Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Serangan


__ADS_3

“Omong-omong, siapa orang ini, Lyan?” Laxus menunjuk ke arah Master Gyo. “Auranya terasa samar-samar tapi kurasa tidak begitu asing juga. Siapa, sih, dia?”


“Ah, benar. Aku penasaran siapa orang ini,” ucap White. Selain merasakan aura samar-samar yang tidak asing dari pria rambut perak di samping Lyan, tingkat kekuatan orang itu juga tidak dapat diukur olehnya.


“Eh iya, dimana Master Gyo?” tanya Ursula. “Bukankah kalian kembali karena telah berhasil menyatukan semua kepingan jiwanya?”


Raysmith, Laxus dan White tiba-tiba tersentak mendengar pertanyaan Ursula. Mereka baru menyadari sosok rubah itu tidak terlihat sejak tadi. Mata mereka bertiga membesar dua kali dari biasanya. Melihat Master Gyo terkekeh, menguatkan dugaan mereka.


“Jangan bilang kalau dia….” Ketiganya serempak berkata demikian sambil menunjuk pria rambut perak.


“Benar, dia Master Gyo.”


Perkataan Lyan membuat mereka semua terkejut.


“Tidak mungkin!” Laxus adalah orang yang terlihat paling tidak bisa menerimanya. “Bagaimana bisa seekor rubah memiliki wujud manusia?!”


“Tentu bisa, Junior.” Master Gyo kembali terkekeh. “Aku tahu kau bersikap begitu karena iri aku sudah lebih tampan darimu sekarang.”


“Mustahil! Mana mungkin aku iri masalah itu! Seluruh dunia juga tahu kalau aku adalah pria paling tampan di alam semesta!”

__ADS_1


Mereka pun mulai berdebat beberapa saat. Usai berdebat Master Gyo menyampaikan salam dari Hex kepada Laxus.


Laxus bingung karena Master Gyo menyebut Hex sebagai murid mereka. Seingatnya tidak memiliki murid bernama Hex.


Suasana di tempat itu seketika berubah saat Endless turun dari langit, mendarat di antara mereka.


Raut Lyan, Master Gyo, Light dan Youl secara serempak berubah dingin.


Endless membalas tatapan dingin mereka dengan senyuman ramah. “Aku ucapkan selamat pada kalian. Tidak hanya berhasil menyatukan kembali semua kepingan jiwa pertapa rubah … Astaroth juga berhasil kalian singkirkan.”


Lyan hanya diam dengan tangan terkepal keras.


Sementara Laxus dan lainnya kembali terkejut mendengar perkataan itu.


Sedangnkan Snow tiba-tiba teringat beberapa bulan lalu ketika dirinya sedang bersama Jenderal Iblis serta Komandan Elang, tubuh mereka berdua mendadak menjadi serpihan hingga menyisakan kepala saja. Jenderal Iblis mengatakan kalau apa yang terjadi pada mereka saat itu disebabkan oleh kutukan yang akan membawa mereka mati jika Astaroth terbunuh.


Namun karena tubuh mereka secara ajaib utuh kembali, dugaan mereka mengenai kematian Astaroth mulai goyah karena jika Astaroth mati seharusnya mereka juga mengalami hal demikian. Tubuh mereka tidak akan dapat utuh kembali seperti itu.


Snow tidak menceritakan pada rekan-rekannya karena tidak tahu jelas akan fenomena aneh yang menimpa Jenderal Iblis dan Komandan Elang. Setelah mendengar ucapan Endless, ia merasa mungkin Astaroth benar-benar ditumbangkan dan Lyan serta lainnya telah menemukan cara untuk melepas kutukan hingga Jenderal Iblis dan Komandan Elang berhasil selamat.

__ADS_1


Snow tersenyum tipis. Andai benar begitu tidak heran tingkat kekuatan rekan-rekannya yang baru kembali tidak dapat diukur olehnya.


“Untuk masalah itu kita akan mendengarnya dari mereka nanti, White,” ucap Snow. “Kita harus membiarkan mereka istirahat lebih dulu karena mereka baru kembali dari perjalanan.”


Mereka akhirnya membiarkan Lyan serta rekan-rekannya yang baru sampai untuk istirahat terlebih dahulu. Keesokan harinya Lyan baru menceritakan semua yang terjadi selama mereka berada di Benua Cahaya pada rekan-rekannya.


Semuanya terkejut mendengar Light dan Yuna kini telah menjadi Pertapa Semesta. Tapi mereka lebih terkejut lagi ketika mendengar Lyan telah memasuki ranah baru yang jauh melampaui tingkatan Pertapa. Untuk pertama kalinya mereka mendengar tingkatan Xora yang dapat membuat siapapun yang mencapainya akan menjadi setara dengan dengan para dewa dan iblis.


Mendengar Lyan bahkan dapat mengalahkan Astaroth yang merupakan iblis level tinggi seorang diri, semuanya memperkirakan Lyan telah menjadi Xora level tinggi yang mengerikan. Tidak ada yang menduga peristiwa itu akan terjadi tetapi semuanya merasa senang karena Lyan yang selama ini selalu mereka ikuti telah menjadi sosok kuat yang sanggup menandingi dewa maupun iblis.


*****


Satu minggu kemudian.


Lyan tampak berada di sebuah bukit sambil memandang bintang-bintang di angkasa yang menghiasi keheningan malam. Sesekali ia menghela napas panjang, membuang perasaan buruk yang tengah menghantuinya saat ini.


“Apa aku harus menyelesaikannya sekarang?” gumam Lyan pelan dengan ekspresi gelisah. Perasaannya kini berantakan karena ada sesuatu yang terlalu membebani pikirannya.


Beberapa saat kemudian dia kembali menghela napas karena ragu mengenai keputusannya sendiri.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Lyan dikejutkan dengan munculnya perisai transparan menutupi dirinya serta terasa olehnya aura kuat yang mengerikan. Lyan segera berbalik sambil menyilangkan dua tangannya ke depan untuk menahan serangan tak terlihat, membuatnya terseret cukup jauh.


“Apa yang kau lakukan?! Bukankah sudah kukatakan tidak ingin bertemu denganmu lagi?!” Lyan marah saat menemukan sosok yang menyerangnya secara tiba-tiba tidak lain adalah Lilith.


__ADS_2