Legend Of Lyan 2

Legend Of Lyan 2
Kebenaran Tersembunyi


__ADS_3

Sementara Lilith yang sedang menyaksikan dari dimensi miliknya hanya bisa menahan diri untuk tidak mencampuri urusan mereka.


Sebenarnya sejak kemarin ketika mengikuti Lyan dan bertemu Laxus, ia sudah tahu Laxus adalah Dewa Iblis Atem sebab selain wajah yang serupa, Laxus juga memiliki sedikit cahaya agung yang hampir redup di sekitar tubuhnya. Jika saja Lilith bukan Xora puncak Matahari Bebas, dia tidak akan menyadari kalau itu adalah cahaya agung. Lilith sangat yakin perkiraannya tidak salah. Alasan kenapa Laxus begitu lemah dan cahaya agungnya begitu redup disebabkan karena dirinya kini hanyalah kepingan jiwa terkecil Dewa Iblis Atem yang berhasil selamat ketika para Dewa Kebajikan sedang berusaha menyegelnya.


Padahal Lilith semula hanya menduga sebatas Lyan kemungkinan besar mempunyai hubungan dengan dewa yang diam-diam masih mengikuti Dewa Iblis Atem. Tidak disangka olehnya ternyata pemuda itu benar-benar terhubung dengan Dewa Iblis Atem secara langsung.


Lilith berkeringat dingin. Sejak pertemuannya dengan kepingan jiwa Dewa Iblis Atem, ada firasat kalau ini bukan pertanda baik untuk para ras iblis. Ia ingin sekali memusnahkan kepingan jiwa kecil itu, tetapi karena sumpah darahnya dengan Lyan, ia tidak dapat melakukannya. ‘Si-Sial!’


Setelah Lyan mengungkap identitas Laxus, raut Laxus tiba-tiba berubah secara drastis.


“Padahal aku tidak ingin kau mengetahuinya secepat ini.” Ia tersenyum dingin. “Semua karena ulah seseorang yang terburu-buru memberikanmu Berkat Dewa.”


Saat Laxus menyelesaikan ucapannya, seseorang turun dari langit, mendarat di samping Laxus. Kemunculan sosok itu membuat Lilith tidak dapat menahan keterkejutannya, karena sosok itu merupakan salah satu Dewa Kebajikan yang ikut serta menyegel Dewa Iblis Atem, yaitu Endless.


‘Endless? Kenapa dia ada di sini?!’ Lilith meneguk ludahnya. Raut wajahnya tampak memucat. ‘Dan, kenapa dia bisa berada di sisi Dewa Iblis Atem? Ada apa ini sebenarnya?!’ Sejumlah pertanyaan terlintas dalam benak Lilith. Perasaannya kian memburuk sejak kemunculan Endless yang tak terduga itu.


Sementara Lyan yang telah melihat semuanya dalam ingatan Rain sudah tahu kalau Endless berada di pihak Laxus. Tidak hanya Endless, namun ada empat sosok lainnya yang ikut terlibat yang terlihat samar-samar dalam pandangannya.


“Maafkan aku, Dewa Iblis. Aku juga tidak menyangka Lyan akan menyerap Berkat Dewa secepat itu.” Endless meletakkan kedua tangannya di punggung. Ia tersenyum ramah pada Lyan yang menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


“Endless! Padahal Rain adalah bagian dari dirimu … dia bahkan memintaku untuk berhati-hati dengan Dewa Iblis Atem. Tetapi kenapa kau bersikap sebaliknya?!”


“Kau sepertinya salah paham. Berkat Dewa hanyalah kemampuan unik yang diperoleh setiap dewa yang berhasil menjadi Dewa Kebajikan. Mendengar ucapanmu barusan, aku jadi menyesal tidak menyucikan pikirannya terlebih dahulu sebelum kuberikan padamu.” Endless menghela napas.


Mendengar ucapan Endless membuat Lyan merasa marah. “Kau!”


“Kurasa sekarang ada yang lebih penting, Lyan.” Laxus menghentikan perdebatan mereka. “Kau tadi bertanya apa tujuanku. Bukankah kau sudah mengetahuinya setelah melihat semua ingatan Rain?” Ia tersenyum dingin.


Lyan merapatkan giginya. Ia memang sudah tahu tujuan Laxus, Endless dan empat sosok lainnya yang selalu melakukan pertemuan diam-diam itu .


