
Hex harus terkejut kesekian kalinya ketika pukulannya sekali lagi dapat ditahan pemuda itu.
WUUUSH!
Lyan mengeluarkan gelombang energi dahsyat, membuat permukaaan air laut di belakangnya menjulang tinggi. Hex harus terseret mundur belasan meter akibat gelombang energi tersebut.
Menyadari pertarungan menghadapi Pertapa Semesta akan membuat kerusakan yang besar, Lyan segera mengangkat tangannya menciptakan perisai transparan berbentuk kubus yang cukup besar.
Perisai transparan itu hanya mengurung mereka berdua sehingga Master Gyo dan Light tidak akan terkena dampak dari pertarungan. Perisai transparan yang diciptakan Lyan juga memiliki kemampuan peredam sehingga Pertapa Semesta yang bertarung di dalamnya sekalipun energinya tidak akan terasa di luar perisai transparan. Astaroth maupun para pengikutnya tidak akan menyadari ini.
“Kuakui kau pemuda yang luar biasa. Aku tidak boleh menahan diri melawanmu.”
Setelah menyadari Lyan tidak akan bisa dihadapi dengan cara biasa, Hex berniat melepas kekuatan penuh.
“GRAAARGH!”
Aura merah sekujur tubuh pria itu berkobar semakin besar hingga taring pada giginya tampak memanjang.
FLAAASH!
Dia menghilang dan muncul di belakang Lyan sambil melepas pukulan keras. Lyan menghilang di saat pukulan itu hampir mengenai punggungnya.
DUUUAR!
Kali ini giliran Lyan yang muncul di belakang pria itu.
BAAAM!
Hex termundur beberapa langkah setelah menahan pukulan menggelegar Lyan. Dia kemudian membalas serangan dan adu pukulan di antara mereka terjadi.
BOOOM!
BLAAAR!
BOOOM!
Pertarungan mereka semakin sulit diikuti karena selalu menghilang dan muncul ketika adu pukulan terjadi. Master Gyo dan Light yang menyaksikan sampai menahan napas karena kedahsyatan pertarungan tersebut.
Setelah adu pukulan terakhir terjadi, mereka sama-sama mengambil langkah mundur. Hex menghimpun tenaga pada kedua tangannya yang terkepal dan terletak didekat pinggang. Sebuah pusaran merah tiba-tiba muncul di hadapannya.
Hex merapatkan giginya. Gelombang energi dahsyat menyebar disekitarnya sebelum dia mengarahkan kedua tinjunya ke udara dengan cepat.
Bersamaan dengan kedua tinjunya yang dilayangkan, sebuah sinar merah melesat keluar dari tengah pusaran tersebut. Mengarah ke arah Lyan secepat kilat.
“Red Vortex!”
Lyan tidak diam saja melihat serangan itu melesat mengarah padanya. Mata pemuda itu seketika berubah menjadi hitam penuh. Percikan listrik hitam muncul disekitar tubuhnya sebelum melepas tujuh pukulan yang menciptakan energi yang berbentuk tinju hitam besar yang mengandung percikan listrik hitam.
“Pukulan 7 Halilintar!”
__ADS_1
DUAAAR!
DUAAAR!
DUAAAR!
Kedua jurus yang saling bertabrakan itu menciptakan ledakan dahsyat serta kepulan asap tebal. Hex terdorong cukup jauh setelah adu jurus itu terjadi. Ketika keseimbangannya baru kembali dia menemukan Lyan melayang di atasnya.
Saat Hex melesat ke atas hendak menyerang, Lyan tiba-tiba berubah menjadi percikan listrik hitam membuat serangan Hex hanya mengenai udara kosong. Tidak lama kemudian petir hitam melesat keluar dari langit yang membentuk pusaran gelap.
“Tahap Kuasa, Halilintar Menyambar Bumi!”
BOOOM!
“Argh!” Hex yang terlambat menghindar merintih kesakitan setelah terkena sambaran petir hitam tersebut. Serangan itu membuatnya jatuh ke bawah. Ketika berniat bangkit petir hitam kembali turun dari pusaran langit dan menyambar dirinya.
