Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Monster Yang Bangkit Kembali


__ADS_3

Keesokan harinya setelah mengetahui wilayah mana saja yang diserang oleh monster laut, Lyan memutuskan untuk berpencar dengan rekan-rekannya agar dapat menyelesaikan urusan ini dengan cepat. Ia percaya dengan kekuatan rekan-rekannya kini, mereka dapat mengatasinya tanpa menemui masalah.


Untuk wilayah timur, ia menyerahkannya pada Carera. Menurut orang kepercayaan kaisar, monster-monster yang menyerang wilayah itu tingkat keganasannya paling rendah dibanding wilayah lain, tingkat kekuatan monsternya hanya berada di tingkat Energi Langit tahap 6 ke bawah. Orang yang menangani wilayah timur, Jenderal Tier, masih dapat mengatasinya sejauh ini.


Wilayah barat akan ditangani oleh White dan Snow. Monster di sana lebih ganas dan Jenderal Ners adalah orang yang mengurus wilayah tersebut.


Sementara wilayah selatan yang dipegang oleh Jenderal Felline, Yuna menawarkan dirinya sendiri untuk mengikuti wanita itu.


Awalnya Jenderal Felline sudah mengatasi monster yang muncul di beberapa daerah wilayah selatan, tetapi setelah mendengar berita ada serangan monster di daerah dekat istana, ia segera menuju ke tempat tersebut bersama sebagian pasukannya karena saat itu dirinya lah yang terdekat dibanding jenderal lain menuju daerah tersebut.


Sebagian pasukannya lagi ia serahkan pada Komandan Tesla untuk mengatasi monster-monster yang mengusik wilayah selatan.


Komandan Tesla sejatinya mengikuti Jenderal Besar Oliver, tetapi karena Jenderal Besar Oliver memintanya untuk membantu Jenderal Felline, sebab monster yang muncul di sana cukup kuat dan merepotkan. Komandan Tesla menuruti permintaan Jenderal Besar Oliver untuk membantu wanita itu mengatasi wilayah selatan.


Dan yang terakhir adalah wilayah utara. Karena katanya wilayah itu diserang oleh monster-monster yang sangat ganas sampai Jenderal Besar Oliver sendiri turun tangan, maka Lyan memutuskan dirinya akan ke sana untuk membantu Jenderal Besar Oliver.


Karena sekarang ia tidak bersama dengan rekan-rekannya lagi, Lyan ingin sekali-kali terbang tanpa mengurangi kekuatannya sama sekali. Ia ingin memastikan sendiri sudah seberapa cepat dirinya setelah menjadi seorang Xora. Selama ini ia tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya karena selalu bersama rekan-rekannya.


Setelah terbang selama lima detik, Lyan segera berhenti karena terkejut kecepatan terbangnya saat ini berada di luar nalarnya sendiri. Karena saat ia melihat ke belakang, lokasi terakhir tempat ia berpijak sebelum terbang itu sudah tidak terlihat sama sekali. Dalam lima detik ia telah menempuh jarak puluhan kilometer. Saat Lyan memandang ke bawah, ia lebih terkejut menemukan padang rumput yang ia lewati hancur berantakan. Padahal ia berada pada ketinggian lebih dari lima puluh meter dari permukaan sekarang.

__ADS_1


Jika dia tidak terbang lebih tinggi dan masih mempertahankan kecepatan seperti ini, Lyan khawatir kota yang dia lewati nanti akan hancur dan memakan korban jiwa.


Ia pun terbang lebih tinggi dan mengurangi kecepatannya.


Lyan mengurangi kecepatan terbangnya hingga lebih dari setengah kecepatan sebelumnya. Itu masih termasuk yang tercepat dibanding kecepatan terbangnya selama ini saat bersama rekan-rekannya.


“Sesuai dugaan. Jenderal Besar Oliver dapat mengatasinya dengan baik.” Lyan tersenyum tipis ketika ia memandang ke permukaan dan menemukan bangkai-bangkai monster laut yang berserakan di sepanjang perjalanan. Saat melewati desa yang berada di dekat lautan, banyak bangkai monster yang mengapung di sekitar sana dengan kondisi tubuh yang tidak utuh.


“Jenderal Besar Oliver sepertinya sudah cukup jauh. Aku harap dia tetap dapat mengatasi monster-monster itu.”


Raut Lyan seketika berubah ketika ia merasakan aura kehidupan monster lautan yang telah menjadi bangkai kembali muncul. Malahan aura itu membesar dengan cepat. Lyan segera berhenti di udara dan memejamkan matanya. Tidak hanya bangkai monster yang berada di dekat lautan, ia juga bisa merasakan aura kehidupan dari bangkai monster-monster yang ia lewati sebelumnya.


