
Alis Lilia terangkat ke atas ketika Sisi Gelap tiba-tiba muncul di hadapannya sambil melayangkan pukulan keras.
BOOOM!
Lilia berhasil menahan serangan dengan tangannya, tetapi ratusan pasukan di belakang terpental akibat gelombang energi dahsyat yang dihasilkan oleh pukulan tersebut.
‘Dia bukan harimau biasa!’ Dari satu pukulan barusan Lilia menyadari Sisi Gelap bukan lawan yang bisa diremehkan. Lilia terlambat menyadari karena Sisi Gelap menyembunyikan kekuatannya.
Wanita itu menyadari Sisi Gelap hendak melayangkan pukulan lagi dengan menggunakan tangannya yang bebas. Dia dengan cepat menteleportasi dirinya bersama Sisi Gelap pada ketinggian ratusan meter dan menahan pukulannya di sana.
BOOOM!
“Bagaimana mungkin hewan buas iblis memiliki kemampuan sebesar ini? Siapa kau sebenarnya?” tanya Lilia yang masih mencengkeram kedua tinju Sisi Gelap.
“Aku hanya harimau peliharaan suku purba.”
Sisi Gelap melepas gelombang energi dahsyat, membuat Lilia terseret mundur di udara.
“Kau masih memikirkan perkataanku yang tadi?” Lilia tertawa, “Ya, baiklah, mau siapapun dirimu, akan kujadikan kepalamu pajangan di rumahku.” Aura ungu pekat keluar menyelimuti tubuh Lilia.
“Jangan bermimpi terlalu tinggi.” Sementara Sisi Gelap mengeluarkan aura gelap dari tubuhnya.
Mereka tiba-tiba hilang dan muncul di tempat yang lebih tinggi di langit sambil bertukar serangan.
BOOOM!
BOOOM!
BOOOM!
Di sisi lain pertempuran antara dua kubu yang telah berlangsung di daratan semakin memanas. Mayat-mayat mulai terlihat berserakan dimana-mana.
Sedangkan pertarungan Zemus dan pemimpin suku yang berlangsung di udara berjalan cukup sengit. Tongkat mereka terus berbenturan setiap menyerang.
Setelah bertukar serangan secara terus menerus, Lilia dan Sisi Gelap mengambil langkah mundur bersamaan.
“Ternyata kau harimau yang cukup merepotkan.” Lilia menciptakan perisai transparan yang cukup besar.
“Perisai transparan? Sepertinya kau mulai serius.”
__ADS_1
“Ya, untuk menghadapimu aku harus lebih serius. Melihat kau sekuat ini aku semakin ingin menjadikan kepalamu sebagai hiasan.”
“Doppelganger!”
Lilia membelah dirinya menjadi dua. Salah satunya bergerak menyerang Sisi Gelap.
Sisi Gelap berhasil menahan pukulan yang diarahkan padanya. Lilia tiba-tiba menyeringai sebelum cahaya keluar menembus setiap bagian tubuhnya.
KABOOOM!
Tubuh Lilia meledak dan menghasilkan ledakan maha dahsyat yang membuat perisai transparan mengalami getaran hebat.
“Kekuatan ledakan satu Doppleganger-ku dapat menghancurkan seperempat benua. Kau hebat karena masih bisa bertahan, Harimau.” Lilia tertawa pelan setelah melihat Sisi Gelap masih berdiri di dalam kepulan asap.
“Kalau satu tidak cukup, bagaimana jika aku menambah jumlahnya?” Lilia membelah diri menjadi enam. Lima doppelganger-nya melesat ke tempat Sisi Gelap secara bersamaan.
Sisi Gelap yang sudah mengetahui bahaya bila bersentuhan dengan doppelganger tersebut segera bergerak mundur, tetapi satu doppelganger tanpa disadari sudah berada di belakangnya.
“Sial.”
KABOOOM!
KABOOOM!
KABOOOM!
“Hebat! Bahkan dengan lima Doppelganger kau masih sanggup berdiri.” Lilia menciptakan belasan Doppelganger. “Aku semakin menginginkan kepalamu!” Dia memerintahkan para doppelganger untuk menyerang Sisi Gelap.
Sisi Gelap kali ini memutuskan untuk melesat maju ke arah Doppelganger. Sebelum salah satu Doppelganger mengenainya, Sisi Gelap menghilang dan muncul di belakang Lilia.
Sisi Gelap mencengkeram tengkuk wanita itu dengan keras.
“Kau cerdik. Sayangnya aku bukan yang asli,” ucap Lilia sebelum dirinya meledak, memicu ledakan doppelganger lain yang bergerak mendekat.
KABOOOM!
KABOOOM!
KABOOOM!
__ADS_1
Sisi Gelap yang menerima ledakan dari belasan doppelganger secara langsung terluka cukup parah. Dia tampak terkapar di udara.
“Selain Venom dan Hex, kau adalah makhluk ketiga yang dapat memaksaku mengeluarkan setengah doppelganger yang bisa aku pakai dalam seminggu. Kau cukup hebat. Aku berjanji setelah mendapatkan kepalamu, aku akan menjaganya dengan baik serta membersihkannya setiap ha—”
Ucapan Lilia terhenti ketika melihat Sisi Gelap yang terkapar sedang menyeringai.
‘Tidak mungkin … Dia masih bisa bertahan.’
“Di luar ekspetasiku ternyata wanita itu bukan Pertapa Semesta biasa.” Sisi Gelap bangkit sambil bergumam pelan. “Ah, andai saja Sisi Terang sudah menjadi Pertapa Alam, aku setidaknya bisa menggunakan 2% kekuatanku dan menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat.” Dia menghapus darah yang keluar dari sudut bibirnya.
“Tapi tidak masalah. Aku hanya perlu menggunakan 1% kekuatan ini secara maksimal.”
Tiba-tiba aura gelap harimau itu berkobar besar dan menghadirkan tekanan mengerikan.
Aura gelap itu berkobar semakin besar dan yang membuat Lilia terkejut adalah setiap sudut aura itu membentuk banyak kepala manusia yang wajahnya meleleh dan melambai-lambaikan tangan seperti meminta pertolongan. Wujud-wujud mengerikan itu menjerit-jerit dan seperti berusaha keluar dari aura tersebut.
“Wuuuu!”
Suara jeritan demi jeritan yang terdengar dari aura tersebut membuat bulu kuduk Lilia berdiri.
‘Aura macam apa itu? Sebaiknya aku segera membunuhnya sebelum sesuatu yang tidak kuinginkan terjadi.”
Lilia bisa merasakan ancaman besar yang tidak dapat dia ungkapkan dengan kata-kata. Tidak berani meremehkan lagi, dia segera mengerahkan 25 doppelganger terakhir yang bisa dia pakai dalam seminggu untuk menyerang Sisi Gelap.
BLUUUB!
BLUUUB!
Namun ketika semua doppelganger bersentuhan dengan aura gelap tersebut, tidak ada ledakan yang terjadi. Sebaliknya semua pasukan doppelganger Lilia tertelan ke dalam aura Sisi Gelap.
‘Apa?! Tidak mungkin!’
Aura gelap itu mendadak berkobar semakin besar. Lilia menahan napas ketika melihat pasukan doppelganger yang terhisap tadi kepalanya mulai keluar di sekitar aura dan perlahan wajah mereka berubah menjadi hitam pekat sebelum meleleh.
“WUUUU!”
Mata Sisi Gelap berubah menjadi hitam ketika jeritan yang keluar dari auranya semakin terdengar keras.
“Hidangan yang kau berikan cukup lezat. Kau akan jadi hidangan berikutnya.”
__ADS_1