
“Oh, ayolah! Kau bahkan hampir tewas setelah terkena serangan satu Doppleganger. Sebaiknya kau tetap diam dan tidak perlu melakukan usaha sia-sia untuk melawanku.” Lilia menghela napas. “Aku berjanji setelah aku mengurus sampah satunya, giliranmu akan tiba.”
Light tersenyum dingin sambil mengusap darah dari sudut bibirnya yang hampir mengering.
“Aku berterima kasih padamu karena telah memberiku waktu yang cukup banyak untuk meyakinkan diriku sendiri.” Dari langit tiba-tiba muncul empat senjata melesat dengan kecepatan tinggi turun ke bawah, masing-masing senjata itu tertancap di empat penjuru mengelilingi Light.
“Meyakinkan apanya? Sadarlah, apapun yang kau lakukan akan berakhir dengan sia-sia.”
“Sejak tiba di benua ini aku sudah banyak bertemu dengan orang-orang yang lebih kuat dariku. Selama berbulan-bulan aku terus berpikir dan berpikir untuk bertambah kuat agar bisa mengatasi kalian. Terpikirkan satu cara olehku tetapi aku ragu dapat melakukannya, namun berkat dikalahkan dengan mudahnya olehmu, aku akhirnya sadar harus menghapus semua keraguanku, aku sadar hanya inilah satu-satunya cara terakhir yang dapat kulakukan untuk mengalahkanmu.” Light melakukan transformasi menjadi Iblis Matahari.
“Kau terlalu banyak bicara! Kalau kau memang ingin mati lebih dulu maka aku akan ….”
WOOOOSH!
Alis Lilia terangkat ke atas saat melihat energi besar yang berasal dari matahari hitam turun dengan kecepatan tinggi dari langit menyambar tubuh pria itu. ‘Dia bisa menyerap energi matahari hitam?! Tidak mungkin! Bahkan tidak ada penduduk benua ini yang dapat melakukannya!’
Hex yang terkapar di tanah bisa merasakan jumlah energi matahari yang diserap Light kali ini jauh lebih besar daripada saat menghadapinya dulu. “Gu-Guru Ketiga ….”
Sementara Master Gyo yang baru berhasil bangkit dengan susah payah tersenyum lebar karena merasakan kekuatan pria itu terus meningkat dan semakin meningkat. “Dasar orang gila ….”
‘Tidak! Aku tidak boleh membiarkannya terus menyerap energi matahari hitam!’ Firasat Lilia mengatakan ini sangat berbahaya, tanpa berpikir panjang dia segera menciptakan 5 Doppleganger dan memerintahkan mereka menyerang pria itu.
KABOOOM!
__ADS_1
KABOOOM!
KABOOOM!
Namun sayangnya semua Doppleganger meledak ketika bersentuhan dengan pelindung hitam yang tercipta dari empat senjata yang mengelilingi Light.
“Sial! Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?!”
Lilia menggertak giginya sebelum menyerang Light menggunakan jurus pamungkasnya.
“HECTO FLARE!”
DUUUAR!
“Sialan!” Lilia akhirnya memutuskan untuk menciptakan lebih banyak Doppleganger, memerintahkan semuanya untuk menyerang Light. Dirinya sendiri kembali mengerahkan jurus Hecto Flare agar persentase membunuh pria itu menjadi lebih besar. “Matilah!”
Light yang terus menyerap energi matahari hitam tersenyum tipis. Sebelum semua serangan Lilia berhasil mengenainya, semua Doppleganger yang mendekat gerakannya terhenti, sinar ungu yang keluar dari jurus pamungkas Lilia bahkan tidak bergerak seakan-akan waktu pada saat itu berhenti berputar.
Jantung Lilia berdetak tidak karuan saat merasakan kekuatan pria itu meningkat pesat dan terus meningkat hingga tidak dapat terukur olehnya. Tekanan ini bahkan lebih mengerikan daripada saat dirinya menghadapi Sisi Gelap, membuat tubuhnya bergetar hebat. ‘Sial! Ini sangat berbahaya! Aku harus lari sekarang!’
