Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Menuju Ke Kota


__ADS_3

LIKE Mulai menurun Vote apalagi..


Saat matahari mulai meninggi. Sakuta bersama dengan rekan-rekannya berpamitan dengan para penduduk desa.


Penduduk desa sudah sepakat kalau mereka akan pergi dari tempatnya kini, Shio menyerahkan bibit serta tanaman obat-obatan warisan kakeknya ke salah satu teman terdekat saat kakekny masih hidup.


Shio kecil juga meminta kepada Shigen untuk menemaninya mengambil seluruh obat-obatan atau sumber daya yang kakeknya dulu wasiatkan.


Setelah mengambil seluruh sumber daya yang selalu di buru Putra-putra Tokugawa itu. Shio memasak dan menggunakan sepertiga sumber daya itu untuk sengaja di buatkannya sebagai pil.


Pil tersebut mampu mengembalikan Mana atau Qi yang hilang, selain membuat Pil pemulih Qi. Shio kecil juga membuat berbagai macam pil yang mungkin akan sangat di butuhkanya.


Sakuta memandang Shio dengan tersirat sedikit kecemasan. Dia mengerti kenapa gadis itu mengatakan kalau dirinya merupakan seorang Alkemis.


Menciptakan sebuah Pil ajaib memang sangat di butuhkan oleh seluruh pendekar, apalagi dia merupakan seorang Kultivator pasti sangat membutuhkan berbagai macam hal tersebut.


Laura juga menerima sebuah hadiah dari Helena, Helena sadar Laura ternyata pengguna senjata jarak jauh seperti panah.


Panah Pusaka pemberian Charlot dulu yang di simpannya dari dulu segera dia berikan kepada Laura, Helena beralasan kalau panah tersebut pemberianya untuk di jadikan sebuah simbol persaudaraan mereka.


Saat Laura hendak mencoba menembakkan panah tersebut.


DUAAARRRRR...

__ADS_1


Ketika anak panah itu di lesatkan hampir saja kekuatan dasyat dari panah itu menghancurkan sebuah Gunung. Tapi mereka semua selamat karena tidak di sengaja Yamata Ular putih raksasa yang selau melingkar dan menjadi cincin di jari manis Tomoe segera bangkit dan menahanya.


Alhasil Yamata terluka sangat parah karena mencoba menahan kekuatan dasyat dari panah tersebut. Laura sempat menangis saat dia tau ternyata hampir membunuh Yamata Kuciyose milik Tomoe.


Tomoe terus menenangkanya karena dia juga mengerti kenapa sampai bisa seperti ini. Saat malam hari tiba Shio selalu tidur di peluk oleh Helena serta Laura yang sudah seperti ibunya.


***


" Saat kita memasuki kota jangan sampai Shio kecil kita di ketahui penduduk sekitar.. Aku sangat mengerti bagaimana para orang-orang yang hidup di Benua Bukit berjalan.


Mereka dapat menjual dan membeli informasi, Wajah Shio pasti dapat dengan mudah di kenali mereka. Apalagi Shio merupakan penerus dan cucu dari Dewa Alkemis."


Sakuta hanya mendengarkan sepatah dua patah kata yang Shigen ucapkan, karena Sakuta memang orangnya sangat malas kaau di suruh berpikir.


" Aku mengetahuinya dari Shio, Shio memiliki buku Alkemis. Buku Alkemis miliknya yang selalu di gunakannya ntuk berlatih itu. Ternyata buku tersebut di tulis langsung oleh Dewa Alkemis.


Aku sangat mengenali Tulisannya tersebut karena resep Dewa Alkemis sudah banyak di berbagai sekolah atau sekte-sekte besar maupun kecil. Saat ku tanyakan Shio-Chan buku itu dari Mana?! Kata Shio buku itu di tulis oleh kakeknya dan di berikan kepada Shio-Chan untuk berlatih membuat Pil Dewa."


" Huuuu.... Kita mungkin akan dapat masalah, Kau tau kenapa aku bisa bersifat jahat seperti ini. Semakin kita banyak teman dan kerabat semakin kita banyak memiliki kelemahan. Itulah yang aku pelajari dari akademi Ninja."


Shigen menarik nafasnya perlahan kemudian dia melepaskannya. " Aku mengerti.. Tapi aku yakin kau bisa melindungi kita semua."


Shigen menatap Sakuta seakan dia tengah menyemangatinya dan memberikanya sebuah kekuatan.

__ADS_1


Sakuta seketika itu juga tertawa.


" Kenapa kau tertawa??? " Shigen menjadi heran karena tawa Sakuta benar-benar sangat berbeda dari biasanya.


" Tidak.. Tidak apa-apa, kau tau? saat Laura mencoba panahnya dan hampir menghancurkan sebuah gunung." Shigen mengangguk. " Yah.. Kau bisa lihat kekuatan kelompok kita juga tidak akan kalah."


" Kau benar.. Kita semakin kuat!? Entah musuh seperti apa yang akan kita hadapi.. Tapi jika mengingat hal itu lebih baik kita mabuk dulu.. Ha.. ha.. ha.. "


Malam itu akhirnya Shigen berhasil mabuk dengan arak yang tadi di berikan oleh penduduk desa kepadanya.


***


Kelompok Sakuta kembali melanjutkan perjalanan mereka, saat kelompok Sakuta itu berjalan. Sakuta bersama dengan teman-teman lainya merasakan ke hadiran seseorang yang tengah memantau mereka kecuali Shio Chan.


Shigen langsung di beri kode oleh seluruh temanya termasuk Sakuta, Shigen segera mengangguk dan dia tiba-tiba menghilang.


Sakuta dan yang lainya sengaja melakukan hal tersebut pura-pura tidak tau. Agar mereka juga memahami apa maksud dari balik tindak tanduk mereka.


Shigen yang tiba-tiba menghilang begitu cepat dari pandangan mereka, membuat orang yang memata-matai mereka tidak ingat berapa jumbalah kelompok Sakuta.


Saat Shigen dan yang lainya berjalan, meresa ada seseorang yang memata-matai mereka dari jarak yang lumayan jauh di belakang.


Shigen menjatuhkan salah satu kunainya di belakang dan di biarkan-nya tertinggal. Semua mata-mata itu tidak sadar karena mereka sungguh tidak bisa melihat gerakan-gerakan mencurigakankan dari Shigen sejak pertama kali.

__ADS_1


__ADS_2