Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Rekonstruksi Tubuh


__ADS_3

Pria berjubah meronta berusaha melepas cengkeraman, segala cara yang dia gunakan berakhir sia-sia. ‘Kalau begini terus aku bisa ….’


Pria berjubah merasa sial bisa bertemu dengan lawan mengerikan. Padahal semula dia membuntuti Yuna karena menganggap wanita itu manusia era lama yang lemah. Siapa sangka harimau yang tidak diperhatikannya karena pingsan itu ternyata seberbahaya ini?


Tidak ada cara lain yang tersisa, agar dapat membebaskan diri pria berjubah harus mengesampingkan rasa malunya dengan menggunakan seluruh kekuatan.


“Graaargh!” Dia melepas aura besar yang dahsyat dengan rasa percaya diri bisa terbebas sebelum akhirnya terkejut melihat kekuatan penuhnya pun tidak sanggup menggeser tangan harimau itu satu inchi pun.


‘Ti-tidak mungkin!’


Sisi Gelap mengeraskan cengkeraman membuat pria itu muntah darah, aura pria itu seketika mengecil.


“Khaagh!”


Sisi Gelap kemudian menarik pria yang tampak lemas tak berdaya itu keluar dari ruang dimensi.


“Kau sudah selesai? Kalau begitu aku akan—”


“Tu-tunggu, Youl.”


Saat Sisi Gelap berniat menghabisi pria berjubah, Yuna datang menghentikan.


“Apa ada masalah?” Sisi Gelap melirik Yuna yang menginterupsinya dengan tajam.


“A-apa kau bisa berikan dia padaku?” Yuna bertanya takut-takut.


Sisi Gelap diam sesaat sebelum menyadari alasan Yuna menghentikannya. “Apa kau ingin menyerap rohnya?”


Yuna mengangguk pelan.


“Orang ini adalah seorang pertapa tingkat alam, tidak salah jika kau menginginkannya. Masalahnya kau belum berhasil membuka satu pun sendi alam, apa kau yakin?”


Meskipun pria berjubah sudah melemah, Sisi Gelap meragukan Yuna dapat menelan roh pertapa dengan mudah.


“Aku akan menanggung segala resikonya,” ucap Yuna serius. “Jujur, setelah melihat kekuatanmu, aku pikir sebaiknya mengandalkanmu daripada mencari suku purba lagi untuk membantu rekan-rekan kita. Tetapi setelah dipikir-pikir kembali aku sadar tidak boleh terlalu bergantung pada siapapun. Kali ini biarkan aku yang melindungi kalian dengan kekuatanku. Kumohon, tolong berikan dia padaku, Youl.”

__ADS_1


KRAAAK!


Sisi Gelap tiba-tiba mematahkan leher pria berjubah lalu melemparnya ke arah Yuna.


“Aku hanya membuatnya sekarat agar kau dapat menyerapnya lebih mudah. Lakukan dengan tenang tanpa perlu memikirkan Tuan. Dia baik-baik saja.”


“Apa? Bagaimana kau bisa tahu?”


“Percayalah padaku. Setelah kau selesai kita akan bertemu kembali dengan mereka.”


‘Apa aku harus percaya padanya?’ Yuna membatin, ‘Tapi untuk apa dia bohong? Walaupun aku tidak tahu bagaimana caranya mengetahui kondisi Lyan, aku yakin dia tidak akan berkhianat meskipun sifatnya berubah. Aku harus percaya padanya.’


Selesai menghapus keraguannya Yuna meletakkan tangannya di puncak kepala pria berjubah.


Yuna mulai menarik roh pria berjubah keluar, tidak jauh dari sana terdapat rombongan orang tak dikenal sedang bersembunyi memperhatikan dari semak-semak. Mereka semua pria yang tidak mengenakan pakaian atas.


“Papu? Apa yang baru saja dia lakukan, papu?”


“Bukankah yang dia makan itu roh, papu?”


“Diam, papu! Apa kalian mau kena ini, papu?” Pria gemuk mengancam dengan kepalan tangan.


Suasana langsung hening, mereka takut dengan ancaman pria gemuk itu.


“Argh!” Setelah menelan roh pria berjubah, Yuna menjerit keras. Seluruh organ tubuhnya terasa ingin meledak.


