
“Hm, sesuai perkiraanku melihat Tuan Lucifer membiarkan Astaroth menyerangmu, dia sudah sadar jauh-jauh hari kalau isi perjanjian antara dewa, iblis dan Gaia sudah tidak berlaku lagi. Sayangnya, Iblis Dosa lain beserta Dewa Kebajikan dengan bodohnya ingin menjaga perjanjian ini.”
Lilith merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan tingkah Iblis Dosa lain dan Dewa Kebajikan yang terus ingin menjaga perjanjian mereka dengan Gaia. Dia kembali teringat akan kejadian saat Agni memporak-porandakan bumi dulu. Sosok yang mereka takuti, Gaia, bahkan tidak muncul untuk membalas mereka yang telah mengingkari perjanjian. Padahal Gaia itu adalah bumi itu sendiri dan dia pasti menyadari insiden besar tersebut. Entah kenapa Gaia diam saja seakan menutup mata.
“Aku tidak peduli dengan urusan kalian!” seru Lyan. “Katakan apa maksudmu menyerangku seperti ini?!” Meskipun Lilith mengeluarkan aura yang kuat, Lyan bisa merasakan serangan Lilith barusan tidak bermaksud untuk membunuhnya.
Lilith tersenyum dingin. “Aku hanya ingin bersenang-senang denganmu sebentar. Asalkan tidak sampai membuatmu terbunuh, aku rasa tidak akan jadi masalah.”
Lyan bisa merasakan tekanan luar biasa dari bola hitam kecil yang muncul di ujung telunjuk Lilith.
“Dasar sialan!” Lyan menghentakkan kakinya ke tanah, mereka tiba-tiba berpindah ke dimensi Lotus World.
“Bagus, aku memang ingin membuatmu menggunakan dimensi ini agar bisa memastikannya sendiri. Dugaan Tuan Lucifer tepat dimensi ini adalah milik salah satu dewa. Entah bagaimana caranya kau bisa menggunakan kemampuan dewa itu. Ini semakin mencurigakan,” kata Lilith sebelum mengibas telunjuknya pelan, membuat bola kecil di jarinya itu melesat ke arah Lyan yang baru selesai bertransformasi ke wujud Alpha.
KABOOOM!
Ledakan dahsyat terjadi ketika bola kecil itu mengenai Lyan dengan telak. Darah tampak mengalir dari sudut bibirnya.
“Itu adalah hukuman karena kau tidak mengerjakan tugas yang kuberikan padamu,” ucap Lilith dingin. “Karena kau terlalu lama di sini, monster lautan telah muncul dan menyerang Penduduk Benua Terang. Saat ini mereka masih dapat mengatasinya karena rata-rata monster yang muncul masih lemah, tetapi tidak lama lagi jika monster setingkat puncak energi Langit tahap 9 muncul, makhluk hidup di benua itu tidak mungkin dapat mengatasinya.”
“Pergilah sekarang ke Benua Terang sebelum monster-monster yang lebih kuat lahir. Jika kau ingin tahu alasannya aku mendesakmu, itu karena semua Iblis Dosa menyalahkan kami atas insiden ini karena Astaroth dulunya pengikut Tuan Lucifer.” Lilith sekalian menjelaskan alasannya mendesak Lyan bergerak cepat ke Benua Terang sebab dia yakin pemuda itu pasti ingin mengetahuinya.
__ADS_1
“Kalau begitu bukankah ini urusan kalian? Kalian bisa mengurusnya sendiri tanpa melibatkanku!”
“Untuk apa kami mengurusnya?” Bola kecil kembali muncul di telunjuk Lilith. “Kau yang terlibat dengan Astaroth jadi kau yang harus menyelesaikannya.”
Lilith kembali melempar bola kecil itu, Lyan segera bergerak menghindar namun bola kecil itu berbelok dan dengan cepat memperpendek jarak dengan Lyan.
KABOOOM!
