
Kekuatan Astaroth meningkat pesat hingga mencapai puncak Bintang Tunggal setelah menggunakan wujud ibis. Walupun begitu Astaroth merasa heran karena Lyan tidak tertekan sedikitpun oleh pancaran kekuatannya. Malah sebaliknya pemuda itu terlihat tenang.
“Aku ingin lihat sampai kapan kau dapat bersikap seperti itu.” Astaroth maju dengan kecepatan kilat dan menyerang Lyan dengan serangkaian serangan mematikan, Lyan menahan serangan dahsyat itu menggunakan tangannya. Setiap tebasan pedang Astaroth menciptakan ledakan dahsyat.
BOOOM!
BOOOM!
BOOOM!
‘Bagaimana mungkin… kekuatannya jelas dibawahku tetapi dia bisa menahan semua seranganku?!’
Meskipun sama-sama Xora Bintang Tunggal, Astaroth jelas lebih kuat karena dia telah mencapai puncak dari Bintang Tunggal. Perbedaan kekuatan mereka seharusnya terpaut jauh, Astaroth yakin dia seharusnya lebih unggul tetapi setelah melihat pemuda itu masih bisa mengimbanginya sejauh ini, Astaroth merasa aneh.
Seiring pertarungan berjalan bahkan kekuatan Lyan terus meningkat, Astaroth tidak dapat menahan keterkejutannya ketika pedangnya bahkan kini tertahan oleh cengkeraman pemuda itu.
Dengan tangan kirinya yang bebas, Lyan mendaratkan serangan tapak yang kuat, membuat Astaroth terseret mundur belasan meter di udara.
Aura putih disekujur tubuh Lyan tiba-tiba berkobar semakin besar. Untuk kesekian kalinya Astaroth harus terkejut karena kekuatan pemuda itu sekarang telah berada dipuncak Bintang Tunggal. “Aku mungkin lebih lemah darimu, tetapi dalam Lotus World aku tidak akan kalah darimu.”
Lotus World merupakan dunia dimensi yang Lyan ciptakan setelah mendapatkan pemahaman tertinggi selama menyerap kristal jiwa dalam ruang jiwa. Dimensi ini membuat Lyan dapat menyetarakan kekuatannya dengan kekuatan musuh yang lebih kuat darinya. Selain itu lawan juga tidak akan bisa keluar dari dimensi ini jika tidak mendapat izin dari sang pemilik dimensi.
Hanya saja dimensi ini memiliki batas waktu pemakaian selama satu hari dunia manusia. Setelah masa waktu habis terpakai, Lyan tidak akan dapat menggunakan Lotus World kembali.
Durasi waktu pemakaian Lotus World juga akan berkurang saat Lyan menggunakan kemampuan dimensi ini untuk menyetarakan kekuatannya dengan kekuatan lawan. Untuk meningkatkan kekuatan hingga mencapai puncak Bintang Tunggal barusan saja Lyan harus mengorbankan waktu sebesar satu jam.
Astaroth tertawa pelan setelah mendengar perkataan Lyan. “Meskipun kekuatanmu meningkat berkat dimensi ini, aku tidak mungkin kalah darimu!”
Keduanya sama-sama saling menyerang di udara, setiap benturan serangan mereka menciptakan ledakan pada ruang kosong sekitar mereka.
DUAAAR!
DUAAAR!
DUAAAR!
Astaroth melompat mundur cukup jauh sambil mengangkat pedangnya. Wajah iblis raksasa tiba-tiba muncul di belakang Astaroth, terlihat pedang miliknya mulai mengeluarkan aura gelap pekat yang memberikan tekanan besar. “Terima ini!”
__ADS_1
Astaroth mengayunkan pedangnya dengan kuat, menghasilkan energi pedang dahsyat yang mengarah ke tempat Lyan dengan kecepatan tinggi.
Sementara Lyan mengangkat tangan kanannya ke atas, kelopak bunga putih yang menggunung di daratan tiba-tiba terbang ke atasnya, membentuk bunga lotus raksasa. Dari pusat bunga raksasa itu sesaat tampak mengeluarkan cahaya yang menyilaukan sebelum menembakkan sinar putih.
“LOTUS CANON!”
KABOOOM!
Benturan dari dua serangan itu menciptakan ledakan maha dahsyat, imbas ledakan tersebut membuat Astaroth terseret jauh sambil memuntahkan darah segar sementara Lyan masih terlihat melayang tanpa bergeser sedikitpun dari tempatnya.
Dari benturan serangan barusan Astaroth sudah bisa menilai kekuatan pemuda itu kini lebih unggul darinya. Hal ini membuat Astaroth marah dan mengepal keras tangannya. “Aku kalah dari manusia?”
Astaroth menumpahkan kekesalannya dengan tertawa seperti orang gila. Dia kemudian menatap Lyan tajam sambil mengangkat pedangnya tinggi. “Omong kosong! Iblis level tinggi sepertiku tidak mungkin kalah darimu!”
Sekujur tubuh Astaroth mengeluarkan aura gelap yang berkobar setinggi belasan meter. Aura itu berubah wujud menjadi iblis raksasa yang memegang pedang.
Aura raksasa yang berbentuk iblis itu mengangkat pedangnya tinggi ke atas sebelum diayunkan dengan kuat ke arah Lyan.
“ETERNAL ORDEAL!”
