
Endless bangkit berdiri secara perlahan. Dengan perasaan masih terkejut ia menyimpulkan kalau kemampuan Great Blessing Lyan tidak hanya mampu meniru kemampuan atau gerakan lawan. Tetapi juga membuat Lyan yang menjadi pihak peniru menjadi lebih kuat dari lawannya.
Belum sempat menenangkan dirinya, Lyan tiba-tiba saja muncul di hadapannya. Tubuh mereka berdua saat itu juga kembali mengecil secara bersamaan. Endless tersentak. Secara spontan ia melayangkan tinju ke wajah Lyan, tetapi tinju Lyan terlebih dahulu bersarang di wajahnya. Endless kembali terpental untuk kesekian kalinya.
BLAAAR!
Endless cepat-cepat bangkit dan segera terbang sejauh mungkin untuk menjaga jaraknya dari Lyan. ‘Dia benar-benar berbahaya ... Untuk menghadapinya aku tidak boleh menggunakan Great Blessing ….’
Sadar kemampuan khususnya hanya akan membuatnya terus mengalami kerugian, Endless segera menonaktifkan Great Blessing-nya, cahaya hijau yang bersinar di sekujur tubuhnya tadi menghilang seketika.
Saat melihat Lyan melesat ke arahnya, Endless kembali terbang menjauh untuk memperlebar jarak. Ia masih tidak tahu bagaimana cara mengatasi kemampuan khusus Lyan, sehingga saat ini ia hanya bisa terus menjaga jarak sembari memutar otaknya.
Namun secara tidak terduga Lyan dapat menyusulnya dengan cepat sehingga jarak mereka hanya terpaut kurang dari sepuluh meter. Tidak hanya mengejar Lyan juga sempat menciptakan jurus, di atasnya mulai tampak bunga lotus raksasa yang terbentuk dari kelopak bunga putih yang tak terhitung jumlahnya. Bagian tengah bunga lotus besar itu mulai mengeluarkan cahaya terang lalu menembakkan sinar putih ke arah Endless.
“LOTUS CANON!”
KABOOOM!
Endless yang memilih menahan serangan itu langsung terhempas ke bawah, menciptakan lubang besar pada permukaan. Di tengah kepulan asap yang menipis Endless tampak perlahan bangkit berdiri sebelum melayang tinggi ke atas. Lalu tidak lama kemudian di belakangnya muncul sosok putih bersayap setinggi lima meter yang tampak menyilangkan kedua tangannya di dada.
Endless sekali lagi harus terkejut sebab sosok putih bersayap setinggi lima meter itu juga muncul di belakang Lyan. ‘Apa-apaan ini ….’
Kejadian itu membuat Endless bimbang untuk mengerahkan jurusnya karena tidak yakin dapat memenangkan adu jurus ini.
__ADS_1
Lyan tersenyum dingin. Ia kemudian mengangkat tangan kanannya ke atas. Dari mata sosok bersayap itu tiba-tiba menembakkan sinar, membuat Endless langsung tersentak.
“SPIRIT BLAST!”
Endless tidak sempat berpikir lagi bagaimana Lyan dapat mengerahkan jurusnya sebelum dirinya mengeluarkannya sendiri. Dengan terburu-buru ia hendak mengerahkan jurusnya namun terlambat sebab serangan Lyan telah mengenainya terlebih dahulu.
KABOOOM!
Sosok bersayap di belakang Endless sirna dalam sekejap. Endless sendiri terhempas ke bawah dengan tubuh bersimbah darah.
Laxus menahan napasnya beberapa kali saat menyaksikan pertarungan mereka. Meskipun sekarang sedang dihukum menjadi manusia, Endless tetaplah bagian dari salah satu Dewa Kebajikan. Ia adalah dewa kuat yang tidak mungkin dapat dikalahkan dengan mudah. Tidak terpikirkan olehnya sedikit pun Lyan dapat membuat Endless babak belur seperti ini.
‘Great Blessing Lyan … kemampuannya jauh melampaui Great Blessing Endless. Bahkan melampaui Great Blessing milik Dewa Kebajikan lain, kecuali Ra Horakhty.’ Laxus membatin. Melihat Endless terus menerus di hajar oleh Lyan, Laxus sudah tahu hasil dari pertarungan ini. ‘Endless tidak mungkin menang menghadapi Lyan.’
‘Endless, salurkan seluruh kekuatanmu padaku! Cepat!’