Gelombang energi dahsyat terpancar dari Yuna, membuat bebatuan sekitar beterbangan. Yuna kembali menjerit sambil memegangi lehernya. Sisi Gelap memperhatikan dengan tenang.


Tidak lama kemudian gelombang energi yang jauh lebih dahsyat kembali keluar dari tubuh Yuna sampai menerbangkan beberapa orang yang bersembunyi di semak-semak.


“Fenomena seperti ini … tidak salah lagi. Dia akan memasuki fase rekonstruksi tubuh, papu,’ batin pria gemuk yang menyaksikan dari semak-semak.


Suasana menjadi tenang ketika Yuna berhenti menjerit, tiba-tiba dia duduk bersila dan memejamkan mata. Seluruh tubuhnya perlahan mengalami keretakan.


“Sudah kuduga kau akan memasuki fase rekonstruksi tubuh, Yuna.”

__ADS_1


Raut Sisi Gelap terlihat puas tetapi dia menyadari terlalu dini untuk gembira.


“Tingkat keberhasilan seseorang yang telah membuka empat sendi alam adalah 80%. Untuk dirimu yang belum membuka satu pun sendi alam … peluang keberhasilannya kurang dari 1%. Aku harap kau bisa melewatinya.”


Pada umumnya rekonstruksi tubuh merupakan proses akhir yang harus dilewati seseorang untuk menjadi pertapa. Tahap ini akan membuat seseorang membuang tubuh lamanya, semua saraf tubuh akan bekerja secara optimal untuk menciptakan tubuh baru yang akan melewati batas yang bisa dicapai manusia. Jika berhasil melewati fase ini tidak hanya akan mendapatkan tubuh baru yang kuat, orang itu juga akan menjadi awet muda serta mendapatkan masa hidup yang panjang sampai beribu-ribu tahun.


Masalah terbesarnya adalah dengan seluruh saraf yang telah terpusat menciptakan tubuh baru akan membuat pertahanan seseorang menghilang. Manusia era pertapa biasanya memilih mengasingkan diri setelah membuka empat sendi alam karena akan sangat berbahaya jika menemukan gangguan. Terkena satu pukulan orang biasa saja akan membuat proses menjadi gagal dan tubuh langsung hancur menjadi serpihan debu.


Yuna yang beruntung dapat memasuki fase ini tanpa perlu bersusah payah berkat roh pertapa yang dia dapatkan memiliki keadaan yang lebih sulit. Jika orang yang telah membuka empat sendi alam akan hancur akibat pukulan orang biasa, Yuna yang belum membuka sendi alam akan menjadi serpihan debu hanya karena sentuhan ringan dari seseorang.


Menyadari resiko ini membuat Sisi Gelap membentengi Yuna dengan perisai transparan.


“Sampai kapan kalian akan bersembunyi?”


Suara Sisi Gelap menggema mencapai rombongan orang yang ada di semak-semak. Sejak tadi Sisi Gelap sudah menyadari keberadaan mereka tetapi memilih bergerak setelah Yuna memasuki proses rekonstruksi tubuh.


“Papu? Dia menyadari kehadiran kita, papu.”


“Apa yang harus kita lakukan, papu?”


Mereka semua tampak terkejut, pandangan mereka kini tertuju pada pria gemuk.


Pria gemuk mulai menampakkan diri, rombongannya mengikuti dari belakang.


“Kami tidak bermaksud buruk, papu. Kami hanya ….”


Pria gemuk harus menghentikan ucapannya ketika pandangannya menemukan dua orang terbang mendekat di belakang Sisi Gelap.


“Aku sudah menanti kalian.” Sisi Gelap berkata demikian tanpa memandang dua orang yang baru mendarat di belakangnya.


Dua orang itu tidak lain adalah Zemus dan Joe.


Zemus mengelus janggutnya sambil tersenyum lebar, tidak menyangka pemilik pancaran aura itu ternyata harimau yang sebelumnya melarikan diri bersama Yuna.


Zemus baru ingin bicara namun terbisu ketika pandangannya mendapati rombongan pria di depan sana. Joe sendiri menunjukkan ekspresi terkejut.

__ADS_1


Di sisi lain jutaan roh dalam tubuh Yuna tiba-tiba memberontak, membuat saraf-saraf dalam tubuh Yuna terganggu dan tidak dapat bekerja secara optimal. Tubuh Yuna yang retak sedikit demi sedikit hancur menjadi serpihan.


__ADS_2