk segera kembali ke Benua Gelap. Namun menyadari kini semua orang dalam perasaan bahagia, ia memutuskan untuk menundanya. Sebab menurutnya rekan-rekannya telah menghadapi berbagai kesulitan selama beberapa bulan di benua ini, tidak ada salahnya memberi mereka waktu bersenang-senang untuk melepas penat mereka.


Beberapa hari kemudian, Venom datang ke bukit bersama pasukannya. Ratusan ribu orang tampak memenuhi angkasa malam itu, membuat sebagian besar anggota suku purba tegang.


Lyan meminta semua orang untuk tenang. Bersama Hex dan pemimpin suku, mereka bertiga terbang mendekati Venom.


Setelah perbincangan panjang terjadi, Lyan, Hex dan pemimpin suku kemudian kembali ke bukit.


Mewakili Lyan dan Hex, pemimpin suku menyampaikan kabar baik pada anggota suku purba bahwa mulai saat ini Venom dan penduduk benua ini akan menerima mereka sebagai keluarga. Mereka bersama-sama akan memulai era baru. Bersama-sama akan membangun Benua Cahaya ke arah yang lebih baik. Semua anggota suku purba menyambut berita baik ini dengan bahagia.


Tepat satu minggu kemudian, Lyan akhirnya mengajak rekan-rekannya untuk meninggalkan Benua Cahaya. Rekan-rekannya setuju karena tidak ada lagi yang dapat mereka lakukan di sini.


“Kakak Pertama, kenapa buru-buru sekali?!” Hex memandang Lyan dengan mata berkaca-kaca, merasa sedih karena harus berpisah dengan Lyan dan rekan-rekannya. “Tidak bisa kau kalian di sini selama beberapa bulan lagi?”


Lyan menggeleng pelan sambil tersenyum. “Urusan kami di benua ini telah selesai, Hex. Tidak ada lagi yang dapat kami lakukan di sini.”


“Katamu monster lautan akan segera menyerang benua ini, kan? Kau bisa membantu ka—”


“Sudah cukup, Hex.” Venom yang ada di samping Hex menyela, “Masalah itu kita bisa mengurusnya, tidak perlu merepotkan pahlawan yang telah menyelamatkan kita lebih dari ini.”

__ADS_1


“Benar! Kenapa kau jadi secengeng ini, Papu?! Jangan merepotkan mereka lagi!” Pemimpin suku menambahkan. Dia sependapat dengan Venom yang tidak ingin merepotkan Lyan dan rekan-rekannya lebih dari ini.


Hex tertunduk lesu. Sebenarnya monster lautan hanyalah alasan yang dia buat agar dapat terus bersama Lyan serta rekan-rekannya. Tidak lama kemudian dia berkata, “Kalau begitu aku ikut dengan mereka.”


“Apa kau bilang, papu?! Jika kau ingin meninggalkan suku purba sekali lagi, kami tidak akan pernah memaafkanmu kali ini!”


“Ta-Tapi ….”


“Tapi apa, Papu?!” Pemimpin suku mengangkat tongkatnya, ingin sekali rasanya dia memukul pria itu.


Venom mengangkat tangannya, meminta pemimpin suku untuk tenang.


Dia kemudian memandang Hex dengan ekspresi datar.


Hex menghela napas panjang.


“Jangan sedih, bodoh!” Master Gyo angkat bicara, “Jika ada waktu kelak kami akan datang berkunjung kembali ke sini.”


Hex mengangkat kepalanya. “Guru Kedua, kau serius, kan?”


“Tentu. Maka dari itu bekerjalah dengan baik dan bangun era baru bersama mereka. Tunjukkan padaku kalau kau adalah seorang muridku yang hebat yang bisa membawa perubahan besar pada benua ini.”