Lyan meneguk ludahnya, tidak hanya hidup kembali, tetapi kekuatan setiap monster itu setidaknya berada di puncak Energi Langit tahap 9. Ia memperkirakan kejadian seperti ini disebabkan oleh dirinya yang terus menebarkan aura iblis saat terbang dengan kecepatan tinggi.


Lyan segera menciptakan pelindung transparan besar untuk melindungi desa tersebut. Alhasil monster lautan yang berasal dari tepi laut tadi gagal memasuki desa. Mereka dengan ganas memukul-mukul pelindung tersebut dengan sekuat tenaga agar dapat menghancurkannya.


Penduduk desa tidak tahu apa yang terjadi, namun mereka merasa sedikit tenang sekarang meskipun masih dilanda rasa takut sebab tidak tahu sampai kapan pelindung itu sanggup bertahan dari gempuran monster laut.


Lyan menghela napas panjang. “Tidak ada waktu untuk menyesalinya. Sekarang aku harus segera mengurus mereka.”

__ADS_1


“Teknik Tubuh Bayangan!” Lyan membelah dirinya menjadi dua. Ia lalu memerintahkan tubuh bayangannya yang berwarna putih penuh itu untuk membelah diri. Setiap tubuh bayangan baru juga akan melakukan hal serupa. Saat tubuh bayangannya telah membelah diri hingga berkisar lebih dari lima puluh, Lyan segera menghentikan pembelahan diri mereka.


Karena tubuh bayangan yang pertama kali ia keluarkan adalah yang terkuat dan memiliki 25% kekuatannya, Lyan menugaskannya untuk mengatasi monster lautan berjarak paling jauh. Tubuh bayangan itu mengangguk dan segera melesat cepat ke lokasi itu sesuai perintah.


Lyan kembali menugaskan tubuh bayangan lain sesuai dengan tingkat kekuatan mereka. Yang paling lemah atau belahan diri terakhir bertugas untuk mengatasi monster yang berbondong-bondong lari di daratan, yang tengah menuju ke arah desa.


Setiap tubuh bayangannya hanya dapat bertahan kurang dari sepuluh menit, Lyan berharap mereka semua dapat membantai semua monster itu sebelum mereka lenyap.


Setelah melihat semua tubuh bayangannya pergi mengerjakan perintahnya, Lyan segera menghilang dan muncul tepat di depan desa. Tepatnya berada dalam pelindung dan jaraknya sangat dekat dengan monster lautan.


Kemunculan Lyan yang sangat tiba-tiba itu jelas membuat seluruh penduduk terkejut.


“Si-Siapa orang itu?” Seorang pria tua menunjuk punggung Lyan dengan tangan bergetar.


“Na-Nak! Jangan ke sana! Berbahaya!” Seorang nenek tua yang sedang memeluk gadis kecil berseru panik saat melihat Lyan melangkah seperti akan keluar dari pelindung. Melakukan itu sama saja mengantar nyawa karena monster lautan akan segera mencabik-cabik tubuh pemuda itu.


Sementara gadis kecil dalam pelukan nenek itu menangis semakin keras.


Lyan yang masih terus melangkah tersenyum saat mendengar nenek itu mengkhawatirkan dirinya. Ia jadi teringat akan kakeknya dulu yang juga selalu mengkhawatirkan dirinya setiap saat. “Terima kasih telah mengkhawatirkanku, Nek,” ucap Lyan sebelum menghentikan langkahnya saat berada tepat di depan pelindung. Ia kemudian mengarahkan tapaknya menyentuh pelindung tersebut. “Jangan cemas. Aku akan mengurus mereka untukmu, Nek.”

__ADS_1


Tapak Lyan secara perlahan mulai mengeluarkan cahaya yang menyilaukan, tidak lama berselang ribuan monster yang berkerumun di sekitar pelindung tiba-tiba saja meledak menjadi gumpalan darah. Semua penduduk desa terkejut setengah mati menyaksikan kejadian tersebut. Tidak ada yang memahami apa yang sedang terjadi, tetapi mereka yakin penyebab semua monster hancur secara mendadak disebabkan oleh pemuda yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka itu. Sebab kejadian luar biasa itu terjadi saat tapak pemuda itu mengeluarkan cahaya.


Mereka tidak sempat bertanya apa yang telah ia lakukan atau pun berterima kasih sebab pemuda itu telah menghilang dari pandangan saat itu juga. Ketika menoleh ke arah lain, hampir semua penduduk desa menahan napas mereka. Sebagiannya lagi mulutnya terbuka lebar. Sebab mereka tidak dapat menemukan satu pun monster daratan yang tadi berbondong-bondong menuju ke tempat mereka. Hanya ada genangan darah yang terlihat membanjiri permukaan tanah.


__ADS_2