Sementara Lyan merentangkan kedua tangan lalu seluruh tubuhnya tiba-tiba terkelupas menjadi kelopak bunga putih. Setelah tubuh Lyan berubah menjadi kelopak putih sepenuhnya, seberkas cahaya muncul menyilaukan seluruh area. Astaroth terkejut bukan main karena pergerakan dirinya bersama iblis aura tiba-tiba terhenti. “?!”
KABOOOM!
Ledakan maha dahsyat itu membuat Iblis aura lenyap seketika sementara Astaroth terjatuh ke daratan dengan hanya menyisakan tubuh bagian atas yang terus terkelupas menjadi serpihan.
Dimensi Lotus World perlahan menghilang saat Lyan berjalan mendekati Astaroth yang hampir musnah, mereka kembali ke tempat semula mereka berasal.
“Kau benar-benar mengerikan.” Astaroth terbatuk darah.
“Astaroth, aku harap kau lepaskan kutukanmu sekarang.”
“Apa kau pikir aku akan melakukannya?” Astaroth menyeringai, “Meskipun aku akan segera mati setidaknya kau kehilangan orang-orang yang ingin kau selamatkan. Itu setimpal dengan harga kematianku.” Dia tertawa lantang.
Lyan mengepal keras tangannya. Dia bisa merasakan aura kehidupan seluruh makhluk hidup Benua Cahaya mulai meredup.
Tubuh mereka secara perlahan terkelupas menjadi serpihan, membuat mereka semua menjerit ketakutan dengan kejadian menakutkan yang terjadi pada mereka.
__ADS_1
Suku purba yang ada di bukit juga mengalami hal serupa, mereka bisa memperkirakan tubuh mereka yang hancur menandakan Astaroth telah dikalahkan. Kali ini perasaan mereka bercampur aduk. Senang karena musuh mereka telah berhasil dikalahkan serta ketakutan karena akan menghadapi kematian yang membuat mereka mengeluarkan air mata.
“Selamat tinggal, Papu. Semoga kita dapat berjumpa kembali pada kehidupan selanjutnya.” Pemimpin suku papu mengusap air matanya dan menangis sesenggukan.
Di tempat lain, Venom hanya bisa tertawa pelan saat melihat tubuhnya perlahan hancur menjadi serpihan. Meskipun sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian saat Astaroth dikalahkan, pada nyatanya dia tidak bisa berbohong pada dirinya sendiri kalau sebenarnya dia merasa takut menghadapi keadaan ini.
Venom menyembunyikan rasa takutnya, tidak ingin teelihat lemah dia mengobrol sebentar dengan Sisi Gelap lalu mengucapkan salam perpisahan. Sisi Gelap hanya diam seakan tidak menghiraukan.
“Guru Kedua, kenapa kau menangis?!” Hex yang tubuhnya hanya tersisa bagian atas mengangkat alisnya saat melihat Master Gyo membelakanginya dengan tubuh bergetar.
“Siapa yang menangis, sialan?!”
“Masa?” Hex mengerutkan kening sesaat lalu mengarahkan pandangan pada Light. “Guru Ketiga, dia nangis, kan?”
Light hanya mengangkat bahu lalu berkata, “Jaga dirimu baik-baik.”
“Guru Ketiga, apa aku terlihat seperti akan berpetualang dimatamu?” Hex menyipitkan matanya.
“Ah, sudahlah, karena aku sudah tidak punya banyak waktu tersisa, tolong sampaikan salamku pada guru pertama karena tidak bisa menemuinya. Jangan lupa sampaikan salamku pada kakak pertama saat bertemu dengannya.”
Hex lalu tersenyum tipis pada Light. “Guru Ketiga.” Dia kemudian memalingkan wajahnya ke arah punggung Master Gyo. “Guru Kedua, terima kasih untuk waktunya selama beberapa bulan ini. Aku senang bisa bersama kalian selama menjadi murid. Selamat tinggal!”
Lyan menundukkan kepala setelah merasakan aura kehidupan penduduk Benua Cahaya semakin mengecil, sementara Astaroth yang hanya tersisa kepala kembali menyeringai, merasa puas telah membuat pemuda itu mengalami kehilangan.
Lyan kembali mengepal keras tangannya, merasa tidak tahu apa yang harus diperbuat lagi agar bisa menghilangkan kutukan penduduk benua. Melihat tubuh Astaroth semakin hancur dan tersisa separuh kepala, Lyan menggertak giginya sambil menatap Astaroth dengan tajam. “Jangan pikir ini akan berakhir sesuai keinginanmu!”
Perkataan Lyan membuat Astaroth tersentak. “Apa maksu...”
Secara tiba-tiba Lyan membekukan Astaroth dalam kristal berbentuk bunga lotus, membuat kehancuran tubuh Astaroth terhenti.
Lyan kemudian mengatur napasnya sejenak sebelum berseru sekeras-kerasnya ke langit.
“DEWA KEBAJIKAN MAUPUN IBLIS DOSA! SIAPAPUN DI ANTARA KALIAN YANG SEDANG MEMPERHATIKANKU, DENGARKAN BAIK-BAIK!”
Lyan kembali mengatur napasnya dan berteriak lebih keras dari sebelumnya.
“JIKA KALIAN MEMBUTUHKAN KEKUATANKU UNTUK MELAWAN KEBINASAAN ABADI, KALIAN HARUS MENURUTI PERMINTAANKU SEKARANG! JIKA TIDAK ADA DARI KALIAN YANG MUNCUL, JANGAN HARAP AKU AKAN MEMBANTU KALIAN!”
__ADS_1
“KELUARLAH, SIALAN!”