“Apa yang kalian rencanakan sekarang?” Lyan melemparkan tatapan dingin. Ia bisa merasakan kekuatan Laxus terus meningkat sejak Endless meletakkan kedua tangannya pada punggung pria itu. “Jangan pikir aku akan membiarkanmu melakukan sesuatu!”
Lyan segera melesat ke arah mereka dengan cepat. Ia mendaratkan pukulan keras namun ada pelindung yang menghalangi sehingga pukulannya terhenti tepat di depan Laxus.
Melihat Endless terus menyalurkan kekuatannya, Lyan merasakan firasat buruk jika itu terus dibiarkan. Ia segera mundur ke belakang sambil merentangkan kedua tangannya. Tubuhnya pun perlahan terkelupas menjadi kelopak bunga putih.
‘Cepat, Endless! Cepat!’ Laxus tahu mengenai jurus yang sedang Lyan kerahkan sebab itu merupakan salah satu jurus miliknya sendiri. Jika Lyan berhasil mengerahkan jurus itu sebelum dirinya mengambil tindakan, maka ia dapat memastikan mereka berdua akan lenyap pada saat itu juga.
__ADS_1
Lyan memang berniat menghabisi mereka dalam satu serangan ini. Namun setelah melihat raut Laxus yang tampak panik, serangkaian kenangan yang pernah mereka lalui bersama mulai mengalir dalam kepalanya. Membuatnya sempat ragu beberapa saat.
‘Tidak! Bukan saatnya seperti ini. Aku tidak boleh ragu. Jika kubiarkan maka Sesepuh akan membuat kekacauan yang lebih besar di masa depan!’
Lyan segera membuang jauh-jauh serangkaian kenangan yang sempat terlintas dalam pikirannya itu. Ia sadar tidak boleh bimbang saat ini dan harus memantapkan diri untuk melenyapkan Laxus. Mungkin ia akan merasa sakit yang tak terbayangkan karena mengambil pilihan berat ini sebab Laxus merupakan salah satu orang terpenting dalam hidupnya. Orang yang sangat berpengaruh dan mengajarinya banyak hal dalam hidup sehingga ia terus berkembang dan kuat hingga seperti sekarang. Tetapi, ia tidak memiliki pilihan lain, ia harus mengambil keputusan berat ini demi menghentikan bencana besar yang akan terjadi di masa depan.
Setelah tubuh Lyan berubah menjadi kelopak bunga sepenuhnya, cahaya emas muncul menyilaukan seluruh area.
Laxus menahan napasnya, merasakan bahaya akan segera menimpa dirinya. ‘Sial … jika aku mengerahkan Great Blessing sekarang, aku akan terluka parah ….’ Ia merapatkan gigi. ‘Tidak ada pilihan lain!’
Tubuh Laxus mulai mengeluarkan cahaya emas. Dirinya bersama Lyan secara serempak berseru dengan keras, membuat Lotus World mengalami getaran hebat.
“EVERLASTING MERCY!”
“GREAT BLESSING, SANCTIFICATION!”
Pada saat itu juga cahaya emas yang lebih pekat mulai menyelimuti seluruh area. Lyan tiba-tiba saja merasa seluruh kekuatannya hilang dalam sekejap. Tidak hanya jurus pamungkasnya yang gagal dikerahkan, namun tubuhnya juga secara mendadak kembali ke wujud normal. Dimensi Lotus World bahkan lenyap pada saat itu juga.
Lyan tidak dapat menahan keterkejutannya. ‘Tidak mungkin ….’
Ia merasa tubuhnya semakin melemah. Secara perlahan ia jatuh ke permukaan tanah.
“Hampir saja, Lyan. Kau hampir saja berhasil membunuhku.” Laxus yang tubuhnya hanya tersisa bagian atas saja tersenyum tipis. Roh Laxus juga secara perlahan mulai terkelupas.
__ADS_1
“Dewa Iblis! Kondisimu….” Endless yang tampak mengkhawatirkan kondisi Laxus tiba-tiba muntah darah. Setelah terluka cukup parah dan menyalurkan banyak kekuatannya pada Laxus, tubuhnya tidak dapat bertahan lagi sehingga ia jatuh berlutut.
“Khawatirkan kondisimu sendiri, Endless,” ucap Laxus yang berusaha tenang. Ia sendiri sebenarnya cemas pada kondisi rohnya yang terus terkelupas. Ia tidak mengira bayaran yang harus dia terima jauh melebihi perkiraannya. Jika dibiarkan seperti ini maka rohnya benar-benar akan segera lenyap.