Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Kemampuan Sisi Gelap


__ADS_3

Setelah Sisi Gelap selesai berkata demikian, sekumpulan sosok mengerikan yang menempel pada auranya melesat keluar, memanjang seperti karet dan dengan cepat melesat ke arah Lilia.


Mengingat pasukan doppleganger-nya dapat ditelan aura itu, Lilia segera menciptakan lingkaran sihir ungu yang cukup besar di hadapannya untuk bertahan.


PLAAASH!


PLAAASH!


Aura itu hancur seperti percikan air ketika menabrak lingkaran sihir ungu tersebut. Namun, aura itu masih melekat pada lingkaran sihir dan bergerak naik seakan berusaha lewat dan mengincar Lilia.


“Menjijikkan!” Lingkaran sihir mulai mengeluarkan cahaya sebelum sinar ungu melesat keluar dari sana.


“Purple Beam!”


Aura yang menempel pada lingkaran sihir dengan cepat berpencar dan berputar mengelilingi tembakan sinar tersebut.


PLAAASH!


Lilia terkejut melihat serangannya terhenti ketika menyentuh aura Sisi Gelap. Tembakan sinarnya tiba-tiba berubah jadi hitam sebelum lenyap tanpa sebab yang diketahui.


‘Apa-apaan?!’


Sisi Gelap menyeringai. Lilia kembali dikejutkan dengan lingkaran sihir hitam yang bentuknya tampak tidak asing muncul di hadapan Sisi Gelap.


‘Mu-mustahil! Jangan bilang dia ….’


Seberkas cahaya muncul dari lingkaran sihir sebelum sinar gelap melesat keluar dari dalam.


“Dark Beam!”


BOOOM!


Tembakan sinar gelap itu menciptakan ledakan dahsyat yang langsung menghancurkan lingkaran sihir Lilia. Lilia terkena serangan telak sampai tubuhnya bersimbah darah.


“Harimau sialan! Berani-beraninya kau membuatku seperti ini? Aku berubah pikiran. Aku tidak membutuhkan kepalamu lagi, akan kulenyapkan lau sampai tak bersisa.”

__ADS_1


Sebuah pusaran muncul di langit sebelum cahaya ungu melesat keluar dan menyambar Lilia dengan telak.


BLAAAR!


Lilia yang muncul dari kepulan asap tampak diselimuti aura ungu pekat. Seluruh tubuh bahkan rambutnya yang terangkat itu semuanya berubah menjadi ungu.


Lilia segera lompat ke atas sambil mengangkat kedua tangannya. Sebuah lingkaran ungu besar tiba-tiba muncul di atas Sisi Gelap.


“Lenyaplah kau, Harimau!”


Lingkaran sihir itu tampak bergetar sesaat sebelum sinar ungu pekat menyembur keluar.


“Hecto Flare!”


KABOOOM!


Sudut bibir Lilia terangkat melihat Sisi Gelap terkena telak serangannya. “Kau tidak mungkin selamat setelah terkena jurus pamungkasku. Aku menyesal tidak mendapatkan kepalamu, tetapi kau terlalu merepotkan sehingga aku harus—”


Lilia tiba-tiba merasakan tekanan dahsyat yang membuatnya spontan bergerak mundur. ‘Apa ini? Jangan bilang dia ….’


Alangkah kagetnya Lilia ketika menemukan Sisi gelap masih berdiri kokoh di tengah kepulan asap.


Lilia bisa melihat Sisi Gelap menyeringai sebelum sebuah lingkaran sihir besar muncul di atas wanita itu.


“Shadow Flare!”


KABOOOM!


Lilia memuntahkan darah segar setelah terkena telak tembakan sinar hitam yang keluar dari lingkaran sihir di atasnya. Serangan itu membuatnya cidera cukup parah.


‘Siapa harimau ini sebenarnya?! Semua jurus yang dikeluarkan jelas itu adalah milikku. Dia tidak hanya meniru Purple Beam, tetapi Hecto Flare yang merupakan jurus terkuatku dapat dia tiru dengan mudah!’ Lilia membatin.


Seakan tidak puas hanya memikirkannya sendiri, Lilia berteriak pada Sisi Gelap, “Ba-bagaimana mungkin?! Bagaimana mungkin kau bisa meniru semua kemampuan?!”


Lilia kembali memuntahkan darah segar.

__ADS_1


Sisi Gelap hanya tersenyum sebelum menciptakan perisai transparan yang besar, menutupi perisai transparan yang diciptakan Lilia.


“A-apa yang ingin kau lakukan?” Lilia merasakan firasat buruk.


“Aku hanya ingin menunjukkan sesuatu yang menarik padamu,” ucap Sisi Gelap.


Lilia bangkit perlahan dan mengangkat kedua tangannya ke atas, sebuah lingkaran sihir tiba-tiba muncul di atas Sisi Gelap. “Jangan bercanda denganku!”


Sisi Gelap menjentik jarinya, membuat lingkaran sihir itu hancur berkeping-keping. Lilia tidak dapat menahan keterkejutan untuk kesekian kalinya.


“Aku serius,” ucap Sisi Gelap. “Kemampuan yang kau miliki sangat luar biasa, tanpa perisai transparan mungkin benua ini akan lenyap. Karena aku memperoleh kemampuan seperti itu darimu, sebagai bentuk terima kasih aku akan memberikanmu hadiah kecil.”


Lilia mendapati tubuhnya tiba-tiba tidak dapat digerakkan ketika Sisi Gelap mengangkat tangan kanannya ke atas.


Sebuah lingkaran sihir hitam raksasa perlahan muncul di langit, membuat jantung Lilia seketika berdetak tidak karuan. Tekanan lingkaran sihir itu bahkan menembus perisai transparan sehingga mereka yang melakukan pertarungan di daratan tertekan dan langsung menghentikan pertarungan.


Cahaya yang menyilaukan mulai keluar dari lingkaran sihir hitam tersebut, Lilia yang berada tepat di tengah lingkaran sihir gemetaran.


‘Ini berbahaya, aku harus segera menyingkir dari sini!’ Lilia berusaha melepaskan diri namun tubuhnya tetap tidak dapat digerakkan.


“Lepaskan aku, sialan!” Lilia berteriak panik.


Sisi Gelap menyeringai.


“Tentu akan kulepaskan tetapi setelah kau menerima ini, hadiah yang kupersembahkan padamu yang merupakan kombinasi dari kedua jurus yang kuperoleh darimu. Aku harap kau menyukainya.”


Dari lingkaran sihir muncul sosok wajah monster yang tampak tersenyum lebar sebelum sinar hitam yang memberikan tekanan dahsyat menyembur keluar.


“Exa Flare!”


KABOOOM!


“Argggh!” Lilia menjerit kesakitan setelah terkena serangan dahsyat tersebut. Aura ungu yang menyelimuti wanita itu hilang dan dirinya kembali ke bentuk normal. Jeritan Lilia yang berada di dalam serangan sinar hitam semakin nyaring. Tubuhnya mulai terkelupas secara perlahan.


Serangan maha dahsyat itu juga membuat langit bergetar serta perisai transparan ciptaan Lilia hancur seketika, sementara perisai tranparan baru yang diciptakan Sisi Gelap mengalami keretakan.

__ADS_1


Zemus yang pertarungannya terhenti akibat tekanan jurus Sisi Gelap raut wajahnya tampak panik menyaksikan kejadian tersebut.


‘Tidak! Jika dibiarkan begitu saja Lilia akan mati. Aku harus melakukan sesuatu!’


__ADS_2