Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Keinginan Endless


__ADS_3

Setelah X membelah dirinya menjadi dua, Azrec membuka portal yang akan membawa mereka ke Alam Kekosongan. Tanpa mereka sadari terdapat seekor serangga kecil yang hinggap di belakang jubah X. Serangga itu sudah berada di sana bahkan sebelum kaisar beranjak menuju ke tempat Azrec berada.


Di atas langit, terlihat sosok Endless yang berbaring di awan gelap pada malam itu sedang melihat layar dihadapannya yang memperlihatkan sosok Azrec dan Kaisar X. Dia tampak bersemangat setelah mendengar percakapan melalui serangga miliknya yang berada pada jubah sang kaisar.


“Tidak sia-sia aku membiarkanmu mengawasi Lyan selama ini. Akhirnya kau menyadari seberapa berbahayanya anak itu di masa depan, Azrec.”


Endless tersenyum. “Kekuatan Rain sekarang bahkan tidak dapat kurasakan lagi yang artinya dia telah memberikan seluruh kekuatannya pada Lyan. Sepertinya sesuatu telah terjadi sehingga Rain mengambil keputusan itu lebih cepat dari perkiraanku. Setelah menyerap sebagian kecil kekuatanku, Lyan setidaknya sekarang telah menjadi seorang Xora Bulan Merah.”


Dewa dan Iblis sejak semula sudah ditakdirkan tidak dapat dihadapi manusia karena mereka berada dalam tingkatan yang jauh melampaui batas kemampuan manusia. Selain sudah ditakdirkan demikian, makhluk seperti mereka tidak perlu bekerja keras dari awal seperti para manusia untuk meraih ranah tertinggi. Jika manusia harus berusaha keras agar dapat mencapai ranah Pertapa yang dapat membuat mereka awet muda serta memiliki masa hidup selama puluhan ribu tahun, maka dewa dan iblis sejak terlahir dalam dunia sudah ditakdirkan menjadi makhluk-makhluk kuat yang memiliki masa hidup milyaran tahun serta dibekali ranah yang membuat mereka dapat menghancurkan benua bahkan bumi dengan mudah. Ranah mereka disebut dengan Xora.


Xora terbagi atas enam tingkatan yaitu Bulan Putih, Bulan Merah, Bintang Hitam, Bintang Tunggal, Matahari Emas dan Matahari Bebas. Sesuai urutannya yang terlemah adalah Bulan Putih sementara Matahari Bebas merupakan yang terkuat.


Endless kembali memperhatikan Azrec dan kaisar yang sudah memasuki portal yang menuju Alam Kekosongan.


“Sudah lama aku menunggumu untuk mengambil keputusan ini, Azrec. Daripada membiarkanmu membangkitkan Dewa Iblis Atem dengan menggunakan 7 benda pusaka dewa, aku lebih mengharapkan cara kebangkitannya dengan memanfaatkan kekuatan Manusia Dewa. Dengan begitu, Dewa Iblis Atem yang bangkit setidaknya akan menjadi seorang Xora yang mungkin akan selevel dengan Gaia.”


*****


Meskipun selalu hidup dengan bersembunyi selama ratusan tahun menghindari kejaran Astaroth, selama ini suku purba selalu berlatih keras. Masing-masing dari mereka menyadari tidak ada yang bisa bersantai karena suatu hari kelak keberadaan mereka cepat atau lambat akan diketahui oleh suku lain. Setelah hidup dalam kegelapan selama ratusan tahun, pemikiran mereka secara perlahan berubah. Daripada terus menghindar dari kejaran suku lain, sebaiknya mereka mempersiapkan diri dengan menjadi lebih kuat lagi dan lagi agar dapat melakukan pemberontakan dengan menyerang Astaroth.


Untuk mengetahui perkembangan mereka, dibuatlah sebuah tradisi latih tanding untuk 50 anggota yang memiliki kemampuan terbaik. Tradisi ini selalu digelar satu bulan sekali setelah mereka melalui banyak latihan berat.


Setelah mengikuti suku purba selama beberapa bulan, Youl akhirnya berhasil mencapai puncak Energi Langit. Meskipun kekuatannya masih tidak bisa dibandingkan dengan anggota suku terbaik yang sudah menjadi Pertapa Alam, setidaknya dirinya sekarang telah berada dalam jajaran 50 besar dan berhak mengikuti tradisi ini.

__ADS_1


Youl harus menghadapi seseorang dari suku purba yang memiliki tingkat kekuatan tang sama dengan dirinya. Sambil disaksikan oleh anggota suku purba lain, Youl bertarung dengan cukup sengit menghadapi lawannya. Pertarungan itu berakhir tanpa adanya pemenang karena mereka sama-sama tumbang pada akhirnya.


