
‘Padahal aku hanya sedikit menggunakan kekuatanku. Tetapi daya hancurnya sebesar ini….’ Lyan memperhatikan telapak tangannya, tidak menyangka wujud transformasi khususnya memiliki kemampuan melebihi perkiraan.
Awalnya dia hanya berencana untuk menguji kemampuannya sendiri. Serangan barusan memang sanggup menyapu semua Iblis Pohon serta menghancurkan banyak akar. Namun belum cukup untuk mengenai Akar Iblis yang terdapat pada kedalaman ribuan meter bawah tanah.
Master Gyo menyadari sesuatu lalu membatin dalam hati. ‘Dasar bodoh. Dia menguji kekuatannya sendiri meskipun tahu wujud itu memiliki waktu terbatas. Tetapi ini sudah melebihi satu menit. Apa dia sudah menyadari wujud transformasi khususnya dapat digunakan lebih lama?’
Sesuai dengan perkiraan Master Gyo, satu menit telah berlalu bersamaan saat Lyan mengerahkan serangan tapak barusan. Lyan masih dapat mempertahankan wujud transformasi khusus meskipun waktu penggunaannya telah berlalu.
Namun, Lyan terbawa suasana dan tidak menyadari tentang ini.
Lyan mengepal tangan kanannya, mengayunkan tinju dengan kuat.
DUUUAAAAR!
Wilayah Iblis Pohon mengalami kerusakan parah. Serangan barusan menciptakan lubang yang sangat dalam.
Sesuatu perlahan muncul dari dalam sana, menciptakan tekanan dahsyat. Itu terlihat seperti jantung, ukurannya lima meter dan memiliki akar-akar seperti tentakel yang tak terhitung jumlahnya. Itu adalah Akar Iblis.
“Berani-beraninya kau menghancurkan wilayah kekuasaanku.”
Suara Akar Iblis menggema, menciptakan tekanan yang jauh lebih dahsyat. Jika tidak dilindungi oleh teratai transparan, Yuna dan Youl mungkin akan mengalami luka dalam.
“Aku tidak akan membiarkanmu kali ini!”
Suaranya meninggi. Medan gravitasi yang mendominasi seketika buyar.
‘Hati-hati, Lyan. Kekuatannya setara pertapa tingkat alam. Meskipun masih jauh berada di bawah tingkatanmu saat ini, kau masih belum terbiasa dengan kekuatan barumu.’ Master Gyo memperingatkan.
‘Baik, Master.’
__ADS_1
Lyan menghilang dan muncul di depan Akar Iblis, Akar Iblis menyerang terlebih dahulu dengan memanjangkan tentakelnya tetapi tentakel-tentakel itu hancur sebelum mencapai Lyan.
Lyan melayangkan sebuah pukulan keras, membuat tubuh Akar Iblis sebagian Lenyap.
Namun tubuh Akar Iblis kembali beregenerasi bersamaan dengan tentakelnya.
“Bagaimana bisa….” Lyan tidak mengerti kenapa wujud transformasi khusus yang memiliki kekuatan setara pertapa tingkat semesta tidak dapat menghancurkan Akar Iblis. Dia memutar otaknya untuk berpikir. Sementara Akar Iblis terus menyerang dengan ribuan tentakelnya, namun tetap tidak dapat menembus perisai transparan Lyan.
‘Lyan, aku menyadari satu hal setelah kau menyerang makhluk ini. Meskipun wujudmu memiliki kekuatan pertapa tingkat semesta, setiap kali kau melepas serangan kekuatan yang dihasilkan hanya setara pertapa tingkat alam. Buruknya lagi satu serangan yang kau keluarkan akan membuat tingkat kekuatan wujud transformasi khusus menurun drastis dan sekarang tingkat kekuatanmu hanya setara pertapa tingkat bumi. Aku memperkirakan kau akan kembali ke wujud semula dalam dua serangan berikutnya.’ Master Gyo memberikan informasi yang harus diketahui agar Lyan tidak menyia-nyiakan kekuatan yang tersisa.
Mendengar perkataan Master Gyo membuat Lyan seakan mendapat pencerahan. ‘Terima kasih, Master. Berkatmu aku jadi tahu tidak boleh menyerang makhluk ini dengan serangan biasa. Kalau begitu aku akan melakukan sesuatu yang berbeda.’
"Teknik…" Mata Lyan seketika berubah putih penuh. Bayangan putih besar muncul di belakangnya, menciptakan tekanan dahsyat bahkan tentakel-tentakel Akar Iblis mendadak berhenti menyerang sebelum hancur menjadi serpihan.
"Tubuh…" Lyan mendadak hilang dari pandangan sebelum muncul di belakang Akar Iblis. Tubuh pemuda itu tampak diselimuti aura putih yang mendominasi.
