
Semua orang terbengong seketika mendengar perkataan Jenderal Felline. Padahal selama ini jika lima komandan menyebut nama Lyan di hadapannya, ia selalu memukul mereka dengan wajah memerah. Entah apa yang merasuki jenderal mereka kini. Satu hal yang mereka sadari adalah Jenderal Felline mulai mengakui perasannya kalau ia sebenarnya menyukai Lyan.
Lima komandan pun saling berbisik sebelum tersenyum mesum.
Komandan Botak tiba-tiba berseru lantang, “Kakak Ipar! Setelah masalah monster laut di benua ini teratasi, menikahlah dengan Jenderal Felline!”
Jenderal Felline sontak terkejut mendengarnya. Baru ingin menoleh ke arah Komandan Botak, ia kembali mendengar empat komandan lain berseru, “Menikahlah dengan Jenderal Felline, Kakak Ipar!”
Tidak lama setelah itu para prajurit ikut-ikutan.
“Menikahlah dengan Jenderal Felline!”
“Menikahlah dengan Jenderal Felline!”
Jenderal Felline terkejut setengah mati. Ia baru sadar ternyata selama ini banyak yang merestui hubungannya dengan Lyan. Rasanya ingin tersenyum bahagia saat itu juga namun dia berusaha menahannya sekuat mungkin.
Jantung Jenderal Felline berdebar-debar. Sorakan demi sorakan pasukannya itu membuatnya tidak ingin menahan perasaan yang telah dipendam cukup lama ini. Setelah menarik napas dalam, Jenderal Felline berseru sekeras-kerasnya. “Menikahlah denganku, Lyan!”
Semuanya terkejut. Lima komandan terharu melihat Jenderal Felline akhirnya mengakui perasaannya.
“Akhirnya Jenderal Felline menunjukkan sisi wanitanya sekarang.” Komandan Botak menangis haru.
“Kita harus mendukungnya! Mari kita desak kakak ipar agar segera menerima lamaran Jenderal Felline!” seru Komandan bertubuh besar sambil mengusap air matanya.
Dengan semangat berapi-api, lima komandan serta para prajurit berseru lebih keras lagi, meminta Lyan segera meminang Jenderal Felline. Mereka mengucapkan itu berulang-ulang sampai Lyan yang sedang menghindari serangan monster raksasa mengerutkan dahi keheranan.
‘Kenapa mereka memintaku untuk menikahi Jenderal Felline?’ batin Lyan sambil menggaruk pipinya. Di tengah kebingungannya ia masih bisa menghindari serangan monster raksasa yang semakin membabi buta.
Lyan tiba-tiba menepuk jidatnya. ‘Astaga, betapa bodohnya aku. Sama seperti saat mereka memanggilku kakak ipar, itu pasti termasuk salah satu kode rahasia.’
__ADS_1
Menurut Lyan sebutan kakak ipar yang diberikan padanya ini adalah semacam kode rahasia yang akan mempererat hubungannya dengan Penduduk Benua Terang. Mungkin dengan menerima lamaran Jenderal Felline nanti akan lebih mempererat persaudaraannya dengan penduduk benua ini. Oleh karena itu setelah mengurus monster raksasa ini, ia harus segera menerima lamaran Jenderal Felline tanpa harus menunggu sampai semua monster laut berhasil dimusnahkan. Entah apa yang rusak dengan otak pemuda ini. Sebab orang bodoh saja tidak akan berpikir demikian.
‘Ah, sebaiknya aku segera selesaikan urusanku dengan monster ini lebih dulu.’ Lyan tidak ingin berlama-lama lagi menghadapi monster raksasa. Setelah menghindari serangan monster raksasa, ia segera mengarahkan tapaknya ke depan.
BLAAAAR!
Tiba-tiba saja lubang besar terbentuk pada tubuh monster raksasa, membuat suasana menjadi hening pada saat itu juga. Jantung semua orang berdetak kencang, mereka bisa melihat setelah monster raksasa itu mematung beberapa detik, mosnter itu kemudian hancur menjadi gumpalan darah, membuat lautan berubah warna menjadi merah.
Pelindung yang menutupi semua orang menghilang saat Lyan tiba-tiba muncul di hadapan Jenderal Felline. Jenderal Felline dan Lyan saling bertatapan. Lima komandan serta para pasukan menutup mulut mereka rapat, tidak ingin mengganggu suasana seperti ini.
Jenderal Felline hampir pingsan karena melihat Lyan seperti pangeran berkuda yang sedang menjulurkan tangan padanya, seperti memintanya untuk meraih tangan itu agar naik kuda bersama.