Lilia ingin melarikan diri tetapi sayangnya tubuhnya tidak dapat digerakkan. “Sial! Sial! Sial!”
Pada saat bersamaan, secara mengejutkan Light berhasil menyerap semua energi yang terdapat pada matahari hitam. Membuat Master Gyo dan Hex terkejut serta berdecak kagum melihat matahari hitam di langit menjadi serpihan dan menghilang.
__ADS_1
“GRAAAGH!” Light berseru lantang, aura hitam dahsyatnya yang menjulang sampai ke ujung langit tiba-tiba berubah menjadi warna emas. Sensasi luar biasa mulai mengalir dalam tubuh pria itu, matanya sekilas berubah menjadi emas sebelum dia kembali berseru dengan keras.
“BLAZING SKY!”
WOOOSH!
Aura emas yang menjulang sampai ke ujung langit itu dengan cepat menggeser awan gelap yang selama ini menutupi Benua Cahaya. Sinar yang sangat terang tiba-tiba muncul menyinari Benua Cahaya, membuat Lilia bersama semua jurusnya yang terhenti di dekat pria itu terbakar menjadi abu dalam sekejap.
Setelah cahaya yang sangat terang itu meredup, matahari akhirnya dapat menyinari Benua Cahaya dengan sinar hangatnya.
Semua penduduk Benua Cahaya yang berada di luar merasa mata mereka hampir buta setelah pertama kalinya cahaya asing mulai menyinari benua ini. Mereka cepat-cepat menutup mata untuk menghindari kebutaan.
Perasaan itu juga dirasakan oleh Hex dan pasukan suku purba yang berada di bukit. Sama seperti penduduk benua ini, mereka juga menutup mata mereka karena belum terbiasa oleh cahaya menyilaukan ini.
Sementara Venom yang tidak mampu bangkit kembali, bertanya pada Sisi Gelap yang ada di sampingnya mengenai cahaya yang dapat membuat orang kuat sepertinya sampai harus menutup mata karena silau. “Cahaya apa ini?”
“Itu cahaya matahari,” jawab Sisi Gelap. “Berbeda dengan matahari hitam yang selama ini kau ketahui, matahari yang sekarang menyinari benua ini adalah matahari sesungguhnya.”
Meskipun cahaya matahari membutakan pandangan semua penduduk Benua Cahaya, mereka semua juga bisa merasakan kehangatan dari sinar matahari yang tidak pernah mereka rasakan selama ratusan tahun hidup di benua itu. Ada perasaan unik yang tidak dapat mereka lukiskan hanya dengan kata-kata. Perasaan yang tidak hanya membuat mereka merasa nyaman, tetapi juga membuat mereka merasa seolah memperoleh kehidupan baru.
Peristiwa itu membuat Astaroth terkejut. Awalnya dia berpikir iblis level tinggi yang telah melakukan ini karena hanya mereka yang lebih kuat darinya lah yang sanggup menghancurkan matahari hitam. Namun setelah menyelidikinya ternyata ini hanyalah perbuatan seorang manusia biasa.
‘Ini di luar perkiraanku. Dari awal seharusnya aku tidak boleh meremehkan manusia.’ Astaroth mengepal keras tangannya. Akibat hilangnya matahari hitam, Setan Darah miliknya yang belum sempurna akan kehilangan keabadian karena sumber kekuatan mereka berasal dari matahari hitam. Yang lebih membuatnya marah adalah makhluk yang telah dipersiapkan untuk menghancurkan tatanan menara iblis itu secara perlahan akan melemah, lebih buruknya lagi tubuh Setan Darah akan rusak secara perlahan sebelum menuju kemusnahan.
__ADS_1
Lyan dan Yuna yang sejak tadi bertahan dari serangan Setan Darah mulai menyadari ada sesuatu yang aneh saat matahari berhasil menyinari Benua Cahaya. Setan Darah yang mereka hadapi tiba-tiba menjerit seperti kesurupan, tubuh mereka bahkan secara perlahan mulai terkikis. Insting Lyan dan Yuna secara bersamaan mengatakan kalau ini adalah kesempatan mereka untuk melenyapkan Setan Darah.