"BAYANGAN!"
Wujud Lyan kembali seperti semula, teratai putih yang melindungi rekan-rekannya perlahan menghilang. ‘Hanya menggunakan Teknik Tubuh Bayangan aku sudah kembali ke wujud semula. Jika tadi aku menggunakan jurus pertapa... mungkin aku sudah tidak dapat mempertahankan transformasi khusus sebelum berhasil menggunakannya.’
Awalnya Lyan sempat bimbang untuk menggunakan jurus biasa atau mengerahkan jurus pertapa agar dapat menghancurkan Akar Iblis. Karena berpikir masih dapat menggunakannya dua serangan, dia ingin mencobanya dengan jurus biasa terlebih dahulu.
Lyan tidak menyangka setelah menggunakan Teknik Tubuh Bayangan, dia langsung kembali ke wujud semula. Tetapi, melihat Akar Iblis tidak dapat beregenerasi kembali, membuatnya yakin menggunakan Teknik Tubuh Bayangan adalah keputusan yang tepat. Jurus itu sudah lebih dari cukup untuk memusnahkan Akar Iblis.
“Kau memiliki bau yang sama seperti Tuan Astaroth. Siapa kau sebenarnya?” Akar Iblis bertanya saat 60% serpihan tubuhnya telah lenyap.
“Apa maksudmu?” Lyan mengerutkan dahi mendengar perkataan Akar Iblis.
Akar Iblis tertawa melihat Lyan tidak mengerti dengan ucapannya.
__ADS_1
“Meskipun kau telah mengalahkanku, jangan berpikir kalian akan melalui tempat ini dengan mudah. Tuan Astaroth pasti sudah menyadari pancaran kekuatanmu serta kematianku. Aku akui kau memang sangat kuat tetapi ketahuilah kekuatanmu tidak cukup untuk menyentuh seujung rambutnya. Kau bersama rekan-rekanmu akan menemui ajal meskipun… ka… u… ada… lah… ib…”
Suara Akar Iblis terdengar samar-samar sebelum hilang bersamaan seluruh serpihan tubuhnya.
***
“Apa kalian merasakan kekuatan barusan?”
“Itu berasal dari wilayah Iblis Pohon, Tuan.” Pria berambut hitam panjang dan mengenakan penutup mata menjawab ucapan seseorang yang berada dalam kegelapan.
“Kekuatan itu terasa setara pertapa tingkat semesta pada awalnya, tetapi kekuatan itu terus menunjukkan penurunan. Setelah barusan kekuatan itu menurun hingga pertapa tingkat alam, aku tidak dapat mendeteksinya lagi sekarang.” Wanita cantik yang memiliki bola mata ungu berkata demikian.
“Dan pemilik kekuatan itu memancarkan bau yang sama denganmu, Tuan Astaroth. Apakah dia….” Wanita itu sedikit ragu untuk mengatakannya.
“Kau benar. Dia memiliki bau yang sama denganku. Tetapi iblis tidaklah selemah itu.” Orang yang berada dalam kegelapan, Astaroth, menjawab kebingungan wanita itu.
Di belakang dua orang itu terlihat seorang pria tua mengenakan tongkat sedang mendekat, tubuhnya terlihat bungkuk.
“Apa kami harus membunuhnya, Tuan Astaroth?” tanya pria tua itu sebelum terbatuk.
“Tidak perlu kalian bertiga sekaligus. Pemilik kekuatan itu masih tidak dapat mengontrol kekuatannya dengan baik. Aku ingin kau sendiri yang menangkapnya, Zemus. Bawakan pemilik kekuatan itu di hadapanku dalam keadaan hidup.”
Wajah pria tua, Zemus, memucat sebelum menundukkan kepala. “Ba-baik, Tuan Astaroth. Aku akan segera melakukannya.”
Tubuh Zemus berubah transparan sebelum menghilang dari sana.
“Tuan, apa tidak masalah membiarkan Zemus yang mengurusnya?” Pria yang mengenakan penutup mata merasa Zemus tidak cocok dengan tugas yang diberikan Astaroth. “Meskipun Tuan telah memintanya untuk membawa pemilik kekuatan itu dalam keadaan hidup-hidup, tapi Zemus adalah orang yang….”
“Tidak masalah. Aku tahu Zemus adalah orang seperti itu. Walaupun begitu, dia tidak akan mengecewakanku,” ucap Astaroth.
__ADS_1
“Dan sebenarnya aku tidak peduli pemilik kekuatan itu mati atau tidak. Aku hanya ingin bermain-main sedikit dengan Zemus.” Lanjut Astaroth sambil tertawa kecil.