Jenderal Felline menggeleng kepala cepat. Meskipun imajinasi dalam pikirannya terus membuat hatinya meleleh, ia tidak ingin berakhir pingsan lagi seperti beberapa tahun lalu. Ia pun berusaha keras untuk menyatakan lamaran kembali “Ly-Lyan, menikahlah dengan….”
Ucapan Jenderal Felline terhenti saat melihat empat sosok turun dari langit, mendarat di belakang Lyan. Mereka adalah Yuna, Carera, White dan Snow.
Melihat ada dua wanita lain di sana, membuat hati Jenderal Felline terasa tidak nyaman. Lima komandan menunjukkan ekspresi terkejut. Jangan-jangan dua wanita itu adalah saingan Jenderal Felline? Pikir mereka.
“Tidak apa-apa, Yuna,” sahut Lyan yang memahami kondisi rekan-rekannya tidak cukup sehat barusan. “Kalian dapat membantuku ke depannya.”
Komandan Botak merasa tidak bisa diam saja melihat Lyan tersenyum pada Yuna. Ia pun berdiri dan mendekati Lyan. “Kakak Ipar, bagaimana soal yang itu?”
‘Apa?! Kakak ipar?!’ Yuna, Carera, White dan Snow terkejut mendengar pria botak itu memanggil Lyan dengan sebutan kakak ipar. Lilith yang bersembunyi dalam dimensi juga ikut terkejut.
“Yang mana, Adik Ipar?”
Mereka kembali terkejut mendengar Lyan dengan santainya memanggil pria itu dengan sebutan adik ipar.
Empat komandan saling berpandangan sebelum mendekati Lyan.
__ADS_1
“Masalah pernikahanmu dengan Jenderal Felline, Kakak Ipar,” kata Komandan bertubuh besar. Ia sengaja membahasnya sekarang agar posisi Jenderal Felline tidak tergeser oleh wanita lain. “Kapan akan dilaksanakan?”
Carera, White, Snow melongo mendengarnya. Pernikahan? Sejak kapan Lyan memiliki calon pengantin? Mereka bahkan tidak mengetahui masalah ini.
Lilith yang mendengarnya marah. Ia tidak menyangka ternyata Lyan diam-diam sudah memiliki calon pengantin, membuat dirinya kecewa.
Sementara Yuna hanya diam saja. Melihat Jenderal Felline yang menatap Lyan dengan penuh harap, ia sudah tahu kalau wanita itulah Jenderal Felline yang dimaksud para adik ipar Lyan.
Lyan menggaruk kepalanya sambil tersenyum. “Oh, kalau soal pernikahan … tentu saja aku bersedi—”
“Enak saja!” Tiba-tiba saja Yuna menyela sambil menggandeng erat tangan Lyan. Wajahnya tampak memerah. “Tidak akan kubiarkan orang lain merebut calon suamiku!”
“Ca-Calon suami?!” Lima komandan terkejut secara serempak mendengar pernyataan Yuna.
Mata Jenderal Felline membesar dua kali dari biasanya. Mendengar pernyataan Yuna membuat Jenderal Felline seperti merasa dirinya yang sudah terbang terlalu tinggi tiba-tiba saja dihempaskan hingga jatuh ke dasar paling dalam.
White dan Snow kembali melongo kesekian kalinya. Sementara Carera hanya tertawa pelan.
“Yuna, apa maksu—”
‘Diam!’ Yuna mengirim telepati pada Lyan.
Setelah melihat Lyan dengan santai memanggil orang lain dengan sebutan adik ipar, Yuna akhirnya menyadari sebenarnya Lyan bukanlah tidak peka mengenai masalah perasaan, tetapi otak pemuda itu sedang berada dalam kondisi kritis sekarang.
Yuna ingat betul waktu pertama kali bertemu, Lyan bukanlah orang yang level ketidakpekaannya separah ini. Apa mungkin karena kini Lyan terlalu berambisi mengejar kekuatan sehingga membuatnya tidak menyadari apa itu cinta? Kira-kira Yuna beranggapan seperti itu. Jadi sekarang ia merasa tidak boleh memendam perasaannya lagi. Ia harus lebih agresif dan tidak akan membiarkan Lyan direbut wanita lain dengan mudah.
Lyan hanya menggaruk pipinya sambil membatin, ‘Sepertinya Yuna salah paham.’
Ia pun berencana menjelaskan pada Yuna mengenai kode rahasia Benua Terang agar kesalahpahaman ini tidak berlanjut. Tapi ia akan melakukannya nanti. Karena kebetulan sudah bertemu dengan Jenderal Felline yang merupakan salah satu orang penting di Benua Terang, ia harus fokus pada tujuan utamanya datang ke benua ini.
__ADS_1
“Jenderal Felline, apa kau bisa membawaku bertemu dengan kaisar?”