Legenda Ninja Angin

Legenda Ninja Angin
Berkumpulnya Para Pahlawan


__ADS_3

Setelah memakan jamuan terakhir yang di persiapkan oleh Charlot. Sakuta, Tomoe dan Helena langsung kembali dan tengah bersiap di depan sebuah batu yang sangat besar.


" Bersiaplah... Kecepatan teleportasi ini mungkin akan melukai tubuh kalian." Ucap Lucy yang kini tengah berdiri di samping batu besar tersebut.


Charlot memandangi tiga temanya tersebut. "Terima kasih untuk semuanya, kami akan selalu mengingat kalian.. "


Tubuh Sakuta bersama Tomoe dan Helena tiba-tiba mengeluarkan sebuah cahaya yang sangat terang.


***


Di Benua Bukit rembulan sudah berada kokoh di tempatnya. Laura masih menenangkan Shio kecil yang masih sedih setelah mengetahui Kakek dan Kakak sudah tiada.


Shigen bersama warga desa lainya berkumpul di tengah-tengah api unggun yang sudah mereka buat.


' Sepertinya... Aku akan berada dalam masalah beberapa menit lagi.' Batinya dalam hati.


Angin kencang tiba-tiba berhembus kencang ke arahnya, Aura Qi atau Mana yang seakan akan mengancamnya dapat ia rasakan di Angin tersebut.


" Tuan.. Tuan.. Sebaiknya kalian bersembunyi dan mengevakuasi diri kalian di tempat yang lebih aman."


Laura berlari ke tempat Shigen sambil menggendong Shio. " Shigen bagaimana dengan ku!? "


" Lebih baik.. Kau juga ikut mengungsi!? Aku merasakan kekuatan yang besar akan datang ke tempat ini." Shugen terus mengerutkan dahinya karena perasaan yang mencakan tersebut.


" Baiklah.. Aku akan menjaga Shio-Chan dan warga desa lainnya. Tolong berhati-hatilah Shigen."


Shigen kemudian mencium kening Laura dengan lembut. " Aku akan selalu bersamamu aku janji." Laura segera mengangguk dan pergi berlari meninggalkan Shigen.


***


" Kenapa kakaku bisa seperti ini.. " Kiba Tokugawa sangat marah saat kepulangan kakaknya yang sudah terluka parah.


" Apa kalian diam saja.. " Kiba menatap tiap bawahan kalanya tersebut. " Kalian terlalu lemah sampai Tangan kalian terpotong.."


Kiba memegang kepalanya yang sedikit sakit sambil memandangi kakaknya. wajahnya berubah serius ketika kakaknya terbatuk dan mulai membuka matanya.


" Uhuk.. Uhukk.. Adik cepat balaskan dendamku.. " Ishida dengan lemah mengucapkan hal tersebut di depan Kiba.


" Kakak.. Sebaiknya kau beristi rahatlah, aku akan membawa kepala tiap warga yang hidup di hutan itu." Kiba mencengkram tangan kakaknya seakan dia sedang memberikanya tenaga.


" Akira cepat bawa aku ke sana.. " Kiba lekas pergi dari kamar kakaknya, Dia kemudian pergi ke aula tempat persenjataan keluarganya di simpan.

__ADS_1


Kiba mengambil tiga pusaka milik Tokugawa Leyasu yaitu ayahnya, dia mengambil sebuah kipas berbentuk dan dan kecapi bulu yang berwarna putih.


Dia juga keudian memakai sebuah baju zirah besi yang sering di pakai Tokugawa ketika dia akan berperang. " Akan ku cabik-cabik orang yang telah melukai kakaku.. "


Dia segera berangkat dengan Akira bawahan kakaknya untuk sebagai pemandu jalannya, dia juga mengajak beberapa bawahan terkuatnya untuk ikut menemaninya pergi ke hutan.


Di tengah perjalan, Kiba Leyasu terus memancarkan Energi Qi atau Mana miliknya, untuk mendeteksi dan mencari lokasi orang yang dia sedang cari.


Setelah berjalan cukup lama Kiba menghentikan langkah kelompoknya. Dia bersama rombongannya menatap ke arah sumber cahaya api unggun yang ada di depan-nya, Kiba memberi isyarat kepada bawahanya untuk diam dan membiarkanya untuk mengecek sendiri apa yang ada di depan mereka.


Sedikit demi sedikit Kiba lengkahkan kakinya karena dia juga merasakan ke hadiran seseorang yang kuat tengah menunggunya.


" Aku sudah menunggumu dengan sabar, lebih baik kita cepat selesaikan urusan kita kali ini." Dengan tegas Shigen berkata seperti ini.


Sebenarnya dia kali ini sedang memusatkan konsentrasinya ke arah Kiba, karena Aura yang Kiba keluarkan tidak biasa. Dia menelan ludahnya pun sangat pelan karena lawanya kali ini benar-benar sangat berbahaya.


Kiba tersenyum tipis menatap Shigen yang tengah duduk bersila menatapnya. " Aura mu seakan tengah menyakin kan ku bahwa kaulah pelaku atas penganiayaan kakaku."


