Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Ch. 35 Terjebak Masalah


__ADS_3

" Kenapa disini sepi? " Sakuta membuka perlahan pintu besar villa tersebut.


Sakuta memanggil-manggil seseorang. Tapi tidak ada yang menjawab sama sekali, Dia semakin dalam memasuki villa tersebut.


Tiba-tiba dia di kejutkan dengan sebuah lemparan pisau ke arahnya, dengan cepat dia menghindarinya kemudian dia mengejar arah asal pisau terbang tersebut sambil mengeluarkan pedang kusanagi miliknya.


Ketika Sakuta membuka ruangan kedua, Dia membuka mulutnya cukup lebar. Dia di kejutkan dengan banyaknya orang yang terbunuh dengan sisa jasad yang cukup mengenaskan.


" Ini, Cukup kejam.. "


Ketika dia mencoba keluar dan berniat mencari bantuan, beberapa orang memasuki ruangan tersebut.


" Kau membunuh dan membantai keluarga, salah satu bawahan penting kaisar! " Satu orang langsung mengangkat suaranya karena terkejut.


Dia tidak menyangka akan menyaksikan pembunuhan yang begitu kejam, kepala korban terbelah, dan darah mereka bercampur dengan warna putih otak yang mencair.


" Tidak! kalian salah paham, aku baru tiba di sini, Namaku Sakuta Ryogo. "


" Kau dapat menjelaskanya di depan kisar. "


" Kalian! sungguh tak percaya? "


" Bagaimana kami percaya!? Kami memergokimu masih hidup disini, apa lagi kau membawa senjata! Cepat ikut kami baik-baik kalau kau mau hidup."


" Kalau aku tidak mau!? "

__ADS_1


" Kau menantang Kami! Kami sedang bersama kepala kepengamanan kota, laporan ini berasal dari salah satu murid sekte aliran putih yang berhasil kabur dari tindak kejahatanmu."


" Siapa itu? Murid dari sekte mana? aku akan menanyakan-nya langsung apa aku pembunuhnya, aku sudah di jebak, apa lagi bukan aku yang membunuh mereka semua."


" Kau... " Dengan geram dia mengeritkan giginya.


Seseorang yang lumayan sepuh dengan jenggot putihnya, langsung masuk ke ruangan yang sedang terjadi kehebohan.


" Apa yang terjadi!? Siapa yang membunuh mereka secara kejam seperti ini? " wajahnya berubah panik ketika melihat puluhan mayat dengan ke adaan mengenaskan.


" Senior kepala kepengamanan, kami juga baru masuk, dan benar atas laporan pembunuhan tadi kami melihat pemuda ini sudah ada di dalam dengan menggenggam senjata, Kami curiga dia yang melakukanya."


Kemudian Pria sepuh itu menatap Sakuta. "Apa kau punya dendam? dengan keluarga Singa Perak? "


" Dari mana kau Berasal? "


" Saya dari Benua Besi! saya akan menemui pertemuan dengan orang-orang penting di Benua Badai ini."


" Apa kah kau kelompok Tuan Sakuta? "


" Sakuta sendiri, adalah namaku Tuan! "


" Bagaimana kau menipu kami, dengan menjadi orang yang namanya sedang gempar! Apa kau menganggap kami Bodoh! Dasar Bodoh, cepat tangkap pembunuh itu."


" Kalian, Tidak percaya! Baiklah."

__ADS_1


Sakuta langsung lompat keluar melewati lubang jendela, Dia kabur karena dia tidak berniat melukai orang-orang yang tidak bersalah.


Meski dirinya di tuduh, Tapi dia tau mereka tidak bermaksud. Sakuta mendengus kesal dengan mengingat wajah lima orang yang telah menjebaknya.


" Kalian... Akan menyesal... "


***


" Tuan, ada laporan dari pihak kepengaman kota! Mereka mengatakan menemukan pembunuh dan mengaku dirinya bernama Sakuta."


" Apa.. ? kalian mempunyai bolpoin." Shigen mengambil kertas dan langsung menulis sesuatu di atas kertas tersebut.


" Aku ingin kalian berikan surat ini, ke tuan Patriark Gin! " Sambil memberikan sebuah surat.


" Baik, Tuan... " pelayan tersebut bergegas pergi.


' Berani-braninya orang berurusan dengan-nya' gumam Shigen.


***


Sakuta bersembunyi di ranting pohon, untuk mengelabui orang-orang yang mengejarnya.


" Aku harus mencari, orang yang menjebak ku, Mereka pikir sedang berurusan dengan siapa? "


Selamat Tahun Baru..

__ADS_1


__ADS_2