Ledakan dahsyat kembali terjadi setelah bola kecil itu mengenai Lyan. Lyan tampak masih berdiri kokoh di tengah kepulan asap.
“Tiga hari lagi. Aku berjanji dalam tiga hari aku akan ke sana,” kata Lyan dalam kepulan asap yang perlahan mulai menipis. “Tapi kau juga harus berjanji apapun yang terjadi dalam tiga hari, kau tidak boleh mencampuri urusanku.”
Lyan tersenyum tipis. “Aku harap kau tidak mengingkari ucapanmu, iblis betina.”
Lilith menatap Lyan dingin. “Panggil aku Lilith.”
“Jika kau ingin aku memanggilmu dengan benar, jangan terus memanggilku manusia. Aku punya nama dan namaku adalah Lyan.” Lyan membalas tatapan dingin wanita itu sambil mengusap darah yang menetes dari sudut bibirnya.
“Baiklah, aku akan memanggilmu dengan benar ke depannya,” ucap Lilith dengan ekspresi datar. “Karena kau sudah berjanji akan pergi ke Benua Terang dalam tiga hari, kau harus mengeluarkanku dari dimensi ini sekarang.”
Lilith sebenarnya ingin keluar sendiri dari dimensi Lotus World, namun ia tetap tidak dapat keluar dari dimensi itu meskipun telah beberapa kali mencobanya. Dimensi yang tidak mudah dihancurkan seperti Lotus World benar-benar membuatnya kesal.
__ADS_1
“Jangan terburu-buru. Ada yang ingin kutanyakan padamu.”
“Apa itu?”
“Dibandingkan Iblis Dosa, seberapa jauh perbedaan kemampuanmu dengan mereka?” Lyan bisa merasakan bahwa Lilith adalah iblis yang sangat kuat, jauh melampaui Astaroth yang telah dia kalahkan.
Meskipun tidak memiliki cahaya agung seperti Iblis Dosa maupun Dewa Kebajikan, kekuatan Lilith terlihat dimata Lyan seperti dinding yang menjulang sampai ke ujung langit. Benar-benar luar biasa kuat hingga Lyan sendiri tidak dapat mendeskripsikannya.
“Dalam hal kekuatan, aku hanya sedikit lebih lemah dari Iblis Dosa Belphegor.”
“Kalau kekuatanmu hampir menyamai salah satu Iblis Dosa, berarti kau adalah pengikut terkuat Lucifer.” Lyan berpendapat demikian sebelum aura putih muncul menyelimuti dirinya. “Mungkin kau tidak keberatan untuk berduel denganku sebentar. Aku hanya ingin memastikan seberapa jauh perbedaan kekuatanku dengan pengikut terkuat Iblis Dosa Lucifer.”
“Jangan bercanda. Xora Bintang Tunggal sepertimu tidak mungkin dapat melawanku. Bahkan untuk melukaiku saja sudah mustahil.”
“Mungkin kau benar aku tidak dapat mengalahkanmu. Tapi jika kau bilang aku bahkan tidak dapat melukaimu … kurasa kau terlalu berlebihan.”
Aura yang berada di sekitar tubuh Lyan tiba-tiba berkobar semakin besar. Tekanan dashyat yang dihasilkan membuat Lilith sedikit terkejut.
“Karena kau sangat kuat, aku rasa sudah saatnya untuk menggunakan seluruh kemampuanku.”
Lyan segera mengorbankan sepuluh jam durasi waktu Lotus World yang sekaligus merupakan jumlah waktu terbesar yang bisa dia pakai dalam sekali penggunaan. Kekuatannya pun meningkat drastis hingga mencapai puncak Matahari Emas. Auranya yang berkobar semakin besar kini bercampur dengan aura warna emas yang begitu bercahaya. Pancaran gelombang energi yang keluar dari tubuhnya menghasilkan tekanan yang luar biasa, membuat Lilith yang rambutnya sedikit beterbangan akibat gelombang energi itu terkejut untuk kesekian kalinya.
__ADS_1