Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Informasi Venom


__ADS_3

Mengingat Astaroth selalu memberikan tumbal setiap tahun pada Setan Darah, Lyan memperkirakan alasan Astaroth melakukan itu adalah untuk membuat Setan Darah menembus tingkatan yang lebih tinggi dari Pertapa, yaitu tingkatan Xora.


Jika Setan Darah dapat menjadi Xora, masalah ini akan menjadi semakin rumit. Rekan-rekannya tidak mungkin dapat mengatasi Setan Darah yang telah menjadi Xora. Berjuang seorang diri menghadapi Astaroth bersama pasukan memgerikan seperti itu akan membuatnya berada dalam situasi sulit.


Hal ini membuat Lyan sedikit cemas. Setidaknya dia harus melenyapkan semua Setan Darah terlebih dahulu sebelum berhadapan dengan Astaroth. Namun dia tidak mengetahui caranya. Dia masih ingat seberapa sulitnya ketika menghadapi Setan Napsu yang hanya berada di tingkat Energi Langit di Kerajaan Asmodeus. Saat itu dia bahkan tidak dapat menemukan kelemahan makhluk itu.


‘Tenanglah. Aku bukan yang dulu lagi. Setidaknya Setan Darah tidak akan sekuat Astaroth. Masalah kelemahan seiring waktu aku percaya akan menemukannya ketika menghadapi mereka.’


Kecemasan Lyan dapat dirasakan Yuna yang sedang memperhatikan dirinya. Yuna lalu mendekat dan memegang pundak pemuda itu.


“Tidak perlu cemas, Lyan.” Yuna tersenyum. “Aku akan berusaha sekuat tenaga agar dapat menjadi kekuatanmu. Masalah Setan Darah, biar aku yang mengurusnya. Kau hanya perlu memikirkan Astaroth.” Dia berbicara seolah dapat membaca apa yang ada dalam pikiran pemuda itu.


“Yuna, tapi ….” Lyan tahu Yuna sudah semakin kuat, tapi untuk menghadapi Setan Darah setara Xora itu masih terlalu jauh.


“Lyan, aku tahu aku belum sekuat dirimu, tetapi kali ini aku tidak bisa diam saja melihatmu berjuang dan menanggung semuanya sendirian.”


Yuna tidak kuasa melihat Lyan berusaha memikul beban seorang diri dan mengutamakan keselamatan yang lain dibandingkan dirinya sendiri. Ditambah lagi para dewa dan iblis menuntutnya untuk menghentikan Kebinasaan Abadi yang akan bangkit tidak lama lagi, Yuna tidak bisa membayangkan seberapa besar rasa lelah pemuda itu.


“Kau sudah menanggung beban berat sendirian selama ini. Setidaknya … sedikit saja … bagikan sedikit saja bebanmu padaku. Percayalah padaku. Akan kubuktikan padamu kalau aku berguna.”


Lyan bisa merasakan kesungguhan dari mata Yuna. Wanita itu membuatnya sadar kalau selama ini rekan-rekannya juga terus bertumbuh dan dapat bertahan menghadapi berbagai rintangan bersama dirinya. Lyan tersenyum tipis, merasa bodoh karena sempat meragukan kemampuan rekan-rekannya.

__ADS_1


“Terima kasih, Yuna. Aku percayakan mereka padamu.”


Sementara itu Hex yang berada di antara Light dan Master Gyo menyilangkan tangan sambil tersenyum sendiri.


“Kakak ipar memang hebat. Dia bisa meyakinkan kakak pertama dengan baik.”


Master Gyo dan Light mengerutkan kening keheranan mendengar Hex memanggil Yuna dengan sebutan kakak ipar. Pria itu memang aneh-aneh saja dan selalu memanggil orang sesuka hatinya.


Dari percakapan barusan, Venom bisa menarik kesimpulan kalau mereka memang sudah berniat membunuh Astaroth sebelum dirinya meminta pertolongan.


“Setiap dua minggu sekali aku, Lilia dan Zemus akan menemui Tuan Astaroth di istananya yang terletak di Pulau Tunggal. Pada hari itu Tuan Astaroth akan mengubah wujud Setan Darah menjadi manusia dan menyegel kekuatan mereka agar kami tidak menyadarinya.”


Venom melanjutkan perkataan. “Enam hari lagi adalah hari pertemuan dan datanglah ke sana. Jangan lupakan tentang aku, Lilia dan Zemus yang akan mengganggu rencana kalian. Di antara kalian harus ada pihak yang menghalangi kami mencapai istana.”


“Tunggu! Bukankah baru saja kau menceritakan rahasia Astaroth kepada kami? Kenapa kau masih berada dipihak mereka?” Hex mengerutkan dahi, merasa heran dengan Venom yang meminta mereka membunuh Astaroth tapi masih berpihak juga pada Astaroth.


“Walaupun saat ini aku telah mengkhianati Tuan Astaroth, aku masih merupakan salah satu pengikutnya. Aku akan meminta Lilia dan Zemus untuk tidak membawa pasukan seorang pun agar tidak ada lagi korban dari pihak penduduk benua ini yang populasinya sekarang hanya tersisa kurang dari 200.000 jiwa”


“Bukan berarti aku meminta kalian untuk tidak membunuh kami bertiga. Malah sebaliknya aku meminta kalian untuk bersungguh-sungguh karena kami tidak akan segan-segan mengerahkan kekuatan penuh agar dapat membunuh kalian.”


Hex menggaruk kepalanya dengan keras. Daridulu dia memang tidak pernah mengerti jalan pikiran Venom yang begitu rumit.

__ADS_1


“Dasar orang aneh.” Hex hanya bisa menghela napas panjang.


Selesai mendengar semua perkataan Venom, Lyan mengangguk pelan. “Baiklah, kami akan ke sana enam hari lagi.”


Venom tersenyum sebelum berbalik badan sambil menatap ke atas sejenak. Tidak lama kemudian pandangannya diarahkan pada Youl yang sedang sibuk mencari kutu yang terdapat di antara bulu-bulu lengannya.


“Pertemuan kita kali ini terjadi tidak sesuai dengan keinganku, Harimau.”


Youl tersentak tidak menyangka Venom akan berbicara padanya. “Ha-Ha-Ha-Hah?!”


“Aku tidak tahu kenapa kekuatanmu terasa berbeda dengan waktu itu. Tapi aku berharap enam hari ke depan kau dapat menunjukkan seluruh kemampuanmu padaku.”


“A-a-a-aku ….” Youl menggaruk kepala kebingungan ingin berkata apa karena bukan dia yang memiliki urusan dengan Venom, melainkan Sisi Gelap.


“Sudahlah, Venom. Pergi sana! Mengganggu saja kau ini.” Hex melambai-lambai tangannya meminta Venom untuk segera pergi meninggalkan mereka.


Venom tersenyum sejenak.


“Hex, aku melihat kau cukup dekat dengan rekan-rekanmu. Aku hanya bisa menyarankan sebaiknya kau jaga jarak dengan mereka sekarang. Kau tahu sendiri jika rekan-rekanmu berhasil membunuh Tuan Astaroth apa yang akan terjadi. Semua penduduk benua ini dan suku purba akan mati.”


Venom kemudian menghilang dari tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2