
Lyan lalu menyentuh bola putih itu, bola putih itu mengeluarkan cahaya menyilaukan sebelum masuk ke dalam tubuhnya.
Ia kemudian bangkit berdiri secara perlahan dan menemukan Lilith sudah melayang di hadapannya.
“Apa yang Tu-Tu-Tuan lakukan sebelumnya? Apa kau pikir aku akan berterima kasih padamu?”
“Sudah kukatakan dari awal aku tidak ingin membuatmu terlibat, Lilith.” Lyan menjawab dengan ekspresi datar. “Karena saat ini kekuatan kita masih tidak cukup untuk menghadapi Iblis Dosa, aku tidak memiliki pilihan lain agar mereka tidak membahayakanmu.”
“Tapi aku tidak memintamu untuk melakukannya! Lagian kenapa harus melakukan sumpah darah dengan mereka hanya untuk menyelamatkanku? Apa Tu-Tu-Tuan pikir aku tidak akan mengkhianati….”
“Aku percaya kau tidak akan mengkhianatiku, Lilith. Lagian kau juga sudah terikat sumpah darah denganku. Sebagai tuanmu, aku juga merasa bertanggung jawab untuk melindungimu.”
Lilith terdiam beberapa saat. Melindunginya? Lucifer saja tidak pernah mengatakan hal semanis itu pada dirinya selama ini. Ia mulai merasa sedikit aneh dengan manusia yang dia layani sekarang. Kenapa berpikir ingin melindunginya padahal ia saat ini tidak lebih kuat dari dirinya.
“Lilith, kau bilang setelah aku menyelesaikan masalah di Benua Terang, Lucifer akan mengundangku ke menara iblis, bukan?”
“Lilith?”
Tidak mendengar jawaban Lilith, Lyan sedikit meninggikan nada suaranya.
“Lilith?!”
Lilith tersentak, tersadar dari lamunan. “Ah, i-iya, kenapa, Tu-Tu-Tuan?”
“Setelah aku menyelesaikan masalah di Benua Terang, Lucifer akan mengundangku ke menara iblis, bukan?” Lyan mengulangi kata-katanya karena merasa Lilith tidak mendengar ucapannya barusan.
“Be-Benar, Tu-Tu-Tuan.”
“Bagus. Kalau begitu kita harus segera berangkat ke Benua Terang.”
“Kapan, Tu-Tu-Tuan?”
“Besok kita akan ke sana,” jawab Lyan. “Tapi ada yang ingin kuketahui terlebih dahulu. Apa sebelum menemuiku, kau telah pergi ke Benua Terang?”
__ADS_1
“Iya, Tu-Tuan.”
“Kapan itu?” Lyan ingin memastikan kapan terakhir kali Lilith berada di sana. Jika sudah beberapa bulan lalu, berarti kekuatan monster laut sekarang mungkin sudah meningkat cukup pesat.
“Tiga hari yang lalu sebelum datang menemuimu, aku berada di sana, Tu-Tuan.”
“Tiga hari?” Lyan sedikit terkejut mendengarnya. “Bagaimana kau dapat melakukannya? Apa kau memiliki kemampuan teleportasi yang dapat membuatmu langsung tiba di benua lain dalam waktu singkat?”
Lilith mengangguk pelan. “Jika telah menjadi Xora puncak Matahari Bebas, Tu-Tuan dapat melakukannya dengan mudah. Kita dapat berteleportasi kemana saja selama tempat itu pernah kita kunjungi.”
Lyan bertopang dagu. Ia merasa harus mencapai puncak Matahari Bebas secepat mungkin agar dapat menggunakan teleportasi instan ini untuk memudahkannya pergi kemanapun tanpa harus membuang waktu hingga berbulan-bulan. Dan dari pernyataan Lilith barusan, berarti monster lautan masih tidak terlalu kuat, ia yakin Jenderal Besar Oliver bersama pasukannya masih dapat mengatasi mereka. Membuatnya merasa lega.
“Apa kau bisa membawaku menggunakan teleportasi agar langsung tiba di Benua Terang?”
Lilith mengangguk pelan, “Bisa, Tu-Tuan.”
Mendengar jawaban Lilith membuat Lyan merasa tenang sebab dirinya sekarang dapat langsung tiba di Benua Terang tanpa harus menghabiskan waktu yang cukup lama. “Bisakah kau bawa lebih dari satu orang? Aku berencana ingin membawa beberapa rekanku.”
