Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Rencana Azrec


__ADS_3

“Apa kau mempercepat rencana karena Endless?”


“Endless memang ancaman tetapi ada manusia yang lebih berbahaya darinya.”


“Ada manusia yang bisa membuatmu terancam?” X sedikit terkejut. “Siapa dia?”


“Lyan. Manusia itu cukup berbahaya.”


X tertawa pelan.


“Apa alasanmu memandang anak itu terlalu tinggi? Ini bukan seperti dirimu yang biasa.”


“Sebelum Endless melenyapkan sebagian kecil dari diriku, ada bagian diriku yang selamat. Itu terlalu lemah sehingga Endless yang telah menjadi manusia tidak dapat menyadarinya.”


Azrec menoleh ke arah X.


“Dan bagian kecil dari diriku sekarang berada di Benua Cahaya bersama pemuda itu. Dia sudah menjadi pertapa bahkan hampir menembus Pertapa Bumi dalam waktu singkat.”


Mata X membesar mendengar perkataan Azrec.


“Jika kita tidak waspada dan mengambil tindakan, manusia itu akan menjadi ancaman yang bahkan jauh lebih berbahaya daripada para dewa.”


X bisa merasakan kecemasan iblis itu. Namun dia kurang setuju dengan rencananya.


“Rencana awalmu adalah menunggu salah satu dari tiga pertapa sakti memutus benang takdir dan menjadi Manusia Dewa. Mempercepat proses meditasi mereka hanya akan menghancurkan segalanya.”


“Ada cara lain untuk memaksa salah satu dari mereka untuk menjadi Manusia Dewa. Meskipun tidak sempurna, kekuatan Manusia Dewa tetap dapat mengguncang alam dewa maupun iblis.”


“Memaksa mereka menjadi Manusia Dewa?” X tertawa pelan. “Menarik. Apa yang harus kulakukan?”

__ADS_1


“Kau hanya perlu ikut denganku ke Alam Kekosongan. Selanjutnya aku akan menjelaskan apa yang harus kau lakukan setelah bertemu mereka. Karena kita memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencapai tempat keberadaan tiga pertapa sakti, kau harus melakukan sesuatu agar tidak dicurigai Endless.”


“Itu mudah.”


X membelah diri menjadi dua. Dia memegang tubuhnya yang lain, mata tubuh itu tiba-tiba mengeluarkan sinar merah.


“Tubuh ini akan melakukan apapun sesuai dengan perintahku. Dewa bahkan tidak akan menyadarinya.”


Azrec menyeringai. “Bagus. Perintahkan dia untuk segera kembali. Kita akan menuju ke Alam Kekosongan sekarang.”


*****


Setelah mendengarkan penjelasan pemimpin suku papu, Yuna mulai memahami situasi yang terjadi selama dirinya memasuki fase rekonstruksi tubuh. Bersama dengan Youl, dia mengikuti suku papu menuju tempat persembunyian mereka.


Lokasi persembunyian itu terletak di bawah tanah. Mereka harus melewati tangga menurun dan lorong yang panjang sebelum mencapai tempat persembunyian tersebut.


Yuna dan Youl bertemu dengan suku-suku lain setelah tiba di sana. Mereka adalah suku-suku yang bersatu untuk menentang Astaroth. Karena pemimpin suku papu menjelaskan kalau pendatang baru mereka adalah rekan yang akan bertarung bersama menghadapi Astaroth, mereka bersikap ramah sehingga dalam kurun waktu beberapa hari saja Yuna dan Youl dapat dengan cepat akrab dengan mereka.


Setelah satu minggu berlalu, Yuna mulai merasakan kejanggalan karena tidak pernah berjumpa pemimpin suku lain selain pemimpin suku papu.


Yang hanya wanita itu lihat selama ini adalah orang yang selalu memberi arahan atai memerintah suku lain adalah pemimpin suku papu. Suku-suku lain juga tampak menaruh rasa hormat yang tinggi pada pemimpin suku papu seakan pria gemuk itu merupakan pemimpin suku mereka sendiri.


Yuna semula tidak peduli tetapi rasa penasarannya akan keberadaan pemimpin suku lain cukup besar sehingga dia memutuskan bertanya pada pemimpin suku papu ketika mereka sedang berdua.


“Omong-omong aku tidak pernah melihat pemimpin suku lain selain dirimu. Ada dimana mereka?”


Ekspresi pemimpin suku papu seakan memang sudah menunggu Yuna menanyakan ini.


“Kau ingin bertemu mereka, papu? Mereka dapat kau temui kapanpun jika kau bersedia.”

__ADS_1


Yuna tidak mengerti maksud ucapan pria gemuk itu. Jika bisa ditemui kapanpun, entah mengapa sampai saat ini dia tidak pernah melihat batang hidung pemimpin suku lain.


Yuna mengangguk agar bisa mengetahui lebih cepat alasan pemimpin suku lain tidak menunjukkan diri.


Pemimpin suku papu memandu jalan.


“Kita sudah sampai, papu.”


Saat pintu besar dibuka oleh pemimpin suku papu, hawa dingin yang dapat menembus kulit merembas keluar. Yuna bisa melihat beberapa roh beterbangan di udara. Jumlahnya tidak banyak namun yang membuat Yuna terkejut adalah tiap roh di sana memiliki kekuatan setara pertapa dan bahkan terasa jauh lebih kuat darinya saat ini.


Tanpa perlu mendengar penjelasan Yuna bisa mengetahui sejumlah roh itu adalah pemimpin suku lain yang tidak pernah terlihat selama ini. Dengan pandangan yang masih terlihat kaget dia bertanya pada pria gemuk itu.


“Bagaimana orang-orang kuat seperti mereka bisa berakhir seperti ini?”


“Kau akan mengetahui keseluruhan ceritanya jika berhasil menyerap mereka, papu.”


“Kau memintaku menyerap roh rekan-rekanmu?” Yuna tidak bisa menahan keterkejutannya. Wanita itu bisa melihat kesedihan dari mata pemimpin suku papu tetapi pria gemuk itu tersenyum seakan menyembunyikannya.


“Ini demi menghadapi Astaroth. Aku yakin mereka juga menginginkannya.”


Pemimpin suku papu mulai teringat akan percakapannya dengan Sisi Gelap Youl yang muncul beberapa hari yang lalu.


Sisi Gelap mengatakan padanya jika Yuna berpotensi semakin kuat dengan menyerap roh yang lebih kuat darinya.


“Papu, kau harus berhasil menyerap roh mereka. Dengan begitu peluang kita untuk mengalahkan Astaroth semakin besar. Aku berharap penuh padamu.”


*****


Setelah menempuh perjalanan selama enam bulan, akhirnya Master Gyo dan Light tiba di sebuah pulau terpencil. Mereka terbang dengan kecepatan tinggi dan berhenti ketika melihat sebuah gua.

__ADS_1


“Bersiap-siap, Light! Kita akan segera bertemu dengan mereka.” Master Gyo yang mengambil alih tubuh Lyan mengingatkan.


Light meningkatkan kewaspadaannya, dia bisa merasakan tekanan luar biasa keluar dari dalam gua yang menandakan lawan telah menyadari kehadiran mereka.


__ADS_2