Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Keganasan Setan Darah


__ADS_3

“Jika aku tidak dapat membunuhnya, maka aku akan membekukannya.” Lyan mengarahkan tangannya pada Setan Darah yang mendekat. Udara sekitarnya berubah dingin.


“Lotus Kristal Pembeku!”


KRAAAK!


Sebuah kristal hitam raksasa berbentuk lotus tiba-tiba muncul membekukan Setan Darah. Setan Darah tampak berusaha melepaskan diri dalam kurungan, namun semakin kuat dia berontak, aliran listrik hitam yang terkandung dalam kristal itu menyengatnya semakin kuat


Melihat Setan Darah terus berusaha melepaskan diri meskipun tersengat oleh aliran listrik kuat, Lyan merasa makhluk itu cepat atau lambat dapat menghancurkan Lotus Kristal Pembeku miliknya.


“Lotus Kristal Pembeku!” Lyan kembali mengeluarkan jurus yang sama tetapi kristal hitam kali ini muncul beberapa kali di tempat sama, membuat Setan Darah semakin sulit keluar karena Kristal itu semakin tebal dan listrik yang mengalir di dalamnya menjadi lebih kuat.


Merasa Setan Darah tidak akan lepas lagi, Lyan mengalihkan pandangan pada Astaroth. “Ada yang ingin kutanyakan padamu …”


Lyan bisa melihat senyuman mekar dari bibir Astaroth. “Apa kau pikir punya waktu santai untuk bicara denganku sekarang?”


Lyan sedikit menaikkan alisnya, tidak lama kemudian dia mendengar raungan Setan Darah yang terkurung.


“GROOOWL!”


Lyan mengarahkan pandangan pada Setan Darah yang masih meraung, dia merasakan firasat buruk dengan raungan Setan Darah yang terdengar semakin keras. Sekujur tubuh makhluk itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya silau sebelum hancur meledak.


BOOOM!


“Bunuh diri?!” Lyan tidak dapat menahan keterkejutannya melihat Setan Darah akan meledakkan dirinya sendiri, kekuatan ledakan itu bahkan sanggup membuat Lotus Kristal Pembeku Lyan hancur berkeping-keping.


Gumpalan darah Setan Darah yang melayang di udara segera menyatu setelah kristal hitam berhasil dihancurkan.


Mata Setan Darah memancarkan cahaya sejenak sebelum dia melakukan teleportasi muncul di hadapan Lyan.


DUAAAR!


Lyan bisa merasakan pukulan Setan Darah yang ditahannya kali ini terasa jauh lebih kuat dari sebelumnya, menjelaskan kalau makhluk itu telah menjadi Xora puncak Bulan Merah.


‘Sial, bagaimana cara mengatasinya ….’ Lyan membatin sambil menghindari tiap serangan Setan Darah yang datang bertubi-tubi.

__ADS_1


Lyan tidak dapat memutuskan langkah yang harus diambilnya karena dengan membunuh Setan Darah kembali, ditakutkan makhluk itu akan menjadi Xora yang lebih tinggi. Tapi kalau dia tidak membunuhnya, pertarungan ini akan berjalan panjang dan akan merugikan dirinya. Belum lagi harus menghadapi Astaroth nanti, membuat Lyan dilema dan hanya bisa bertahan dengan harapan dapat menemukan kelemahan Setan Darah.


*****


Selama mengikuti Venom menuju ke suatu tempat untuk melakukan pertarungan, pikiran Youl terus dihantui oleh sesuatu yang membuatnya merasa tidak tenang. Kegelisahan harimau itu disadari oleh Sisi Gelap.


‘Apa yang sedang mengganggu pikiranmu, Sisi Terang?’ Sisi Gelap bertanya.


Youl memilih diam beberapa saat sebelum memutuskan untuk mencurahkan isi pikirannya.


‘Se-sebenarnya ada dua hal yang me-mengganggu pikiranku.’


‘Katakan padaku apa itu.’


‘Ya-ya-yang pertama, ka-kau adalah bagian dari diriku, ta-tapi kenapa aku ti-tidak sekuat dirimu?’


‘Aku sudah pernah katakan padamu kalau aku adalah bagian dalam dirimu yang tidak akan kehilangan kekuatan meskipun kita telah melewati jumlah reinkarnasi yang tak terhitung. Meskipun kau selalu terlahir tanpa kekuatan saat reinkarnasi kembali, peranmu istimewa karena menguasai tubuh kita, kau juga yang menjalani kehidupan setiap reinkarnasi.’


