
Raja suku roo tidak peduli meskipun kata-kata wanita itu terdengar tidak asing di telinganya. Dia bersedia melakukan apapun agar rohnya tidak dilenyapkan.
“Ba-baiklah, apa yang kau inginkan?”,
“Kau cukup memberitahuku cara menyelesailan rekonstruksi tubuh. Buktikan padaku kau dapat membantuku melaluinya.”
“Se-sebenarnya aku tidak pernah dengar ada orang yang berhasil menyelesaikan proses rekonstruksi tubuh sebelum membuka empat sendi alam ….”
Yuna tertawa pelan sebelum duduk di depan raja suku roo yang masih berlutut. “Jadi tadi kau hanya berbohong?”
“Tidak, aku tidak bohong. Memang tidak ada cara untuk menyelesaikan proses rekonstruksi tubuh dengan tingkatanmu sekarang.”
Raja suku roo melanjutkan, “Tapi jika kau menyerap sejumlah besar roh di sini menggunakan rohmu, kau punya peluang untuk membuka sendi alam.”
Menyerap roh menggunakan roh? Apa itu masuk akal? Yuna meragukan saran raja suku roo.
“Aku sudah pernah mencobanya, aku pernah menyerap roh di sini dan hasilnya kekuatanku meningkat meskipun tidak besar.” Raja suku roo berusaha meyakinkan Yuna.
“Kalau bisa melakukan itu kenapa kau tidak menyerap semua roh di sini?”
“Itu karena … aku hanya sebatas roh yang tidak memiliki tubuh. Aku berniat menghisap semua roh tetapi dengan kondisi seperti ini … aku perlu waktu lama untuk melakukannya.”
“Baiklah, akan kucoba. Tapi ingat, jika kau berbohong aku tidak akan segan-segan melenyapkanmu.” Yuna sebenarnya masih meragukan pria tua itu namun mengingat kondisinya tubuh fisiknya dalam keadaan buruk, dia tidak punya pilihan lain untuk mencobanya.
Yuna mengikuti arahan raja suku roo agar dapat menyerap roh-roh di tempat tersebut. Sambil duduk bersila dan memejamkan mata, dia berkonsentasi penuh memusatkan pikirannya.
Sekitar ratusan ribu roh di sana tiba-tiba melesat masuk ke dalam dirinya.
‘Apa? Dia bisa menyerap roh sebanyak itu dalam sekali percobaan?’ Raja suku roo terkejut, dia bahkan memerlukan waktu yang cukup lama dan hanya bisa menyerap seribu roh di tempat itu.
Yuna bisa merasakan kekuatannya mulai mengalami peningkatan dan dirinya berhasil membuka sendi alam pertama. Dalam keadaan mata tertutup kini dia bisa melihat kehancuran tubuh fisiknya mulai melambat.
‘Ini tidak cukup, aku harus menyerap lebih banyak lagi.’
__ADS_1
Kemampuan Yuna menghisap roh berkembang pesat setelah sendi alam pertama terbuka, raja suku roo kembali terkejut menyaksikan sebagian dari roh di tempat itu mulai menyatu dengan Yuna.
Sendi alam kedua akhirnya terbuka, Yuna membuka matanya perlahan.
“Ini belum cukup.”
Yuna berbicara dengan tenang namun sudah cukup membuat raja suku roo tertekan.
“Jangan bilang kau ingin ….”
Yuna kembali menutup matanya ketika raja suku roo belum menyelesaikan perkataan. Merasa tidak cukup untuk mempertahankan kondisi tubuh fisiknya membuat Yuna berniat menyerap semua roh.
Raja suku roo tidak dapat berkata apa-apa melihat semua pasukannya diserap Yuna sampai habis.
Setelah membuka sendi alam ketiga gelombang energi besar mendadak keluar dari tubuh Yuna, raja suku roo terlempar cukup jauh akibat gelombang energi tersebut.
Yuna membuka matanya perlahan kemudian bangkit berdiri, memperhatikan telapak tangannya ‘Meskipun kerusakan tubuh fisikku melambat, sendi alam ketiga tidak dapat menghentikan kehancuran. Aku harus secepatmya membuka sendi alam keempat.’
Raja suku roo mulai menyesal telah memberitahu Yuna mengenai cara menyerap roh di tempat ini karena pada akhirnya wanita itu hanya sanggup mencapai sendi alam ketiga dengan menyerap semuanya.
‘Jangan bilang dia hanya memiliki darah duniawi?!’ Raja suku roo mulai menyadari alasan Yuna tetap tidak berhasil membuka sendi alam keempat meskipun sudah menyerap jutaan roh. Raut wajahnya memburuk mengingat roh terakhir yang tersisa hanya dirinya seorang sekarang.