Untuk monster lautan di bawah Energi Langit tahap 9 seperti mereka sebenarnya dapat diatasi Lyan dengan mudah. Hanya dengan menggunakan Mata Semesta saja, jutaan monster lautan itu akan menjadi gumpalan darah dalam sekejap. Masalahnya hal itu juga akan menimpa Penduduk Benua Terang. Karena kebanyakan penduduk sana rata-rata kekuatan mereka berada di bawah Energi Langit tingkat menengah, sudah dipastikan nasib mereka akan berakhir sama seperti monster lautan itu jika Lyan sampai menggunakan Mata Semestanya.
“Batas maksimal orang yang dapat kubawa untuk berpindah ke Benua Terang adalah lima orang, Tu-Tuan.”
“Baiklah, kalau begitu besok kita akan segera pergi ke sana. Sekarang kau kembali ke dimensimu.”
“Ah….” Suara Lilith terdengar seperti orang yang sedang kecewa.
“Ada apa, Lilith?”
Lilith menggeleng pelan.
“Lalu kenapa kau masih di sini?”
Lilith terdiam karena ia pun bingung kenapa dirinya seperti merasa tidak ingin kembali ke dalam dimensinya. Ia merasa ingin mengobrol sedikit lebih lama lagi dengan pemuda itu.
__ADS_1
“Baiklah, aku pergi sekarang, Tu-Tu-Tuan.”
“Iya, pergilah, Lilith.”
“Baik, aku pergi sekarang.”
“Iya, kau pergilah.”
Lilith mengangguk pelan, namun dia tetap tidak pergi. Membuat Lyan mengerutkan dahi keheranan.
“Mau sampai kapan kau di sana, Lilith?”
“Ah, i-iya. Aku pergi sekarang, Tu-Tu-Tuan.”
Akhirnya dia benar-benar menghilang dari sana, kembali bersembunyi dalam dimensinya.
Malamnya di penginapan, Lyan langsung membongkar identitas Laxus yang sebenarnya adalah Dewa Iblis Atem kepada rekan-rekannya. Ia juga menceritakan bahwa Endless bersekongkol dengan Laxus yang diam-diam selama ini sedang berusaha membantu Laxus bangkit kembali dengan melahap tiga Manusia Dewa sekaligus.
Semua terkejut mendengar cerita Lyan. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang menyangka kalau Laxus adalah dalang yang memperkuat kristal jiwa serta memberikan Malapetaka pada Lyan.
Perasaan Yuna dan yang lainnya campur aduk pada saat itu juga. Mereka merasa marah karena Laxus tega-teganya memberikan Malapetaka pada Lyan sehingga rekan-rekan lainnya harus mati. Tetapi rasa kecewa dan sedih juga memenuhi perasaan masing-masing karena Laxus selama ini yang terlihat konyol ternyata hanya berpura-pura.
Master Gyo adalah yang paling tampak terpukul. Beberapa saat setelah mendengar semua penjelasan Lyan, ia segera pergi meninggalkan semuanya untuk menyendiri.
Lyan memahami perasaannya sebab di antara yang lain, Master Gyo dan dirinyalah yang paling lama bersama Laxus. Tiba-tiba saja kebersamaan yang telah mereka lalui selama bertahun-tahun hancur secara tiba-tiba, tidak akan ada yang tidak terpukul ditinggalkan oleh rekan yang sudah seperti keluarga sendiri.
Lyan tersenyum pahit. Ia kemudian memutuskan untuk beranjak meninggalkan rekan-rekannya dan menemani Master Gyo di luar yang terlihat sedang memandang langit malam. Tidak ada yang berbicara di antara mereka. Hanya suara hembusan angin yang terdengar sesekali melewati mereka. Malam itu mereka berdua benar-benar menghabiskan waktu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Keesokan harinya. Lyan memutuskan untuk membawa Yuna, Carera, White dan Snow untuk pergi bersamanya. Semula ia ingin mengajak Youl tetapi entah kenapa harimau tempur itu menolak dan mengatakan ingin berada di Benua Gelap saat ini.
Youl sebenarnya ingin ikut, tetapi karena beberapa hari yang lalu ia baru tahu dari Sisi Gelap kalau dirinya kini memiliki kemampuan untuk menyerap sisi baik semua makhluk hidup, ia merasa tidak dapat melewatkan kesempatan ini untuk memperkuat dirinya.
Youl ingin sekali meningkatkan kemampuan menyerapnya hingga mencapai satu benua. Karena kata Sisi Gelap, jika ia berhasil melakukannya, maka ia akan menjadi salah satu makhluk terkuat di alam semesta yang akan sulit ditandingi oleh siapapun.
__ADS_1