BOOOM!
Sambaran petir hitam kedua membuat Hex memuntahkan darah segar. Sebelum sempat bereaksi petir hitam kembali menyambar sekali lagi.
BOOOM!
Sambaran petir hitam ketiga ini cukup dahsyat hingga membuat perisai transparan mengalami getaran. Hex terluka parah. Tubuhnya yang terkapar tampak bersimbah darah.
Lyan yang sebelumnya berubah menjadi percikan listrik hitam muncul kembali di hadapan Hex.
“Aku tidak akan kalah .…”
Dada Hex tiba-tiba mengeluarkan sinar merah.
“Ya, aku … tidak akan kalah!”
“GRAAAARGH!”
Bersamaan dengan seruannya, sinar merah pada dadanya mulai memancarkan cahaya merah yang menyilaukan.
FLAAASH!
Ketika cahaya meredup sosok Hex yang seluruh tubuhnya dilapisi kristal merah mulai terlihat.
Setelah melepas gelombang energi dahsyat, dia tiba-tiba muncul di hadapan Lyan sambil melayangkan hujan pukulan.
BOOOM!
BOOOM!
BOOOM!
Kekuatan pukulan itu begitu dahsyat hingga membuat Lyan harus terdorong mundur ketika menerimanya. Hex kemudian muncul di atas sambil mengarahkan kedua tapaknya yang menembakkan sinar merah.
__ADS_1
“Crystallization!”
DUAAAR!
Lyan yang terlambat menghindar harus menerima konsekuensi sebagian tubuhnya berubah menjadi kristal merah dan tidak dapat bergerak. Kristal merah itu terus tumbuh menyebar disekujur tubuhnya.
Belum berakhir, Hex mulai mengangkat tangannya tinggi dan sebuah pusaran merah raksasa tiba-tiba muncul di langit. Ketika dia mengarahkan tangannya ke arah Lyan, pusaran merah itu mulai menembakan hujan sinar yang tak terhitung jumlahnya.
“Meteor Soul!”
BOOOM!
BOOOM!
BOOOM!
Hex yang tersenyum karena yakin kemenangan sudah berada ditangannya harus terkejut ketika melihat sosok Lyan masih berdiri di tengah kepulan asap.
‘Mustahil! Bagaimana bisa ….’
Lyan mengangkat kepalanya menatap pria itu.
“Sekarang giliranku.”
Hex sekali lagi terkejut ketika Lyan mendadak sudah berada di depan matanya. Merasa terancam, Hex segera mengambil langkah mundur.
Namun ketika mata Lyan berubah menjadi hitam penuh, pergerakan Hex tiba-tiba melambat. Area itu sesaat berubah menjadi gelap.
“Insting Dewa!”
Hex terhenti di udara tanpa dapat bergerak. Dia berusaha melepas dirinya namun semua usaha yang dilakukan berakhir sia-sia.
Hex menahan napasnya ketika melihat tubuh Lyan perlahan diselimuti aura hitam bercampur putih yang menghadirkan tekanan mengerikan.
"Teknik …,"
Mata hitam penuh Lyan tiba-tiba berubah menjadi putih penuh. Dari ujung rambut sampai ujung kaki Lyan juga ikut berubah warna menjadi putih. Percikan listrik hitam dan putih tampak sesekali muncul di sekitar tubuhnya.
"Tubuh …,"
Hex bisa melihat sekilas ada bayangan melewatinya secepat kilat. Setelah menyaksikan bayangan itu dia mulai merasakan sakit yang luar biasa menggerogoti seluruh tubuhnya. Rasa sakit itu bahkan membuat mulutnya terbuka lebar tanpa dapat mengeluarkan suara. Kristal yang melapisi tubuhnya tiba-tiba mengalami keretakan.
"Bayangan!"
KRAAAAK!
BLAAAR!
Kristal yang melapisi tubuh Hex seketika hancur berkeping-keping setelah Lyan muncul di belakangnya. Pria itu kehilangan kesadaran dan jatuh ke bawah secara perlahan.
__ADS_1