" Yahhh... Mau bagaimana lagi, kakakmu sangat bodoh karena berani-beraninya dia mengancam ku. Dasar keluarga Sapi."


Shigen tidak kalah menggertak, melihat Kiba saat ini seakan menatapnya dengan angkuh dan rendah. " Kau bilang kami keluarga sapi."


Aura tekanan Kiba semakin kuat dan semakin besar tekananya. Dia berjalan denga pelan ke arah Shigen sambil tersenyum.


Shigen merasakan tekanan yang sangat kuat sehingga membuatnya sedikit kesulitan bernafas. " Dasar lemah.. Pendekar yang mengandalkan pusaka miliknya lebih pantas di sebut seorang pendekar yang rendah."


Wajah Kiba menjadi lebih sangat serius, dia tersenyum menatap Shigen yang terlihat sedang kesulitan bernafas.


Ha.. ha.. ha..


Kiba tertawa dengan lantang seakan meledek Shigen, dia segera mengeluarkan sebuah kecapi dari balik jubah miliknya. Mati kau dengan cepat Kecapi miliknya melesat ke arah Shigen seakan mencoba untuk menusuknya.


Shigen menghindar dengan cepat dan kemudian dia melemparkan beberapa Kunai miliknya ke arah Kiba.


" Janga meremehkan ku dengan serangan selemah ini." Kiba kemudian menyusul mengeluarkan sebuah kipas yang bentuknya seperti daun.


Dengan satu kibasan. Angin kencang langsung menghempaskan tubuh Shigen dengan kuat beserta Kunai miliknya cukup jauh.


Kiba kemudian kembali menyerang Shigen seakan dia sengaja tidak mau memberikan Shigen ruang untuk menyerang balik.


Dalam beberapa hitungan detik, Shigen dengan Kiba sudah bertukar puluhan jurus.

__ADS_1


Shigen selalu terpojokkan oleh Kiba karena tiap lemparan kunai miliknya tidak bisa mendekati Kiba. Dengan tatapan kesal Shigen segera melepaskan Aura Qi miliknya.


Tubuhnya langsung di lapisi zirah api hitam miliknya, pertukaran jurus mereka menjadi lebih sangat cepat dan hampir menghancurkan bangunan serta pepohonan yang berada di sekitarnya.


Kecapi milik Kiba juga menyulitkan gerakan Shigen sehingga selain Kecapi tersebut seperti benda yang hidup, tenyata Kecapi itu juga dapat menyerap dan menghisap Qi atau Mana miliknya.


Shigen mengerinyitkan giginya, ' kau pikir Mana ku memiliki batas tampungan.' Batinya dengan terus bertukar jurus.


Setelah hampir ribuan jurus mereka saling bertukar serangan, serangan Shigen akhirnya berhasil mengenai tubuh Kiba.


Seakan mendapat angin segar Shigen kembali menyerang dengan ganas, tapi setelah terus menerus jual beli serangan dan terus dilukai dan melukai.


Akhirnya Shigen tersadar setelah beberapa detik, ternyata tiap seranganya tidak membuat luka dan malah dirinya yang terluka lumayan parah.


' Sial, sudah susah-susah aku menyerangnya. Tapi dia tidak terluka sedikitpun, malah aku yang terluka parah oleh seranganya!? Apa lagi Kipas miliknya membuatku terus terlempar jauh darinya sehingga sangat sulit untuk melukainya.'


Shigen terus menghindar menggunakan teleportasinya, saat Kiba menggunakan pusaka Kipasnya.


" Kipas itu sangat membuatku kesal.. " Saat Shigen dengan cepat mengarah kan pukulanya ke arah Kipas yang di pegang Kiba.


Sebuah Jarum tiba-tiba melesat ke arahnya, hingga membuatnya tidak bisa menghindari jarum tersebut.


Shigen segera mundur menggunakan Teleportasi miliknya.


" Sial... Jarum ini beracun." Kiba tersenyum menatap Shigen yang sekarang warna wajahnya berubah pucat.


Dalam hitungan beberapa detik Shigen langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya.


" Racun milikku lumayan ganas kan!? " Kiba kemudian tertawa dan menyuruh bawahannya yang lain untuk segera keluar.


" Tidak ku sangka kau cukup merepotkan juga yahh.. Segera potong kaki dan tangannya setelah dia tidak bisa berdiri."


Mendengar hal itu Shigen terus memaksakan dirinya dan mencoba untuk berdiri dengan menahan penyebaran racun itu menggunakan Qi atau Mana miliknya.


" Kau Shogun yang pengecut... " Shigen tersenyum sambil menatapnya dengan rendah.


" Terserah apa yang ingin kau katakan. Tapi aku akan memberimu sebuah kursi pertama untuk pertunjukan yang akan kami buat."


AAAAHHHH....


Salah satu bawahan Kiba berteriak dengan keras dan mereka mendapati pria itu sudah terkena panah dari tembakan seseorang, Shigen menengok arah sumber panah yang kini tertanjab dan menembus tubuh bawahan Kiba tersebut.

__ADS_1


__ADS_2