
Jenderal Felline tentu senang atas kedatangan Lyan. Namun setelah beberapa saat rautnya kembali berubah secara drastis ketika merasakan kekuatan yang terpancar dari Lyan sangat lemah. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada pemuda itu setelah berpisah beberapa tahun lalu, tetapi dengan kekuatan yang terpancar lemah seperti itu, tidak mungkin menurutnya Lyan dapat mengalahkan monster lautan yang ganas itu.
Jenderal Felline pun merasa cemas. “Tapi kondisimu….”
Tiba-tiba napasnya terasa sesak. Saat pandangannya mengarah ke depan, ia melihat mata monster-monster itu berubah menjadi hitam pekat. Kekuatan mereka secara misterius meningkat pesat. “A-Apa yang terjadi….”
Lyan mengetahui penyebab monster lautan tiba-tiba bertambah kuat. Itu jelas karena mereka telah menyerap energi iblis yang berada dalam tubuhnya. Saat ini Lyan bisa merasakan ribuan monster laut itu yang awalnya setara Energi Langit tahap 7 telah menjadi puncak Energi Langit tahap 8.
Ia pun segera menciptakan pelindung besar yang memancarkan cahaya emas, menutupi Jenderal Felline beserta semua pasukannya agar tidak tertekan oleh pancaran kekuatan para monster yang semakin kuat. Hanya dengan melihatnya saja Jenderal Felline langsung tahu bahwa pelindung itu sangat kuat dan kokoh. Ia tidak tahu bagaimana Lyan yang dikiranya melemah bisa menciptakan pelindung luar biasa itu.
‘Tidak mungkin dia melemah. Menciptakan pelindung seperti ini … bahkan Jenderal Besar Oliver tidak dapat melakukannya.’ Tidak butuh waktu lama bagi Jenderal Felline untuk bisa menilai bahwa dirinya keliru dalam menganalisa kemampuan pemuda itu. Lyan bukanlah melemah tetapi saat ini ia sedang berusaha menyembunyikan kekuatannya hingga sulit dianalisa oleh siapapun.
Lyan lalu keluar dari pelindung tersebut. Ia mengarahkan tangan kanannya ke depan, gelombang energi yang terpancar darinya menyapu semua monster lautan yang berada di daratan. Membuat mereka meledak menjadi gumpalan daging.
Napas Jenderal Felline tertahan seketika. Tidak hanya Jenderal Felline, lima komandan beserta para prajurit yang masih sadar melongo menyaksikan kejadian tersebut.
“Gi-Gila!” seru Komandan Botak. Ia memandang Lyan dengan tatapan penuh kekaguman. “Kakak Ipar semakin hebat saja!”
“Padahal menghadapi satu di antara mereka saja sudah membuat kita kesulitan,” tambah Komandan rambut merah. “Kakak Ipar benar-benar berada di level yang berbeda!”
Tidak hanya mereka, para prajurit juga ikut berdecak kagum menyaksikan peristiwa itu.
“Bantai mereka semua, Kakak Ipar!” Komandan Botak tiba-tiba berseru keras.
__ADS_1
Komandan lain mulai menatapnya sebelum melakukan hal serupa.
“Semangat, Kakak Ipar!”
Melihat para komandan berseru demikian, para prajurit ikut-ikutan.
“Sikat mereka, Kakak Ipar!”
“Hidup, Kakak Ipar!”
“Jangan kalah, Kakak Ipar!”
Seruan demi seruan mulai terdengar dari belakang. Biasanya Jenderal Felline akan marah tetapi kali ini karena ia ikut terpukau dengan aksi Lyan yang mampu melibas ribuan monster laut dengan mudah. Ia hanya bisa menutup wajahnya yang tiba-tiba memerah menggunakan kedua tangan.
‘Sepertinya adik iparku bertambah lagi sekarang.’ Lyan membatin sambil menggaruk pipinya. Terakhir kali ia ingat yang memanggilnya kakak ipar hanya lima komandan. Kali ini sudah ada ribuan orang yang mendadak menjadi adik iparnya.
“GROOOWL!”
