Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Membuktikan Diri


__ADS_3

Lyan menutup matanya, meningkatkan tingkat kepekaan seluruh inderanya agar dapat merasakan Kerajaan Iblis.


Beberapa menit berlalu begitu saja, Yuna berdoa dalam hati berharap Lyan yang masih terus berusaha dapat menemukan dinding pembatas dimensi Kerajaan Iblis.


Tiga puluh menit berselang Lyan masih tidak dapat menemukan dinding pembatas dimensi. Dia akhirnya membuka matanya lalu menggeleng kepala memberi isyarat pada Yuna akan kegagalannya.


Yuna merasa kecewa namun inilah hasil yang harus mereka terima.


Lyan sendiri tidak menyangka akan begitu sulit untuk menemukan dinding pembatas dimensi Kerajaan Iblis meskipun dirinya saat ini adalah seorang Xora. Dengan ini muncul dua perkiraan Lyan untuk memasuki Kerajaan Iblis. Pertama, harus mendapat izin dari Iblis Dosa. Yang kedua, diculik oleh para setan yang berada di luar gerbang Kerajaan Iblis.


“Lyan, kau sudah berusaha melakukan yang terbaik, kau tidak perlu frustasi.” Yuna tidak ingin kegagalan ini membuat Lyan terus kepikiran. Mungkin memang tidak ada harapan lagi bagi mereka untuk menyelamatkan Penduduk Benua Cahaya. Yuna berharap Lyan merelakan kematian Penduduk Benua Cahaya meskipun sebenarnya dirinya sendiri merasa berat.


“Kita belum boleh menyerah, Yuna,” kata Lyan. “Menurutku Iblis Dosa yang ada di benua ini sebenarnya telah memperhatikan kita. Aku yakin mereka juga sebenarnya telah mendengarkan semua teriakanku dan memilih mengabaikannya.”


“Tapi bukankah mereka tertarik padamu? Jika benar begitu, bukankah seharusnya mereka muncul setelah kau meminta pertolongan mereka?”


Dalam ingatan Yuna, Asmodeus bahkan mengetahui nama Lyan pada saat pertemuan pertama mereka, mengartikan sebenarnya Iblis Dosa sudah lama memperhatikan pemuda itu. Jika ada Iblis Dosa yang sekarang sedang memperhatikan Lyan di benua ini, maka seharusnya mereka muncul saat Lyan meminta pertolongan dan tidak mengabaikan begitu saja ancaman Lyan pada mereka.


“Aku tidak tahu alasannya, Yuna. Tapi jika mereka seperti itu, aku akan menggunakan cara lain untuk memancing mereka keluar.” Lyan terbang ke atas.


“A-Apa yang akan kau lakukan, Lyan?”


Lyan tersenyum. “Melihat Iblis Dosa ini tidak keluar sampai sekarang, sepertinya dia terlalu meremehkanku. Maka dari itu akan kutunjukkan pada dirinya kalau aku tidak dapat diremehkan.”


Lyan mengatur napasnya perlahan, tidak lama kemudian aura putih muncul dan berkobar besar di sekitar tubuhnya.


“Menjauh dari sini dan tutup telingamu, Yuna.”


Yuna mengangguk pelan dan segera menjauh dari sana. Setelah dirasa sudah cukup jauh, Yuna berhenti lalu menutup telinganya.


Lyan menarik napas dalam, mengumpulkan seluruh kekuatannya pada teriakan yang akan segera dia lepas ke langit.

__ADS_1


“IBLIS DOSA SIALAN! KAU PASTI SEDANG MENDENGARKU SEKARANG! APA KAU PIKIR DAPAT MENGABAIKANKU BEGITU SAJA?! AKAN KUTUNJUKKAN PADAMU KALAU AKU SANGAT LAYAK UNTUK MENDAPATKAN PENGAKUAN KALIAN!”


Seruan Lyan membuat petir menyambar-nyambar di langit. Gelombang energi luar biasa yang tercipta dari teriakannya menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru belahan dunia.


Semua makhluk hidup di Benua Terang dan Benua Gelap bergidik sesaat seakan merasa ada sesuatu tak terlihat yang melewati mereka.


*****


Di Benua Gelap.


“Apa itu barusan?” White yang sedang di kamar berdua dengan Snow masih merasa ngilu setelah gelombang energi Lyan melewatinya.


Snow mengangkat bahunya. “Aku juga tidak tahu. Rasanya begitu aneh dan mengerikan.”