Setelah menyelesaikan latih tanding itu, Youl akan melihat pertarungan anggota suku purba lain. Yang paling dinantikannya adalah pertarungan antara Pertapa Alam. Dia ingin mengukur seberapa jauh perbedaan kekuatannya saat ini dengan seorang pertapa.


Namun sebelum Youl sempat menyaksikan pertarungan antar pertapa, seorang pria dengan tubuh kekar datang menyampaikan sesuatu.


“Tuan, pemimpin memanggilmu.”


Youl harus mengurungkan niatnya untuk menyaksikan jalannya latih tanding tersebut. Dia segera mengikuti pria itu menuju ke tempat pemimpin suku purba berada.


“Aku mendengar latih tanding pertamamu berjalan dengan cukup baik, Papu. Dalam beberapa bulan kau sudah mencapai puncak Energi Langit, kau luar biasa, Papu.” Pemimpin suku papu memberi pujian ketika Youl baru saja tiba di sana.


“Te-terima kasih.”


Youl mengusap-usap kepalanya dan sedikit canggung dengan pemimpin yang selalu memberinya pujian. Tidak hanya sang pemimpin, tetapi anggota suku lain juga selalu melakukan perbuatan serupa belakangan ini.


Jika dibandingkan dengan Yuna yang telah menjadi pertapa dalam waktu singkat, kekuatan mereka saat ini terpaut sangat jauh. Beberapa bulan lalu bahkan dia mendapat kabar dari Sisi Gelap mengenai Lyan yang telah menjadi seorang Pertapa Bumi. Ini membuatnya semakin tertinggal jauh dari yang lain dan harus bekerja lebih keras lagi agar dapat menyusul ketertinggalannya.


”Ba-bagaimana keadaan Yuna?” Youl yang baru tiba dihadapan pemimpin suku papu mulai bertanya.


Semenjak Yuna berada di ruangan yang berisi roh para pemimpin suku purba terdahulu, dia tidak pernah keluar dari sana sampai sekarang. Youl mendengar kalau Yuna masih berjuang untuk menyerap semua roh pemimpin terdahulu, tetapi dia tidak dapat berhenti mencemaskan kondisi wanita itu.


“Menyerap roh level tinggi tidak mudah, Papu. Aku percaya dia akan berhasil dan kita harus bersabar menunggunya, Papu.”

__ADS_1


Youl menghela napas.


“A-aku harap dia berhasil se-secepatnya.”


“O-omong-omong, ka-kau memanggilku karena ingin berbicara dengan Si-sisi Gelap, bukan?”


“Benar, Papu.” Pemimpin suku papu menunduk hormat.


Youl kembali menghela napas melihat pemimpin suku papu semakin sering meminta pertemuan dengan Sisi Gelap. Youl tidak mengetahui apa yang mereka bicarakan karena setelah beberapa kali tubuhnya diambil alih oleh Sisi Gelap, dia selalu hilang kesadaran. Namun Sisi Gelap memberitahunya perbincangan mereka bukanlah hal yang begitu penting, Sisi Gelap hanya memberitahu pemimpin suku mengenai cara efektif untuk meningkatkan kemampuan sama seperti yang diberitahukan padanya serta membahas perihal lain mengenai Astaroth dan pasukannya.


“Ba-baiklah, aku akan me-memanggilnya.”


Tidak lama kemudian Sisi Gelap mulai mengambil alih tubuh harimau itu.


“Apa kau sudah melakukan semua yang kuminta dengan benar?”


Pemimpin suku papu kembali menunduk hormat setelah mendapati Sisi Gelap telah menguasai tubuh Youl saat ini.


“Sudah, Papu. Aku sudah meminta semua anggota suku untuk melakukan aktifitas yang memicu perbuatan baik setelah mendapat perintahmu. Aku bahkan sampai mengingatkan mereka setiap hari untuk melakukannya.”


Pemimpin suku papu tampak menelan ludahnya sebelum melanjutkan perkataan.


“Ka-kalau diizinkan, bolehkah aku mengetahui alasanmu meminta kami melakukan ini? Sebagian besar anggota suku mulai mempertanyakan alasanku meminta mereka melakukan perbuatan baik. Meskipun ini dapat dilakukan siapa saja, tetapi aku rasa lebih baik mereka mengetahui alasannya.”

__ADS_1


Sisi Gelap tersenyum namun senyuman itu memberikan tekanan yang amat mengerikan, membuat jantung pemimpin suku papu berpacu dengan cepat.


“Kau hanya perlu melakukannya tanpa perlu menanyakan apapun. Makhluk seperti kalian tidak pantas untuk mengetahuinya.”


__ADS_2