
Setelah Diane dan puluhan prajurit wanita itu pergi jauh dari tempat Sakuta bersembunyi, dia dengan memaksimalkan kekuatan fisiknya berlari sejauh mungkin agar tidak terkejar oleh Diane atau wanita lainya.
" Meski Raja Dragon memberikanku kekuatan spesial, tapi tetap saja kalau untuk kabur atau lari dari musuh! itu tetap akan sangat sulit bagiku karena tubuhku ini memang tak memiliki Mana ataupun tenaga dalam lainya."
Sakuta memang tak memiliki Mana ataupun tenaga dalam lainnya pada tubuhnya, tapi dia adalah seorang ninja meski lihai dalam bersembunyi ataupun menyelinap.
Tetap saja dia akan dengan mudah ketahuan atau tertangkap seorang pendekar atau kesatria yang memiliki tenaga dalam yang besar. Karena dengan Mana ataupun tenaga dalam mereka, mereka mampu berlari lima puluh kali lipat lebih cepat dari pendekar biasa yang tak memiliki tenaga dalam atau Mana sedikitpun.
Setelah berlari sebisa mungkin Sakuta akhirnya lebih dulu telah sampai di dalam kota desa para wanita itu. Dengan tehnik yang di pelajari dari akademi ninja di benua badai dia mampu berbaur atau menyamar dengan mudah seperti penduduk lokal.
Tetapi kesulitannya adalah karena semua orang di Negri ini adalah seorang wanita.
' Lebih baik, aku bergerak tidak di tempat yang ramai atau menyamar jadi mereka karena mungkin itu percuma saja.' Sakuta melompat ke atas atap bangunan kota, tanpa di sadari para penduduk wanita yang sedang beraktifitas itu.
__ADS_1
Di waktu perjalanannya dia berlari cepat di atas atap melompati tiap-tiap rumah di kota tersebut. Dia tetap tidak lengah sedikitpun dia memasang baik-baik pendengaranya agar bisa mendapatkan informasi penting tentang keberadaan kedua temanya tersebut.
Di ujung Kota yang dia lewati itu ada puluhan ribu tentara kerajaan wanita yang sedang berkumpul. Terlihat mereka sedang mencari seseorang sembari melihat wajah orang-orang yang di temui mereka tersebut.
'Gawat, pasti kabar tentang keberadaan ku sudah di ketahui pemimpin di sini.' Sakuta berpikir keras sembari bersembunyi sambil berbaring di atas atap.
Di tengah-tengah lamunanya tersebut, dia terkejut karena tiba-tiba di sekitarnya sudah ada sekitar delapan orang yang memutarinya dan mengepungnya dengan ketat.
" Heh.. kau memang hebat Diane! Baru kali ini ada seseorang yang mampu mengetahui keberadaanku meski sejujurnya tubuhku ini tak memiliki mana! "
" Aku memang tidak merasakan kekuatan atau energi apapun dalam tubuhmu, tapi aku bisa mencium keberadaanmu dengan indra penciumanku yang tajam ini." seru Diane sambil tersenyum.
Sakuta berdiri dengan perlahan sambil membalas senyum Diane, para wanita yang mengepung Sakuta segera memasang kuda-kuda bertarung mereka karena memang mereka dilatih harus waspada pada setiap lawan ataupun musuh mereka.
__ADS_1
Dalam hati Sakuta dia sangat mengakui kewaspadaan para gadis tersebut dia begitu salut karena tidak meremehkannya sama sekali. Tidak seperti lawan-lawannya yang di temuinya sejauh ini.
" Tapi maaf aku harus mencari teman-teman ku dulu lalu aku akan meladeni kalian lagi." para wanita yang mengepung Sakuta terkejut setelah Sakuta berkata demikian.
Tiba-tiba tanpa mereka sadari tubuh mereka seperti terhempas kuat oleh sesuatu yang mereka tidak ketahui entah itu apa? sehingga mereka tak sanggup untuk menahanya termasuk juga Diane.
Mereka semua terlempar bagai sebuah kertas tipis yang tengah tertiup angin, Sakuta kembali lari lagi setelah menghempaskan para wanita yang tengah mengepunya tersebut. Tapi ketika dia melompat dari atap ke atap lainya tubuhnya tiba-tiba tidak bisa ia gerakkan dan akhirnya dia terjatuh dari atas atap tersebut.
" Kena kau!? " suara yang tidak asing tiba-tiba terdengar di telinga Sakuta, Lucy kemudian mendekatinya ketika dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
" Maaf Sakuta kau tidak boleh lagi lari dariku karena aku mengendalikan aliran darah pada tubuhmu, aku akan memberi tahukanmu tentang kekuatan sepesialku ini! Jujur aku pengguna elemen air aku mampu mengendalikan berbagai macam jenis benda cair, apapun itu! Termasuk darah manusia atau binatang."
Wajah Sakuta berubah menjadi serius dia mengerutkan dahinya karena terkejut mendengar peryataan Lucy tadi, karena dirinya memang baru pertama kali mendengar seorang pendekar atau kesatria yang mampu mengendalikan sebuah elemen yang ada di dunia ini.
__ADS_1