
Saat cahaya yang menyilaukan itu mulai meredup, Lilith mulai mendapatkan penglihatannya kembali.
Matanya seketika itu juga langsung teralihkan pada Lyan. Betapa terkejutnya ia menyadari adanya cahaya yang familiar menyinari tubuh pemuda itu.
‘I-Itu ... Cahaya Agung?!’
Lilith sudah takjub sejak melihat Lyan dapat menggunakan kemampuan Great Blessing milik para Dewa Bijak. Melihat pemuda itu kini juga memiliki Cahaya Agung, membuat Lilith tidak dapat berkata-kata.
Terlebih, Cahaya Agung yang dipancarkan Lyan memberi tekanan yang tidak kalah kuatnya dengan milik 7 Iblis Dosa. Membuat jantung Lilith berdetak tidak karuan karena tidak menyangka dalam waktu yang amat singkat kekuatan Lyan kini telah setara dengan salah satu dari 7 Iblis Dosa.
‘Tingkat kekuatan ini... Dia sudah setara dengan Belphegor!’ Lilith mrmbatin sambil menelan ludahnya.
Lyan membuka matanya perlahan. ‘Terima kasih, Kesadaran Kedua. Berkatmu kini aku berhasil menembus puncak dari Xora Matahari Bebas.’
Saat matanya terbuka penuh, ia melihat Adola yang melayang jauh di hadapannya itu tiba-tiba melepaskan aura ungu yang amat dahsyat. Lyan juga segera melepas aura emas yang tidak kalah dahsyat dengan milik Adola.
Keduanya secara serentak melesat maju ke depan untuk melepas serangan.
BOOOM!
Tinju mereka yang saling berbenturan itu membuat semesta berguncang sesaat. Adola segera meningkatkan kekuatannya agar dapat memukul mundur Lyan. Aura ungu yang menyelimuti dirinya mulai terlihat semakin gelap dan pekat.
“GRAAARGH!” Lyan tidak mau ketinggalan. Ia pun ikut meningkatkan kekuatannya. Aura emas disekujur tubuhnya berkobar semakin besar dan semakin terang.
__ADS_1
KABOOOM!
Bentrokan dari dua kekuatan itu menghasilkan ledakan maha dahsyat. Menghapus apapun yang berada di sekitar mereka.
Lyan dan Adola masih berdiri kokoh di tempat tanpa tergeser sedikitpun. Tidak ada yang puas dengan hasil imbang pada benturan serangan itu sehingga mereka memutuskan untuk kembali melancarkan serangan dengan bertukar pukulan.
KABOOOM!
KABOOOM!
KABOOOM!
Lilith hanya bisa menahan napasnya menyaksikan pertempuran tersebut. Dalam pandangannya kini hanya terlihat dua cahaya yang bergerak cepat dan terus menerus bertabrakan. Bahkan setiap benturannya itu menghasilkan dentuman dahsyat yang terdengar begitu mengerikan.
KABOOOM!
Benturan pukulan terakhir mereka membuat keduanya sama-sama terpukul mundur. Melihat Lyan masih sanggup mengimbangi dirinya hingga sejauh ini, Adola akhirnya memutuskan untuk menyerap lebih banyak energi alam semesta agar kekuatannya semakin meningkat dan tidak dapat diimbangi lagi oleh Lyan.
__ADS_1
“ADOLAAA!”
Ia pun merentangkan kedua tangannya, energi gelap yang berasal dari alam semesta mulai terhisap masuk ke dalam tubuhnya.
“ADOLAAA!”
Adola merasakan sensasi yang luar biasa menyelimuti dirinya. Matanya mulai memancarkan cahaya ungu. Urat-urat besar mulai keluar di sekitar ototnya.
Melihat itu Lyan tidak merasa cemas sedikitpun. Ia malah tersenyum sambil berkata, “Aku sudah menunggumu untuk menggunakan kemampuan itu.”
Lyan mulai merentangkan kedua tangannya.
“Izinkan aku untuk mencobanya.”
Lalu pemuda itu mulai berseru lantang.
“Great Blessing, Mirror!”
Adola yang masih menyerap energi alam semesta terkejut bukan main melihat energi alam semesta dalam jumlah banyak terserap masuk ke dalam tubuh Lyan. Bahkan energi alam semesta yang hampir diserapnya itu berbelok arah dan masuk ke tubuh Lyan.
Lyan merasakan sensai yang amat luar biasa menyelimuti sekujur tubuhnya. Matanya mulai mengeluarkan cahaya. Aura emas disekitar tubuhnya terpancar semakin besar. Tiba-tiba saja ledakan dahsyat terjadi.
BLAAAR!
__ADS_1
Lyan mulai terlihat setelah kepulan asap dari ledakan menipis. Adola kembali terkejut sebab kemampuannya menyerap energi alam semesta bukan hanya ditiru, tetapi proses penyerapan Lyan bahkan lebih cepat selesai dari dirinya.
“Aku akan mengakhiri pertarungan ini sekarang.”