Perasaan pria itu semakin buruk ketika pandangan Yuna mengarah padanya.
“Ti-tidak, jangan lakukan itu. ” Raja suku roo melangkah mundur melihat Yuna mendekat ke arahnya.
“Jika aku mati bukankah itu buruk untukmu?”
“Tidak, kematianmu tidak akan mempengaruhiku, jika kau mati aku akan—”
“Kau akan bebas?” Yuna tertawa pelan, “Lalu setelah bebas apa yang akan kau lakukan? Menjadi roh gentayangan begitu saja? Atau kau berpikir akan mencari orang yang dapat membalaskan dendammu?”
“Ketahuilah tidak banyak orang yang dapat membalaskan dendammu di dunia ini. Melawan pertapa? Apa kau pikir mereka cukup gila untuk mewujudkannya?” lanjut Yuna.
__ADS_1
“Kau berbicara seakan-akan kau dapat membalaskan dendamku.”
“Tentu saja. Andai berhasil menjadi pertapa aku berjanji akan melakukannya.”
Raja suku roo bisa melihat keseriusan yang terpancar dari mata Yuna, membuatnya berpikir sejenak.
‘Dengan membuka sendi alam ketiga sebenarnya dia sudah mempunyai harapan untuk melewati proses rekonstruksi tubuh. Tapi itu seperti pertaruhan karena tingkat kegagalannya terbilang cukup besar. Seandainya dia berhasil pun akan menjadi kabar buruk untukku karena akan bertemu dengan roh pemimpin suku tirta. Kalau dia gagal aku akan bebas, tetapi sesuai dengan apa yang dia katakan … aku akan kembali menjadi roh gentayangan yang tidak memiliki arah tujuan.’ Raja suku roo hanyut dalam pikirannya.
“Baiklah, aku akan memberikan rohku padamu. Jangan lupa untuk menepati janjimu.” Raja suku roo telah memantapkan dirinya setelah melalui pertimbangan panjang.
Yuna tersenyum, dia sudah menduga pria tua itu tentu tidak mau dikuasai oleh roh pertapa dan lebih mengutamakan dendamnya daripada kembali menjadi roh gentayangan.
“Tentu, aku akan menepatinya.”
Yuna kemudian menyerap roh pria tua itu.
Tidak seperti saat menyerap jutaan roh yang tidak memiliki memori kehidupan, roh pria tua itu memperlihatkan serangkaian memori kehidupannya.
Kepingan ingatan itu terus bergulir dalam kepala Yuna, tidak lama kemudian Yuna mulai menemukan dirinya berada di sebuah tempat. Wanita itu melihat dua pria muda sedang bertarung, raut wajah mereka berdua tampak gembira seakan menikmati pertarungan.
“Aku mengaku kalah.” Pria berambut perak mengangkat tangannya ketika ujung jari pria rambut panjang sudah menyentuh lehernya.
Pria rambut panjang menghela napas sebelum menurunkan jarinya. “Bagaimana bisa penerus salah satu suku terkuat menyerah semudah ini? Aku sarankan kau lebih giat berlatih, Marc.”
Marc menunduk lesu, “Ya … aku terlalu lemah. Ayah pasti terbebani karena memiliki anak tidak berbakat seperti diriku.”
“Calon pemimpin suku roo tidak boleh pesimis seperti itu. Selama kau giat berlatih untuk meningkatkan kemampuanmu, seburuk apapun bakatmu aku percaya kau akan melampauinya suatu hari nanti.” Pria rambut panjang tersenyum sambil memegang pundak Marc.
“Mustahil, kekuatan ayah itu ….”
“Tidak ada yang mustahil di dunia ini, Marc. Seandainya kau tidak sanggup melampauinya, kau cukup berusaha untuk sejajar dengannya. Andai itu juga sulit bagimu, kau cukup menjadikan dirimu sebagai pemimpin yang baik. Lagipula seburuk apapun kemampuanmu, para pengikut tidak akan mempermasalahkannya. Dari cara mereka melayanimu hingga saat ini, aku bisa menilai mereka sudah menganggapmu sebagai penerus. Jadi cobalah untuk lebih percaya diri.”
Marc mengangkat kepalanya sambil tersenyum, perkataan pria rambut panjang barusan telah membuat beban berat yang dipikulnya selama ini berkurang.
__ADS_1
“Terima kasih. Berkatmu perasaanku jadi lebih baik sekarang. Ayo kita lanjutkan duel sekali lagi! Kali ini aku tidak akan kalah darimu, Joe!”