‘Ta-tapi … kenapa perbedaan ke-kekuatan kita terpaut jauh? Ba-bahkan aku tidak bisa mempertahankan ke-kesadaran meski hanya meminjam sa-satu persen kekuatanmu.’


‘Pe-pertanyaan keduaku …, se-sebenarnya siapa kita? Ka-kau pasti mengetahuinya.’


Youl sudah lama penasaran mengenai identitas mereka, melihat Sisi Gelap dapat mengalahkan Lilia hanya dengan satu persen kekuatannya membuat rasa penasarannya semakin besar, dia semakin ingin mengetahui jati diri mereka yang sebenarnya.


‘Yang bisa kukatakan padamu sekarang hanyalah, kita adalah makhluk istimewa.’


‘Ma-makhluk istimewa?’


‘Benar, bahkan alam semesta selalu memanggil kita. Sayangnya selama ini kita selalu gagal bertahan dan berakhir dengan reinkarnasi tiada akhir. Karena pada kehidupan kali ini kita berhasil bertahan sejauh ini, aku akan berusaha sekuat tenaga membantumu memperoleh ingatan kehidupan pertama kita. Kita membutuhkan ingatan kehidupan pertamamu agar dapat menjawab panggilan alam semesta serta menyelamatkannya.’


Perkataan Sisi Gelap membuat rasa ingin tahu Youl semakin besar terutama mengenai ingatan pertama mereka.


‘A-apa tidak bisa ka-kau sendiri yang me-memberitahukan padaku mengenai i-ingatan pertama ki-kita?’


‘Tidak bisa, jika kuberitahukan padamu mengenai ingatan kehidupan pertama, kita akan gagal pada kehidupan ini dan mengulang kembali semuanya dari awal. Yang bisa kulakukan sekarang hanyalah membantumu mendapatkan kembali ingatan kehidupan pertama.’

__ADS_1


‘Untuk saat ini kau tidak perlu memikirkannya, kita harus fokus pada lawan yang akan kita hadapi sekarang,’ lanjut Sisi Gelap yang melihat Venom sudah berhenti terbang. ‘Izinkan aku mengambil alih tubuhmu sekarang, aku akan mengurusnya.’


‘Ba-baik.’ Youl yang berada belasan meter dari Venom segera memberikan Sisi Gelap kendali tubuh karena pada dasarnya bukan dia yang memiliki urusan dengan Venom.


Setelah mengambil alih tubuh Youl, sekujur tubuh Sisi Gelap mulai mengeluarkan aura hitam mengerikan.


Venom tersenyum senang karena aura kuat inilah yang membuatnya tertarik pada harimau tempur tersebut. “Bagus, kau akhirnya menunjukkan kemampuanmu. Aku juga akan menunjukkan kekuatanku padamu.” Seluruh tubuh pria itu mulai diselimuti aura putih.


*****


Sementara di tempat lain, Hex menyerang Lilia secara membabi buta ketika baru berhasil mengejarnya.


Lilia menghindari semua serangannya. “Dasar bodoh, kau marah hanya karena aku menghina para sampah itu?”


Mendengar Lilia masih merendahkan kedua gurunya membuat Hex semakin berang. “Tutup mulutmu!”


Hex menyerang semakin membabi buta, Lilia yang semula hanya menghindar memutuskan untuk membalas serangan.


BOOOM!


Mereka sama-sama termundur beberapa meter ketika adu pukulan di antara mereka terjadi.


Hex merapatkan giginya, gelombang energi dahsyat menyebar disekitarnya sebelum dia mengarahkan kedua tinjunya ke udara dengan cepat.


Bersamaan dengan kedua tinjunya yang dilayangkan, sebuah sinar merah melesat keluar dari tengah pusaran tersebut. Mengarah ke arah Lilia secepat kilat.


“Red Vortex!”


Sedangkan Lilia segera menciptakan lingkaran sihir ungu yang cukup besar di hadapannya. Lingkaran sihir itu mengeluarkan cahaya menyilaukan sebelum sinar ungu melesat keluar dari sana.


“Purple Beam!”


DUAAAR!


Kedua serangan yang bertabrakan itu membuat Lilia termundur beberapa meter di udara, sementara Hex harus terpental jauh hingga puluhan meter sambil memuntahkan darah dari mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2