Dari memasukkan kepingan jiwa Dewa Iblis Atem dalam kalung pusaka dewa dan membuatnya tidak dapat dirasakan Dewa Kebajikan atau Iblis Dosa lain. Lalu menghasut Agni untuk memporak-porandakan bumi dengan bantuan pengikut setia Dewa Iblis Atem. Setelah Agni melakukan kekacauan, maka Endless yang merupakan tuan dari Agni akan memiliki alasan untuk menebus rasa bersalahnya dengan turun ke bumi dan memberikan pemahaman pada tiga pertapa agar dapat menjadi Manusia Dewa.


Semula Lyan merasa sedikit aneh. Entah kenapa semua ingatan mengenai pertemuan Laxus, Endless dan empat sosok lainnya sangat terngiang jelas dalam kepalanya. Seolah-olah semua itu telah dirancang untuk ditunjukkan padanya. Namun ia tidak punya waktu untuk memikirkannya sebab ingatan yang dia peroleh itu juga telah membantunya mengetahui kebenaran yang tersembunyi selama ini.


“Ya, aku tahu soal itu … Tapi yang ingin kuketahui adalah alasan terbesarmu melakukan semuanya! Apa sebenarnya tujuanmu bangkit kembali dengan menyerap 3 Manusia Dewa?!”


Untuk kesekian kalinya Lilith terkejut bukan main mendengar perkataan yang keluar dari mulut Lyan. ‘A-Apa? Mereka berencana ingin membangkitkan Dewa Iblis Atem dengan melahap 3 Manusia Dewa?!’


Dewa Iblis Atem sendiri saja sudah sangat kuat di masa lalu. Setara dengan Iblis Pertama yang telah mati dibunuh oleh Gaia. Untuk menghadapi Dewa Iblis Atem yang dulu saja, Lilith memperkirakan semua 7 Iblis Dosa harus bersatu agar dapat mengalahkannya. Jika rencananya bangkit dengan menyerap 3 Manusia Dewa berhasil terlaksana, maka sosok Dewa Iblis yang muncul kembali dalam dunia akan menyebabkan kekacauan besar. ‘A-Aku harus melaporkan ini pada Tuan Lucifer!’

__ADS_1


Pertanyaan Lyan membuat Laxus tertawa.


“Lyan, kau sudah dengar dari Endless mengenai kekuatan Gaia, bukan?” kata Laxus sembari meletakkan kedua tangannya di punggung. “Mengingat Planet Jiwa sepertinya dapat mempermalukan kami seperti itu, bahkan membuat kami terikat perjanjian konyol agar kami ketergantungan dengan sisi baik serta sisi jahat makhluk rendahan seperti kalian selama milyaran tahun ... Tentunya aku harus segera mengakhiri lelucon itu. Setelah tujuanku bangkit dengan melahap 3 Manusia Dewa terwujud, aku akan segera menghancurkan Planet Jiwa seperti Gaia.” Ia menyeringai. “Sehingga manusia rendahan dan lemah seperti kalian juga akan musnah bersamanya.”


Mendengar perkataan Laxus membuat Lyan merasa hatinya seperti tertusuk oleh jarum. Ia tidak menyangka sosok guru yang selalu bertingkah konyol dan bersikap hangat padanya selama ini dapat mengatakan hal semacam itu.


“Sesepuh, mengapa kau seperti ini sekarang…” Lyan menundukkan kepala sambil mengepal keras tangannya.


“Inilah aku yang sebenarnya, Lyan,” ucap Laxus dengan dingin. “Selama ini aku hanya memanfaatkanmu untuk mencapai tujuanku. Terimalah kenyataan itu.”


Lyan mengangkat kepalanya, memandang Laxus dengan tatapan sedih sebab perkataan itu semakin menyakiti perasaannya. Namun sama seperti dengan apa yang Laxus ucapkan, suka atau tidak suka dia harus sadar dan segera bangkit dengan menerima kenyataan pahit ini. Karena ia harus lebih mengutamakan dunia daripada perasaannya.


“Jadi begitu …,” ucap Lyan pelan. “Kalau memang seperti itu … Kalau memang tujuanmu sebenarnya adalah ingin menghancurkan dunia ini … Maka aku tidak akan tinggal diam begitu saja. Aku akan menghentikanmu, Sesepuh!” Lyan melepas auranya.


“Oh, jadi kau berniat menghabisiku sekarang?” Laxus tersenyum dingin. ”Kau mungkin dapat melenyapkanku dengan mudah, tetapi kau harus ingat kalau Endless sedang bersama denganku sekarang. Apa kau yakin sanggup melakukannya?”


*****


Penjelasan Planet Jiwa nanti adanya pas arc di luar bumi, ya.

__ADS_1


Selamat hari raya idul fitri 1443 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin.


__ADS_2