Monster raksasa itu tiba-tiba meraung. Meskipun Jenderal Felline bersama pasukannya berada dalam pelindung dan tidak merasakan tekanan hebat dari monster raksasa itu, hanya dengan melihatnya saja mereka bisa menilai kalau kekuatan monster itu benar-benar berada di luar nalar.
Mereka sedikit cemas, ragu Lyan bisa mengatasi monster itu atau tidak.
“Kenapa kalian diam saja?!” teriak Komandan Botak. “Kita harus memberi semangat pada kakak ipar!”
__ADS_1
Mereka pun mendengar ceramah Komandan Botak dan kembali berseru. Berharap semangat yang mereka berikan dapat membuat Lyan mampu menghadapi monster raksasa itu.
Setelah raungan monster raksasa mereda, tiba-tiba saja ratusan pusaran air terbentuk di sekitarnya. Napas semua orang tertahan sebab melihat banyak monster keluar dari pusaran tersebut. Jumlahnya bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Mencapai puluhan ribu hingga membuat semuanya berkeringat dingin serta membisu.
Baru saja puluhan ribu monster itu memijakkan kakinya di daratan, Lyan tiba-tiba menghilang dari tempatnya dan muncul tepat di hadapan para monster. Ia mengibas tangannya, puluhan ribu monster itu sirna menjadi serpihan debu dalam sekejap.
Napas semua pasukan tertahan sekali lagi. Mulut mereka terbuka lebih lebar dari sebelumnya. Mata mereka melotot besar seakan tidak mempercayai apa yang mereka lihat barusan.
Jenderal Felline sendiri terkejut setengah mati. Meskipun Lyan kuat, tetapi membantai monster laut yang setara dengan puncak Energi Langit tahap 8 dengan mudah … Ia yakin hal seperti itu bahkan tidak dapat dilakukan oleh Jenderal Besar Oliver sekalipun.
‘Sudah sekuat apa dia sekarang? Apa dia sudah mencapai puncak Energi Langit tahap 9?!’ batin Jenderal Felline. ‘Jika dugaanku benar, maka dia sekarang sudah lebih kuat dari Jenderal Besar Oliver yang beberapa bulan lalu baru berhasil mencapai Energi Langit tahap 9.’ Jenderal Felline menatap punggung Lyan dengan penuh kekaguman. ‘Dia benar-benar luar biasa....’
Monster raksasa itu meraung keras, ia marah melihat puluhan ribu monster yang dipanggilnya lenyap dalam sekejap. Melihat Lyan tiba-tiba saja muncul dan melayang di hadapannya sekarang, dengan kekuatan penuh monster raksasa itu mengayunkan capit besarnya ke arah pemuda itu.
Semua orang yang menyaksikannya sontak ketakutan. Mereka berharap kakak ipar mereka dapat menahan serangan capit mengerikan itu.
Sejak semula Lyan sudah mengurangi kekuatannya untuk menghadapi monster-monster laut. Untuk menahan capit ini, ia sedikit meningkatkan kekuatannya.
BLAAAR!
Baru saja sedikit bersentuhan dengan tapak Lyan, capit raksasa itu tiba-tiba terlempar jauh ke belakang, membuat monster raksasa meraung kesakitan sambil melangkah mundur sempoyongan.
Bulu kuduk semua orang serentak bergidik. Jantung mereka seakan ingin lepas pada saat itu juga setelah melihat Lyan dapat membuat lengan monster raksasa yang sangat kuat itu terpotong dengan begitu mudahnya.
__ADS_1
Saking kagumnya, semua prajurit tidak dapat berkata-kata lagi dan hanya dapat mematung dengan mulut terbuka lebar. Tidak ada di antara mereka yang tahu harus bereaksi bagaimana lagi setelah berkali-kali dikejutkan oleh Lyan yang terus menunjukkan sesuatu yang menurut mereka sangat tidak masuk akal. Semuanya satu pemikiran kalau monster yang sebenarnya adalah Lyan, bukan makhluk raksasa bercapit itu.
“Kenapa kalian diam saja?!” Jenderal Felline tiba-tiba berseru keras sambil menoleh ke arah semua prajurit. “Beri semangat pada kakak ipar kalian! Jika ada di antara kalian yang tidak melakukannya, aku akan mengeluarkan orang itu dari pasukanku!”