
Haida menatap Tokugawa seakan meminta kepastian. Wajahnya begitu terlihat menyedihkan dan begitu sengsara saat terpaksa menjatuhkan harga dirinya demi meminta bantuan terhadap seseorang. "Tu-Tuan To... "
DIAAMMMM...
" Jangan pernah sebut namaku. Ini urusanmu bukan urusanku, kenapa aku harus membantumu!? " Tokugawa menatap Hiada dengan tajam.
Kemudian dengan perlahan dia mendekatkan mulutnya ke telinga Haida, dia membisikkan sesuatu ketelinga Haida. "Ku peringatkan kau!? Jangan pernah membawa urusan pripadimu kepadaku. Dan jangan menyebut namaku di hadapanya."
Bisikan Tokugawa membuat kaki Haida bergetar ketakutan. Dia merasa kali ini dia benar-benar di hina oleh Tokugawa habis habisan.
Haida kemudian menatap Tokugawa beberapa detik dan dia berbalik arah melirik ke arah Sakuta yang tengah memegangi anaknya yang sudah terluka parah. Haida mengerakkan giginya.
Ha.. Ha.. ha.. ha...
Haida kemudian tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dengan keras seperti orag yang tengah kesetanan. " Kau pikir aku akan takut dengan ancaman mu? Aku akan menghabisi kalian semua." Haida kemudian menatap ke arah Tokugawa dan kemudian dia tersenyum menghina di hadapanya.
__ADS_1
Haida menutup wajahnya menggunakan telapak tanganya sambil tersenyum sinis menatap Sakuta dan Tokugawa. "Keluarlah... "
Dia meregangkan tanganya sambil tertawa dan mengangkat wajahnya seakan sedang menunggu sesuatu yang akan muncul di langait.
Warna Langit tiba-tiba berubah hitam, suara Guntur menggema membuat suasana semakin mencekam.
Tokugawa menyipitkan matanya untuk memfokuskan pandanganya, saat tiba-tiba di atas langit terlihat ada sebuah luapan awan yang mengepul hitam pekat.
AKU MENYERAHKAN TUBUH KU KALI INI... BUNUHLAH SEMUA ORANG YANG ADA DI SINI...
Haida tiba-tiba mengeluarkan sebuah asap hitam dari tubuhnya, dia seperti kesakitan sambil berteriak dan mengusap-usap seluruh tubuhnya.
Dia kemudian berteriak dengan keras, warna mata berubah menjadi merah. " Mati kau.. "
Haida melompat ke arah Sakuta dengan cepat mencoba untuk melukai Sakuta, Sakuta kembali tersenyum saat pandangannya dengan Haida kembali jatuh.
__ADS_1
" Dasar.. Payah." Sakuta berbicara dengan pelan. Tapi suaranya sangat jelas terdengar di telinga Haida.
Saat pukulanya hampir mengenai tubuh Sakuta, Haida tiba-tiba terlempar cukup jauh sampai menabrak bangunan yang dekat dengan sekelilingnya.
Raut wajah Tokugawa berubah saat melihat langsung kehebatan Sakuta. Dia sudah kehabisan kata-kata untuk menilai jurus yang baru ia lihat pertama kali ini.
' Penjelasan Kiba sangat jelas dan akurat. Aku harus berhati-hati terhadapnya!? Kalau tidak aku sendiri yang akan kena masalah. Lebih baik aku segera pergi dari sini.' batin Tokugawa.
Tokugawa segera bersiap-siap untuk segera pergi dari tempatnya tersebut. Dia langsung memberikan sebuah isyarat kepada Chenghua agar segera pergi.
Haida langsung berdiri untuk kembali meghadapi Sakuta. Tapi saat dia mencoba untuk bangun Sakuta ternyata sudah ada di hadapanya.
" Aku memiliki semuanya.. Lebih baik kita bicarakan ini baik-baik." Sakuta justru tidak mempedulikan rengekan Haida lebih lanjut.
Dia justru mendekatkan wajahnya sambil tertawa terbahak-bahak tepat di hadapan wajahnya. Haida tidak menanggapinya dia hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Sakuta kembali berdiri dan memanggil seseorang. " Thio Sam Hong.. Cepat datanglah kemari. Kini giliran mu yang beraksi cepat balaskan semua kekesalanku padanya."