Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
21


__ADS_3

Ketika dalam perjalanan menuju Kota Light. Helena sesekali terus memandangi Sakuta dia masih ragu kalau ledakan tadi terjadi karena ulah Sakuta.


Insting Tomoe sebagai Seorang wanita, membuatnya melangkah ketengah diantar Sakuta dan Helena sebagai penghalang dan memberikan jarak pandang untuk Helena.


Helena yang merasa terganggu dengan tingkah Tomoe sampai mengerutkan dahi.


" Nyonya.. "


" Aku belum menikah!? " Grutu Tomoe.


" Maksud ku Nona.. Kenapa di tengah-tengah kami? jalanan kan masih lebar? " Tanya Helena.


" Aku hanya takut ada Kucing Garong, Sakuta takut dengan Kucing Garong."


Helena yang mengerti inti dari perkataan Tomoe langsung menaikan alisnya.


" Kucing Garong, Apakah benar Tuan Sakuta Takut? "

__ADS_1


" Tidak jug... Aww.. !" Tomoe menginjak kaki Sakuta, dan menatap dingin ke arah Helena. Helena juga tidak kalah dia menatap tajam membalas tatapan Tomoe.


" Apa mau mu?" Geram Tomoe.


" Aku, Yang pantas menanyai itu! Huh... " Mereka saling membuang wajah mereka masing-masing.


Tiba-tiba Helena terpikirkan sesuatu, " Kaki Tuan Sakuta, Sakit ya? Sini biar aku bantu jalan." Helena mendekap tangan kanan Sakuta, dan sengaja dia tempelkannya ke Dadanya.


Tomoe langsung mengarahkan aura membunuh yang kuat ke arah Sakuta. Sakuta yang tidak tau apa-apa hanya bisa bingung di tengah-tengah gadis cantik ini.


Shigen yang dari tadi memantau, hanya menggelengkan kepalanya pelan.


Mereka bahkan di suruh memasuki kerajaan Benua Besi, Untuk menemui Sang Kaisar langsung. Ketika Memasuki istana yang begitu megah. Ini merupakan hal pertama kali bagi Sakuta, bentuk wajahnya jelas terlukis kekaguman yang mendalam.


Helena yang melihat ekspresi wajah Sakuta membuatnya tersenyum, Dia berbisik di telinga kanan Sakuta.


" Apa, Ini pertama kalinya, kau masuk kekaisaran yang besar seperti ini? " Sambil menatap kedua mata Sakuta.

__ADS_1


" Hemm.. kau benar ini pertama kalinya bagiku! " Sambil membalas senyuman Helena.


Tomoe yang dari tadi berada di sampingnya, Membuat wajah tidak senang melihat kedekatan Helena dan Sakuta. Shigen langsung mendekati Sakuta dan berbisik untuk memperingatkannya.


Sakuta yang sadar bahwa telah merubah moodnya Tomoe menjadi kurang baik, menelan ludahnya pelan. Dia melepaskan pegangan Helena dan mendekati Tomoe, Tomoe melihat Sakuta jadi salah tingkah membuang wajahnya ke arah sebelah kiri.


Ketika mereka sudah berada di hadapan sang Kaisar Benua Besi, mereka membungkukan pundak mereka sebagai tanda salam dan hormat kepada Sang Kaisar. Sang kaisar mengangguk dan memberi perintah kepada mereka, untuk berdiri.


Shigen yang maju sebagai juru bicara, menceritakan semua kejadiannya kepada sang kaisar. Pandangan semua orang yang berada di kerajaan ini tertuju ke arah Sakuta.


Banyak dari mereka yang terlihat meremehkan kehebatan Sakuta, mereka berpikir itu sesuatu yang mustahil. Karena yang di lakukan Sakuta sesuatu yang benar-benar mustahil di lakukan, bahkan oleh Helena atau Hunter kelas negara lainya.


" Aku melihatnya sendiri, dia tidak berbohong dia seperti punya jutsu khusus. Dia mampu menyerap dan mengembalikanya kembali." Helena yang angkat bicara dan menguatkan pengakuan Shigen, membuat seluruh orang tersedak termasuk juga Sang Kaisar.


Mereka kembali mencerna situasi yang sedang terjadi.


" Bagaimana? kalau kita buktikan kekuatannya benar atau tidak, dengan bertanding melawan Nona Helena." Salah satu pemuka bahasa membuat seluruh orang terkejut, ada yang setuju ada juga yang takut Bunga mereka malah di habisi Oleh Sakuta.

__ADS_1


Tapi mereka pun tau bagaimana, sepak terjang Helena sehingga menjadi Hunter peringkat ke Tiga yang berkekuatan Monster.


__ADS_2