Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Menghadapi Pecahan Kemalasan


__ADS_3

“GRAAARGH!”


Seruan Light terdengar sekali lagi. Bersamaan dengan itu sebuah ledakan maha dahsyat terjadi. Gelombang energi kuat terus terjadi membuat udara sekitar menjadi kacau. Tidak lama setelah itu suara Light mulai terdengar mengecil, ledakan besar yang mengguncang pulau mulai terjadi.


BLAAAR!


Hex bisa melihat sosok Light di tengah kepulan asap yang menipis yang tampak seperti manusia api hitam. Sosok itu membuka matanya perlahan sebelum hilang dan muncul di hadapan Hex.


DUAAAR!


Hex berhasil menahan serangan, kakinya termundur satu langkah.


“Kau tidak mengecewakan.”


Hex tersenyum puas karena Light bisa membuatnya termundur satu langkah. Entah sudah berapa lama, mungkin sudah hampir seratus tahun terakhir kali ada orang yang bisa membuat kakinya bergeser saat pertarungan.


“Aku belum selesai.”


Seberkas cahaya tampak menyeruak keluar dari kepalan tangan Light yang ditahan oleh Hex.


BLAAAR!


Kekuatan pukulan barusan terlalu dahsyat untuk ditahan, membuat Hex terseret mundur belasan meter.


Light sekali lagi muncul di hadapan Hex yang tampak belum siap. Dengan kedua kepalan tangan yang dipenuhi kekuatan matahari hitam, Light melepas hujan pukulan cepat serta kuat.


“HAAAAH!”


BLAAAR!


BLAAAR!


BLAAAR!


Dan lagi-lagi Hex harus terseret mundur bahkan kali ini lebih jauh dari sebelumnya akibat rentetan pukulan dahsyat barusan.


“Ah, kau benar-benar melebihi ekspetasiku. Sebagai bentuk apresiasi aku akan lebih serius sekarang."


Mata Hex tiba-tiba berubah menjadi merah penuh. Aura merah disekitarnya mengeluarkan pancaran dahsyat yang sanggup membuat permukaan perisai transparan mengalami keretakan.

__ADS_1


“HAAARGH!”


KABOOOOM!


Ledakan besar membahana terjadi dan sosok Hex yang sekujur tubuhnya tampak mengeluarkan urat-urat mengerikan mulai terlihat dari kepulan asap. Tekanan maha dahsyat yang terpancar darinya sempat membuat pulau mengalami getaran sesaat.


Keduanya tiba-tiba hilang dan muncul di udara sambil bertukar serangan menggelegar yang membuat pulau kembali mengalami getaran setiap kedua pukulan mereka saling bertemu.


BLAAAR!


BLAAAR!


BLAAAR!


*****


Master Gyo bergerak cepat menelusuri goa. Dengan menggunakan kemampuannya yang dapat melacak lokasi keberadaan Pecahan Kemalasan, tidak butuh waktu yang lama untuk dirinya menemukan kepingan jiwanya itu.


“Siapa kau? Tunggu, bagaimana kau bisa masuk kesi—”


Master Gyo segera menyerang tanpa memberi jawaban. Pecahan Kemalasan bisa menghindarinya dengan mudah.


Pecahan Kemalasan bisa merasakan dua kekuatan besar di luar sana. Satunya adalah rekannya Hex dan satunya lagi pasti orang yang menarik perhatian Hex sampai membuatnya membiarkan pemuda ini dengan leluasa masuk ke dalam goa.


Menyadari Pecahan Kemalasan memiliki 60% kekuatan asli mereka, Master Gyo berniat mengalahkannya dengan cepat sebelum Pecahan Kemalasan serius.


“GRAAARH!”


Master Gyo meningkatkan kekuatan. Tubuhnya mulai mengeluarkan aura biru yang berkobar. Tampak aura biru itu membentuk wujud menyerupai rubah.


Aura yang dipancarkan pemuda itu sangat jelas dan menyerupai miliknya sehingga Pecahan Kemalasan menyadari di dalam tubuh pemuda itu terdapat kepingan jiwanya yang lain. “Ho~ Ternyata kau salah satu kepingan jiwaku. Katakan siapa dirimu? Sirakus, tukang marah atau silicik sialan?”


Pecahan Kemalasan tertawa pelan sambil menciptakan perisai transparan untuk menghindari kehancuran goa.