Endless yang sedang berbaring di atas awan sambil menatap langit tersenyum tipis. “Aku tidak menyangka kau telah menjadi Xora yang mampu menciptakan gelombang energi sebesar ini, Lyan. Aku penasaran apa yang sedang kau lakukan, sayangnya aku tidak bisa melakukannya karena hukumanku.”


*****


“HATCHI!”


“Sial, apa itu tadi? Bikin bersin saja.” Komandan Botak menggosok-gosok hidungnya.


“Apa hubungannya bersinmu dengan sesuatu yang kita rasakan barusan? Kau kan memang sedang masuk angin, bodoh!” teriak Komandan rambut pirang.


“Memang bodoh ini si Botak,” tambah Komandan rambut putih.


“Diam!” seru Jenderal Felline yang berjalan di depan lima komandan, merasa risih pada para komandannya yang terus berbicara dengan keras sepanjang perjalanan mereka.


Komandan botak berbisik agak keras pada Komandan bertubuh besar. “Dia kenapa, sih? Setelah ditinggal kakak ipar beberapa tahun lalu, bawaannya marah-marah teru—”


Komandan rambut merah cepat-cepat menutup mulut Komandan botak setelah melihat Jenderal Felline mulai meloloti Komandan botak. “Kalau bisik-bisik jangan terlalu keras, sialan! Jangan sampai kami kena getahnya gara-gara ulahmu!”

__ADS_1


Setelah melihat para komandannya diam dan memasang ekspresi ketakutan, Jenderal Felline kemudian memalingkan wajahnya memandang ke arah langit.


Entah kenapa setelah merasakan gelombang energi besar barusan membuatnya teringat akan sosok pangeran berkuda yang pernah muncul di hadapannya beberapa tahun lalu. ‘Kenapa tiba-tiba aku memikirkannya, ya?’


*****


Sementara para Iblis Dosa yang sedang berada di dua benua tersebut masing-masing menunjukkan ekspresi berbeda saat gelombang energi hangat itu dirasakan oleh mereka. Ada yang menyeringai, ada yang biasa saja, bahkan ada yang tertawa contohnya Asmodeus yang sedang berada di Benua Gelap.


“Anak itu bukannya sekarang masih berada di Benua Cahaya, ya? Hal apa yang membuatnya melepas gelombang energi sebesar ini, Succubus?” tanya Asmodeus pada wanita yang berdiri di sampingnya setelah selesai tertawa.


Succubus mengarahkan tangannya ke depan, sebuah cermin raksasa muncul dan memperlihatkan Lyan dan Yuna yang sedang berada di Benua Cahaya.


“Dia sengaja menarik perhatian Iblis Dosa yang ada di Benua Cahaya, Tuan,” jawab Succubus. “Anak itu sedang membutuhkan bantuan untuk melepas kutukan Iblis Buangan Astaroth agar dapat menyelamatkan Penduduk Benua Cahaya”


“Hm, jadi Lyan berhasil mengalahkan Iblis Buangan bodoh itu, ya.” Asmodeus menyandarkan tangannya di kursi ketika melihat kepala Astaroth membeku dalam kristal berbentuk lotus.


“Saat ini Iblis Dosa yang ada di Benua Cahaya hanya ada satu dan dia merupakan tipe Iblis Dosa yang tertarik akan hal yang berhubungan dengan sesuatu yang unik.”


“Dengan menunjukkan bahwa dirinya dapat menciptakan gelombang energi sedahysat ini sampai dapat dirasakan seluruh penjuru belahan dunia … hal yang bahkan belum tentu bisa dilakukan iblis yang telah menjadi Xora Bintang Tunggal sekalipun...”


“Tentu saja hal ini akan membuat rasa ketertarikannya pada Lyan meningkat drastis, bukan?” Asmodeus tersenyum saat melihat langit pada Benua Cahaya telah berubah menjadi gelap.


*****


Setelah Lyan melepas gelombang energi dahsyat tersebut, langit tiba-tiba saja berubah menjadi gelap. Tidak lama kemudian dari langit muncul seorang wanita cantik yang memiliki dua sayap hitam di punggungnya.



Kehadiran wanita itu saja sudah memberikan tekanan yang cukup besar. Saat kedua matanya perlahan terbuka tekanan yang dihasilkan semakin besar sampai membuat Yuna menahan napasnya dan berkeringat dingin.


Namun tidak dengan Lyan, dia menatap wanita yang sedang melayang di langit itu dengan tenang.

__ADS_1


“Akhirnya kau muncul juga, sialan.”


__ADS_2