__ADS_1


Mendengar Master Gyo yang akhirnya mengakui dirinya sebagai murid, membuat hati Hex tiba-tiba membara. “Tenang saja, Guru Kedua! Akan kubuktikan kalau aku tidak kalah hebat dengan Kakak Pertama.”


Tiba-tiba saja Hex menatap Lyan tajam. Benih-benih persaingan membara dalam dirinya.


Lyan hanya tertawa pelan melihat ekspresi pria itu. Dirasa tidak ada lagi yang ingin disampaikan, Lyan memutuskan untuk meninggalkan benua ini sekarang. “Baiklah, kami akan segera pergi. Jaga diri kalian baik-baik.”


Venom tiba-tiba menundukkan kepalanya untuk menunjukkan rasa hormatnya pada Lyan serta rekan-rekannya. Dirinya merasa tidak layak membiarkan para pahlawan yang telah menyelamatkan mereka pergi begitu saja tanpa mendapat penghormatan. “Terima kasih, Para Pahlawan. Tanpa kalian, kami tidak mungkin terlepas dari kutukan Astaroth dan kehidupan yang lebih baik seperti sekarang tidak akan mungkin dapat kami peroleh. Sampai matipun kami berjanji tidak akan pernah melupakan jasa kalian. Dengan kehidupan baru yang kami peroleh berkat kalian, kami akan berusaha sebaik mungkin membangun era baru. Datanglah kapanpun kalian mau, kami akan menyambut kalian dengan baik.”


Tidak lama kemudian pemimpin suku, Hex dan penduduk benua secara serempak ikut menundukkan kepala mereka untuk memberikan hormat pada Lyan dan rekan-rekannya. “Terima kasih, Para Pahlawan! Sampai kapanpun kami tidak akan pernah melupakan jasa kalian!” seru mereka serempak.


Lyan serta rekan-rekannya merasa sedikit canggung akan perlakuan mereka dan hanya bisa saling berpandangan satu sama lain. Mereka lalu menyampaikan sedikit salam perpisahan pada penduduk benua ini sebelum akhirnya pergi meninggalkan Benua Cahaya.


“Jaga diri kalian baik-baik, Para Pahlawan!”


“Semoga kalian diberkati selalu!”


“Kami harap nasib baik selalu menyertai kalian!”


Semua penduduk benua meneriakkan kalimat demi kalimat sambil melambaikan tangan mereka ke atas.


“Guru Kedua, Guru Ketiga, jangan lupa sampaikan salamku pada guru pertama! Harimau sesat, aku tidak terlalu mengenalmu tetapi aku harap kau jangan nakal dan menggigit kakak pertama! Dan, Kakak Pertama, jaga kakak ipar dengan baik, ya! Sampai jumpa lagi!” Hex berteriak dengan sekeras-kerasnya hingga sampai ke telinga Lyan serta lainnya yang sudah meninggalkan daratan Benua Cahaya. Semuanya tersenyum mendengar perkataan tersebut kecuali Yuna yang merasa malu dipanggil kakak ipar.

__ADS_1


Sementara Sisi Gelap yang sedang memperhatikan dari kegelapan bergumam pelan. “Sisi Terang, aku sudah membuatmu menjadi seperti dewa yang dapat menyerap sisi baik makhluk hidup. Awalnya kau hanya bisa menyerap sisi baik dalam radius puluhan meter, tapi berkat suku purba selama beberapa bulan ini, kini kau mampu menyerap sisi baik dalam radius hampir seratus meter.”


“Meskipun masih jauh dari kemampuan para dewa yang dapat menyerap sisi baik seluruh makhluk hidup bumi … setidaknya setelah keluar dari benua ini, kemampuan menyerapmu akan meningkat lagi dan lagi. Aku akan melakukan segala yang terbaik agar kemampuan menyerapmu sampai setara dengan para dewa. Jika saat itu sudah tiba…” Sisi Gelap tersenyum tipis. “Aku yakin kau akan segera memperoleh ingatan pertama kehidupan kita.”


__ADS_2