“Tidak perlu menambahkan kata ‘sialan’ padaku!” Master Gyo tiba-tiba sudah berada di hadapan Pecahan Kemalasan dan melepaskan 7 pukulan dahsyat.


“Pukulan 7 Halilintar!”


BOOOM!

__ADS_1


BOOOM!


BOOOM!


“Hm~ Kau Pecahan Kelicikan rupanya.” Pecahan Kemalasan tampak menepuk debu sekitar tubuhnya ditengah kepulan asap yang menipis.


“Seharusnya aku sudah menyadarinya ketika melihatmu begitu rendah memanfaatkan tubuh manusia untuk bertarung. Kepingan jiwa yang lain tidak akan melakukan hal memalukan seperti itu.” Pecahan Kemalasan melepaskan serangan tapak, membuat Master Gyo terseret beberapa meter.


”Meskipun kau mendapatkan tambahan kekuatan dengan memggunakan tubuh manusia, kau tetap tidak akan bisa mengalahkanku yang sudah ditakdirkan lebih kuat darimu. Lebih baik kau bersatu denganku sekarang sebelum aku membuatmu menderita.”


“Omong kosong! Kau yang harus menyatu denganku!" Master Gyo segera menggunakan wujud Transformasi Stage Satu, Yesterday yang diselimuti aura biru.


Pecahan Kemalasan bisa merasakan tekanan kekuatan dahsyat dari perubahan wujud itu. “Kau menemukan seseorang yang menarik.”


Master Gyo terbang ke atas, mengarahkan telapak tangannya pada Pecahan Kemalasan. “Tentu, makanya aku mengajakmu untuk bergabung saja denganku!”


Seluruh medan tiba-tiba berubah gelap. Sebuah bola hitam besar muncul menutupi Pecahan Kemalasan. Bola hitam besar itu dengan cepat menyusut kecil sebelum mengeluarkan sinar dan menciptakan ledakan dahsyat.


“CATASTROPHE!”


DUAAAR!


Pecahan Kemalasan tidak bisa menghindari cidera setelah terkena serangan dahsyat barusan. Dia memang masih berdiri kokoh di tengah kepulan asap, namun tubuhnya bersimbah darah.


“Ho~ Melihatmu bisa mengendalikan tubuh seorang pertapa dengan baik, pastinya kau telah menyatu dengan dua kepingan jiwa lain. Bagus. Aku jadi tidak perlu repot-repot mencari kalian satu-persatu.”


Sekujur tubuh Pecahan Kemalasan tiba-tiba berubah menjadi serangkaian benang putih. Benang-benang putih itu menjalar menutupi seluruh tubuhnya dan mengeluarkan cahaya menyilaukan sebelum ledakan besar mengiringi.


KABOOOM!


Wujud Rubah Iblis mulai terlihat ketika kepulan asap menipis. Hanya dengan tatapan dia bisa memberikan tekanan yang sangat dahsyat pada Master Gyo.


‘Sial, bagaimana caraku mengalahkannya sekarang?’ Keringat dingin mulai jatuh membasahi pelipis Master Gyo. Alasannya terburu-buru ingin mengalahkan Pecahan Kemalasan karena tidak ingin menghadapi wujud Rubah Iblis. Dengan masa hidup yang tersisa kurang dari satu bulan sulit baginya untuk menghadapi wujud Rubah Iblis yang merupakan wujud terkuat mereka.


Tiba-tiba saja Master Gyo terkenang akan pertarungannya bersama Lyan ketika menghadapi White di Desa Embun.


Dulu saat melawan White, mereka pernah menggunakan teknik yang menyatukan tubuh mereka. Meskipun tetap harus bersusah payah, dengan teknik itu mereka berhasil menundukkan White yang jauh lebih kuat dari mereka.


Lyan saat itu masih sangat lemah dan Master Gyo baru menyatu dengan satu kepingan jiwa. Meskipun kekuatan Master Gyo sudah tidak tersisa banyak, tetapi kekuatannya yang tersisa sedikit ini jika dibandingkan dulu jelas puluhan kali jauh lebih besar.

__ADS_1


Tanpa banyak berpikir lagi Master Gyo segera meningkatkan kekuatannya sehingga aura biru di sekujur tubuhnya menyala semakin besar. Dia kemudian mengangkat tangan kanannya ke atas dan berseru lantang, “Teknik Penyatuan Tubuh!”


KABOOOM!


__ADS_2